Jangan lupa vote dan komentarnya, Yorobun 💚
Biar aku makin semangat 💚
*
"Kenapa awak media bisa sampai tahu, sih?" Trana nyaris membentak Magenta yang tersambung di telepon dengannya. Syok karena informasi yang diberikan padanya benar-benar di luar dugaan.
Trana sengaja menyalakan loud speaker agar Celline juga ikut mendengarnya. Celline tidak kalah syok ketika Magenta memberi tahu kalau kediaman Danish diketahui oleh awak media, lalu sekarang masih berkumpul dan menunggu Danish.
"Kamu mending pulang ke penthouse. Awasin Danish dan pastiin keadaan dia bisa baik-baik aja. Saya masih ada urusan, tapi nanti diusahakan untuk langsung pulang. Tolong sekalian cari tempat di mana Danish bisa tinggal buat sementara. Kalau bisa jangan hotel, itu terlalu berisiko karena saya yakin orang-orang bakal lacak Danish."
Setelah memberi beberapa instruksi, sambungan telepon terputus dan Trana bergegas keluar dari ruangannya bersama Celline yang mendampingi. Trana masih harus melakukan interogasi dengan terduga penyebaran rumor pertama, belum lagi memikirkan rencana mengurus soal Felise yang makin menarik simpati publik dengan terus mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Danish.
Ini skandal paling besar yang pernah terjadi di Winata Entertainment dan sialnya saat Trana sedang memegang jabatan. Trana memiliki tanggung jawab besar, jadi dia harus memiliki banyak rencana untuk menyelesaikan satu per satu masalah yang sebenarnya saling berhubungan.
Begitu keluar dari lift untuk ke ruang interogasi, Trana berpapasan dengan Chandra dan Andre yang kebetulan akan menemuinya. Chandra langsung menahan Trana, lalu memberi kode pada Andre agar sedikit menjauh karena butuh privasi, begitu juga Celline yang langsung ditarik Andre dan memberi mereka kesempatan untuk bicara berdua. Chandra dan Trana berdiri di depan lift, membuat beberapa karyawan yang mondar-mandir melirik dan berbisik membicarakan, sampai beberapa lagi memilih naik eskalator karena lift terhalang oleh dua orang yang tidak bisa diganggu.
"Mbak Trana, nggak apa-apa?"
"Kamu cegat saya cuma mau nanyain kabar?" tanya Trana seraya tertawa mengejek. "Buang-buang waktu."
"Saya memang mau ketemu Mbak buat mastiin lagi nggak apa-apa. Soalnya setelah kabar Felise, saya langsung kepikiran Mbak Trana yang pasti berat karena harus ngurusin semua skandal soal Danish. Apalagi tadi saya dengar Rapat Dewan Komisaris sedikit kacau karena Mbak Trana debat sama Pak Gana."
Aneh. Begitu yang dipikirkan Trana ketika Chandra tiba-tiba jadi memberikan perhatian, apalagi sampai sengaja bertemu untuk memberikan perhatian itu. Sejak rumor pertama Danish tersebar, pertemuan Trana dengan Chandra jadi terasa aneh. Khususnya hari ini yang membuat Trana bertanya-tanya ada apa dengan Chandra. Mencurigakan.
"Kamu ngomong gini bukan karena mau ikut berkomentar ke awak media saat nanti ditanya, 'kan?" Trana menebak demikian bukan karena itu tebakan semata, melainkan ingin tahu hal lain seakan hanya itu yang ada di pikirannya. Singkatnya, Trana ingin menebak soal Chandra melalui jawabannya.
"Saya janji nggak akan ngasih tahu apa-apa, Mbak. Lagi pula, itu bukan urusan saya," jawab Chandra dengan tenang. "Saya cuma khawatir sama masalah ini karena baru pertama kali kejadian di WE. Walaupun saya nggak bisa banyak bantu, tapi sebagai orang terlama yang gabung sama WE, saya mau ngasih semangat buat Mbak Trana dan saya yakin semuanya bakal baik-baik aja."
Trana menanam senyum, berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Chandra. "Saya hargai itu," katanya. "Enggak ada lagi yang mau diomongin, 'kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumor
FanficDanish, seorang penyanyi sukses yang sudah berkecimpung di dunia tarik suara selama 10 tahun, harus menerima kariernya yang hampir hancur karena rumor mengenai dirinya. Di saat kariernya tengah dalam kondisi yang gawat, Trana--atasan agensi yang men...
