Sorry for typo 🦋
===
Saat ini keluarga Alexander sedang sarapan bersama opa dan juga Gio sudah pulang malam tadi,dan perihal kemarin Leon sudah berulang kali meminta maaf kepada Aksa dan dengan terpaksa Aksa maafkan asal Leon mau membelikan miniatur pesawat barunya.
Ding dong~
Bel pintu utama berbunyi membuat Aksa mendengus kesal tamu kok pagi pagi gini ngapain sih?!
"Ck. Siapa sih pagi pagi gini ganggu aja,mau minta sarapan apa gimana!"kesal Aksa.
"Hus..omongannya gak baik,mungkin mereka ada perlu mendadak dek"ucap Oma menasihati cucu bungsu kesayangannya.
"Huft..yaudah biar adek aja yang buka pintu"ucap Aksa berjalan kearah pintu utama dengan muka kesalnya.
Cklek
"Maaf gak Nerima gembel pagi pa- aaa yaampun dedek gemes bangett"emosi Aksa langsung meluap melihat bayi kecil di gendongan pasutri itu,Aksa menahan rasa gemasnya membuat badan Aksa bergerak seperti cacing kepanasan dan kuku kuku jari tangan di gigit kecil,rombongan yang ikut di belakang hanya menahan kegemasan bocah di hadapannya yang bergerak seperti cacing.
"Wah kalian kapan datang,ayo masuk masuk"ucap Rista menghampiri mereka.
"Baru saja kak,dia siapa?"tanya Ivan
"Oh iya kenalin ini anak bungsu kakak dia Aksa." Jelas rista membuat mereka cengo bocah dihadapannya adalah bayi mereka yang hilang bertahun tahun.
"AKSA?!"teriak mereka bersama membuat Aksa sedikit terkejut kemudian berlari kearah Devin yang berjalan santai diikuti Oma,opa, Leon, Zara dan gio.
Devin Langsung mengangkat tubuh Aksa ke gendongnya,Aksa membenamkan wajahnya di ceruk leher Devin antara malu dan takut,malu karena tingkah Aksa dan takut karena tatapan mereka.
"Adek mau dad,kekamar Aksa ajaa ayo jangan kesanaa"rengek aksa
"Hey jangan gitu itu keluarga mu"jawab devin dengan mengusap pelan punggung anaknya yang berada di pangkuannya.
"Kenalan dulu dong dek.."perintah Rista,Devin langsung membalikkan tubuh Aksa menjadi menghadap mereka,Aksa hanya menatap mereka polos.
"Mau main sama dedek bayi nya~"rengek Aksa setengah berbisik
"Haha nanti ya,sekarang kenalan dulu,yang gendong dedek Kenzie namanya papa Ivan dan yang di sebelahnya mama Dila dedek Ken juga punya kakak loh, tuh yang Deket sama Leon namanya bang Zidan.."
"..terus ini ayah varo sama bunda Mela itu anak anaknya kak Caca sama bang reza."jelas rista panjang lebar sedangkan Aksa hanya mengangguk anggukan kepala.
"Sekarang boleh main sama dedek Kenzie kan?"tanya Aksa penuh harap
"Boleh dong bentar ya mama turunin dedek Ken nya"ucap ivan menurunkan Kenzie di karpet berbulu diikuti Aksa di belakangnya.
"Eh iya bentar ya baby abang mau ambil mainan buat baby pasti baby suka"ucap Aksa so dewasa membuat semuanya terkekeh geli.
"Halah soksoan manggil Abang padahal mah sering di panggil baby juga."cibir Leon
"Suka hati lah"jawab Aksa kemudian pergi membawa mainannya.
"Ayo kita sarapan dulu kalian pasti belum sarapan kan"ucap Rista di balas anggukan mereka.
"Terus Aksa?kan tadi belum habis sarapanya"tanya Zara
"Biarin aja nanti kalau kita udah makan Aksa mommy suapin"ujar Rista berlalu diikuti mereka semua.
Sedangkan Aksa dari tadi hanya bermain bersama baby Ken tapi pandanganya tertuju pada semua empeng yang di emut layaknya lollipop Aksa jadi penasaran.
"Itu apa?"tanya Aksa yang di hiraukan Kenzie yang sedang sibuk bermain dengan mobil mobilan millik Aksa, Aksa yang geram karena tak mendapat jawaban langsung merebut empeng itu dari mulut kenzie.
Sedangkan Kenzie hanya melihat Aksa dengan tatapan polosnya usianya saja baru 11 bulan jadi Kenzie mana paham.
Setelah merebut empeng itu Aksa kemudian memasukkan empeng itu kedalam mulutnya merasakan tidak ada rasa apapun tapi kenapa Kenzie bisa sesuka itu pada empeng? Beruntung Kenzie sedang sibuk bermain jadi membiarkan empengnya di rebut Aksa.
Plop
Aksa menarik empengnya "Aksa suka,dedek Ken ini buat Abang ya?"tanya Aksa sedangkan Kenzie hanya melirik sebentar dan melanjutkan mainnya.
Hoamm
Aksa sesekali menguap matanya tinggal 5 Watt kemudian Aksa berbaring dengan tangan di pipi kemudian meringkuk lucu jangan lupakan empeng yang masih bertengger manis di mulutnya.
Kenzie sudah tertidur 10 menit yang lalu disusul Aksa yang sama sama tertidur di karpet berbulu.
"Astagaaa lihat ini mom,yaampun aku harus memotretnya"heboh Zara melihat pemandangan secute ini.
"Yaampun Aksa lucu banget zar nanti krim fotonya"ucap Caca tak kalah heboh
"Kenapa empeng Kenzie ada di mulut Aksa?kkkk"kekeh Leon
Aksa yang merasa terganggu kemudian melenguh dengan mulut mengemut empeng yang membuat pipinya bergerak,mereka yang melihat itu tak tahan karena wajah polos dan imut Aksa.
"Pindahin aja dad kasian"ujar Zara setelah memfoto foto wajah cute Aksa.
"Iya,Van baby Ken pindahin juga dikamar Aksa biar tidur bareng"ucap Devin dibalas anggukan kecil Ivan.
"Gemes banget sih anak Daddy"ujar Devin mengecup pipi anaknya.
====
SEGINI DULU DAHH
VOTE-FOLLOW AND KOMENN
KAMU SEDANG MEMBACA
hopefully (TERBIT)
RomanceSudahi sedihmu,mari rebahan dan membaca cerita ini bersamaku. bagaimana rasanya ketika kalian hidup hampir 15 tahun sendiri,tiba tiba ada yang mengaku keluarga kalian? itu yang dirasakan seorang remaja labil ini-aksa leotama A. penasaran?yok baca S...
