Jangan lupa untuk baca sampai a/n karena aku mau menyampaikan sesuatu. Terima kasih dan selamat membaca ^^
Lagu terakhir Danish nyanyikan sebagai penutup fanmeeting hari ini. Semua penggemar hanyut dalam merdunya suara Danish, seirama dengan indahnya melodi yang dimainkan. Fanmeeting diadakan dua hari, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu. Fanmeeting pertama dimulai pukul empat sore hingga enam petang ini benar-benar memuaskan Diaries yang datang. Danish menyanyikan 10 lagu, termasuk 5 lagu di album terbarunya, lalu ada game yang lima pemenangnya akan mendapatkan hadiah langsung dari Danish di atas panggung.
Begitu fanmeeting selesai dan Danish sudah di backstage, dia meminum satu botol air penuh dalam satu tegukan. Magenta mengarahkan kipas mini pada wajah Danish agar merasa lebih segar, sementara Danish sendiri mulai membuka kemejanya untuk segera mandi. Walau Danish hanya menyanyi ballad sambil memainkan piano dan bermain game, tetap saja dia kepanasan sendiri karena bergerak cukup banyak.
"Good job, Danish. Setelah ini lo bisa santai," kata Magenta sembari menyerahkan handuk kecil yang Danish gunakan untuk menyeka keringat di tubuhnya.
Beberapa staf perempuan sedikit salah tingkah melihat Danish dengan santai menyeka keringat di dada dan perutnya, lalu memilih keluar membiarkan Danish bersama Magenta saja di ruang rias. Di ruang rias ada kamar mandi, jadi Danish tidak perlu keluar dari ruang pribadinya.
"Gue nggak bisa santai kali, Ta. Gue masih harus hadir di acara ulang tahunnya WE. Remember?"
"Tapi lo 'kan cuma hadir, nggak perlu pake nyanyi-nyanyi segala, apalagi ngasih fan service."
"Bisa aja ada yang request gue nyanyi, Trana gitu misalnya. Gue mana bisa nolak kalau dia yang request."
Magenta mengangguk saja, lalu membiarkan Danish mandi agar bisa siap-siap untuk menghadiri ulang tahun Winata Entertainment. Sekitar setengah jam kemudian, Danish dan Magenta pergi ke butik langganan untuk mengambil setelan yang telah dipesan sejak satu bulan lalu. Tentunya setelan ini akan Danish kenakan untuk menghadiri acara sepenting ulang tahun WE. Memang bukan pertama kali Danish menghadiri acara ini, tetapi kali ini dia lebih antusias dan ingin menunjukkan sisi terbaiknya di hadapan para tamu undangan lain.
Setelah makan malam burger yang lebih instan untuk sekadar mengisi perut, Danish dan Magenta segera pergi ke Win Hotels, tempat acara ulang tahun diadakan. Berhubung Danish dan Magenta sudah terlambat setengah jam, jadi tidak bisa menunda agar mereka segera tiba. Setibanya di Win Hotels, Danish dan Magenta diarahkan ke lokasi acara dan masuk ke ballroom yang telah ramai. Orang pertama yang Magenta cari tentunya Gia, sementara yang Danish cari tidak lain adalah Trana.
Well, mencari Trana tidak begitu sulit karena dia sedang berada di atas panggung untuk memberikan kata-kata pembuka, berbeda sekali dengan Gia yang sulit dicari di tengah keramaian begini. Tidak ingin terlalu heboh melihat Trana di panggung, Danish memilih menyapa orang tuanya yang hari ini hadir sebagai tamu undangan, sementara Magenta mencari Gia seorang diri.
"Danish," sapa Samantha sambil mendekap putranya. "Gimana fanmeeting? Lancar, 'kan?"
"Lancar. Untungnya Mama nggak ikut nonton sampai selesai, biar nggak jadi pusat perhatian orang-orang juga."
Samantha tertawa karena beliau memang menjadi pusat perhatian banyak penonton saat menyempatkan diri untuk menonton fameeting Danish selama 30 menit. Sejak tahun lalu, orang tua Danish jadi diketahui oleh publik, dan sejak saat itu pula karier mereka sebagai pebisnis serta pemilik production house ternama disorot. Awalnya Danish risi, tetapi lama-lama terbiasa juga selama tidak ada yang membahas soal keluarganya kalau dia diundang ke beberapa acara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumor
Fiksi PenggemarDanish, seorang penyanyi sukses yang sudah berkecimpung di dunia tarik suara selama 10 tahun, harus menerima kariernya yang hampir hancur karena rumor mengenai dirinya. Di saat kariernya tengah dalam kondisi yang gawat, Trana--atasan agensi yang men...
