⚠️
Chapter ini ada beberapa flashback, jadi harap fokus. Ada juga bahasan yang sedikit sensitif, jadi mohon disikapi secara bijak.
*
H-45 sebelum rumor pertama Danish.
Celline mengetuk pintu ruangan Gana dengan percaya diri. Hari ini dia akan berkhianat setelah lima tahun mengabdi menjadi sekretaris Trana. Gana yang sebelumnya sudah diberi tahu Celline secara pribadi soal kedatangannya, tentu langsung memberikan izin masuk. Celline membuka pintu, lalu masuk dan melihat Gana yang duduk di kursi kebesarannya. Celline tersenyum seraya menghampiri Gana yang memicingkan mata, bersikap waspada melihat keramahan Celline yang notabene orang terdekat Trana. Tanpa diperintah, Celline duduk di hadapan Gana yang masih terus menaruh curiga, seakan kedatangan wanita ini penuh dengan ancaman.
"Ada apa, Mbak Celline?"
"Celline. Pak Gana boleh panggil saya seperti itu."
"Oke, Celline. Ada perlu apa Anda ketemu saya?"
"Apa saya harus basa-basi dulu? Siapa tahu Pak Gana mau kita lebih akrab karena kelihatannya Anda nggak nyaman sama kehadiran saya."
Gana berdeham, berusaha menampik tuduhan Celline dengan perangainya yang tenang. Gana menegakkan posisi duduknya agar Celline tidak merasa sedang dicurigai, tetapi dia tidak ingin tampil ramah karena bagaimanapun kedatangan Celline yang aneh ini tidak bisa dianggap biasa.
"Saya suka orang yang to the point. Jadi, silakan langsung kasih tahu ada perlu apa Anda ke sini."
Celline melihat sekeliling ruangan Gana yang sederhana dengan cat berwarna putih, sofa abu-abu untuk mengadakan pertemuan dengan rekannya, kamar mandi dalam, dan pantry kecil untuk membuat kopi. Setelah puas memandangi ruangan yang tentunya tidak sebesar ruangan Trana, Celline kembali memusatkan perhatiannya pada Gana.
"Trana Anindya tahu soal prostitusi yang sedang Anda jalankan, Pak Gana."
Gana terkesiap dan nyaris tidak bisa mengendalikan ekspresinya. Tubuhnya menegang, hingga untuk beberapa saat dia terdiam karena tidak mampu bereaksi dengan baik agar bisa menutupi kedoknya di hadapan Celline.
"Saya nggak ngerti maksud Anda, Celline," kilah Gana pura-pura bingung.
"Jangan pura-pura tidak tahu, Pak. Trana sudah mencurigai Pak Gana dan berencana untuk menyelidiki Anda lebih banyak."
Gana makin tidak tenang dan keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya. "Sebenarnya apa motivasi Anda datang, Celline?"
"Sederhana. Saya mau gabung jadi komplotan Anda, Pak Gana," jawab Celline dengan seringai tipis di bibirnya. "Saya bakal mengabdi sama Anda sebagai informan. Mengingat Trana sudah tahu pergerakan Pak Gana, pastinya Anda butuh orang untuk menyelidiki CEO WE sebelum tahu lebih banyak soal Anda."
Gana masih belum memercayai Celline. Bisa saja ini hanya akal-akalan belaka untuk menjebaknya, jadi Gana tidak ingin langsung terbuai dengan iming-iming yang diberikan Celline. Kalaupun memang Trana sudah tahu soal prostitusi artis yang dijalankannya, wanita itu pasti akan menjatuhkan Trana detik ini juga. Bisa jadi Celline adalah cara untuk menjatuhkan Gana karena berani bertemu dengannya dan memberi tahu hal penting yang berusaha Gana tutupi dari Trana.
"Kenapa kamu mau jadi komplotan saya, Celline? Jelas-jelas Anda sekretaris Trana yang harus setia."
Celline berdecak kesal mendengar kata 'setia' dan 'sekretaris' yang membuatnya muak. Reaksi Celline tentunya membuat Gana tertarik. Jelas sekali Celline tidak menyukai perannya sebagai sekretaris yang seakan-akan hanya menjadi bawahan dan bayang-bayang Trana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumor
FanfictionDanish, seorang penyanyi sukses yang sudah berkecimpung di dunia tarik suara selama 10 tahun, harus menerima kariernya yang hampir hancur karena rumor mengenai dirinya. Di saat kariernya tengah dalam kondisi yang gawat, Trana--atasan agensi yang men...
