12.d u a b e l a s

12.4K 1.1K 85
                                        

Hehe hargai karya orang ya jangan cuma baca tapi vote juga e---- tapi gak maksa kok hehe🙃.

Sorry for typo 🦋

===
Setelah insiden Aksa yang tertidur menggunakan pacifier membuatnya malu setengah mati apalagi para sepupunya yang menertawakan dirinya tanpa henti membuat anak itu merujuk.

"Ish..udah jangan pada ketawa lagi!"kesal anak itu dengan muka memerahnya menahan malu.

"HAHAHA lucu benget HAHAHA kalau di sebar di medsos gimana ya hahaha"masih dengan tawanya Leon menggoda sang adik.

"Hiks..hiks..daddy~"akhirnya isakan kecil itu membuat semuanya gelagapan.

"Eh eh loh kok nangis Hem..."ujar Devin menenangkan Aksa dalam dekapannya.

"Nakal..hiks..A-abang..k-kakak..Gege hiks semuanya nakal"lirih Aksa

"Iya semuanya nakal nanti opa sama Daddy hukum oke?"ujar Graham membuat semua sepupunya membulatkan mata dan meneguk salivanya.

"E-eh dek kita bercanda loh"ujar bintang anak dari Frans yang baru datang.

"I-iya maafin kita yaa dek"

"Itu Abang abangnya minta maaf loh dek maafin Abang abangnya ya?"ujar Christa membujuk anaknya.

"I-iya hiks"lirih Aksa.

"pelukan dulu dong"ujar Zara sedikit menghibur,kemudian Leon membawa Aksa dalam gendongan koalanya, kemudian semua sepupunya memeluk erat kecuali..errr si dingin Zidan,Reza dan arka.

===

Acaran drama sore tadi sudah selesai baby Ken anak angkat dari Ivan sudah bangun,begitu pun mood Aksa sudah kembali. Saat ini mereka berada di gazebo yang terletak di taman belakang mansion Alexander.

"Jadi udah fix kalian bakal tinggal di sini?"tanya Devin terkecuali Ivan Dila,baby Ken dan Zidan mereka bukan keluarga Alexander mereka kerabat hanya kerabat dekat.

"Iya"jawab semuanya

"Wah adek bakal punya banyak temen dong"heboh Aksa dengan bertepuk tangan,semuanya hanya menanggapi dengan senyuman.

"Adek dulu sebelum di mansion tinggal dimana?"tanya opa

"DI LANGIT!"jawab Aksa dengan sedikit berteriak membuat semuanya menatap tajam anak itu.

"Hhe tren toktok itu opa..maaf deh gaulang lagi,dulu Aksa tinggal di panti"kekeh Aksa canggung.

"Huft.. opa maafin jangan sekali kali lagi"peringat opa.

"Iyaa"

"Duh laper deh gara gara liat muka bang Zidan dari tadi"celetuk Leon membuat Zidan menatapnya.

"Becanda ih natep nya Jan gitu"takut Leon membuat mereka tertawa lihat hanya dengan tatapan Zidan membuat nyali Leon menciut.

"Yaudah yaudah kita makan kebetulan baru siap tuh"ujar bunda Mela istri dari varo dan ibu dari Caca dan Reza.

"AYO KITA MAKAN"teriak mereka semua

Sesampainya di meja makan semuanya menatap makanan yang tersaji terutama ayam goreng favorit Aksa.

"Baby Ken makan bubur ya ma?"tanya Caca

"Ya iyalah kalo makan sambel yang ada mencret gimana sih gitu aja gatau"serobot Aksa.

"Ish..kan cuma nanya doang"kesal Caca

"Sudah sudah ayo kita makan sebelum makan kita berdoa,doa di pimpin opa"ujar Reza menengahi.

"Selesai"ujar opa setelah selesai berdoa.

Suasa hening karena itu peraturan mansion Alexander ketika makan dilarang berbicara kecuali baby Ken yang tak hentinya mengoceh.

"Mau tambah ayam lagi boleh?"tanya Aksa

"Mau paha apa sayap?"tanya Christa.

"Bahu sa baby biar bisa Sandar"ucap Aksa penuh penghayatan kemudian bersandar pada bahu Zara.

Pletak

"Ish! Bisa gak sih itu toktok toktok lu nya berhenti dulu!"kesal Zara dengan menjitak kepala Aksa.

"Adoh..sakit oncom ih"ujar Aksa dengan mengusap pelan kepalanya.

"Ck.makan lagi sa"dingin reza

"Iya,adek mau paha aja mom biar kaya Ipin"ujar Aksa dengan cengengesan.

===

Malam ini baby Ken beserta keluarganya pamit untuk pulang karena besok mereka harus menghadiri acara jadi mereka terpaksa pulang padahal masih betah terutama Ken yang sangat lengket pada Aksa.

"Bye dedek Ken nanti main sama Abang lagi"teriak Aksa melambaikan tangannya ketika mobil Ken melaju.

"Udah ayo sekarang masuk udara malam gak baik"ujar Reza kemudian menggendong Aksa ala koala,tinggi Aksa hanya sekitar 163cm sangat pendek jika di bandingkan keluarganya yang rata rata bertubuh tinggi 175 keaatas.

"Jangan gendong gendong terus Aksa masih punya kaki"ucap Aksa memberontak kecil tapi Reza menatapnya tajam membuat Aksa sedikit menciut kemudian membenamkan wajahnya pada perpotongan leher Reza.

"Abang sama kak Caca pindah ke sekolah mana?"tanya Aksa,Reza dan Caca memang kembar tak seiras usia mereka 17 tahun saat ini mereka kelas 3 SMA.

"Abang sama bang bintang pindah ke sekolah adek kalau kak Caca pindah ke sekolah kak Zara"ujar Reza mengecup pelan pipi berisi Aksa.

"Ish kalau bang reza pindah makin di kekang dah gua"suara heart Aksa.

"Besok bang bara abangnya bintang ke sini dek"ujar Zara setelah duduk di samping adiknya yang duduk di pangkuan Reza.

"Terus?"tanya Aksa

"Bang bara lebih kejam dari arka, bang Zidan dan bang reza loh"bisik Leon pada telinga aksa.

"Bilang apa barusan?"tanya Reza padahal dia masih dengar semua ucapan sepupunya itu.

"E-eh enggak..hoam ngantuk Leon tidur dulu ya bang,kak bye"ujar Leon berlalu menghindari Reza.

"Adek juga ngantuk"lirih Aksa kemudian memeluk Reza mendusel duselkan kepalanya pada dada bidang Reza.

"Abang mau bawa Aksa tidur,dan kalian stop nonton drakornya dan tidur"ucap Reza pada Caca dan Zara.

Semua anggota keluarganya sudah kembali ke kamar masing masing setelah mengantar keluarga Ivan.

===

HOHO VOTE

OH IYA MAU NANYA DONG AKU PUSING NIH LAGI MIKIR GIMANA KONFLIK NYA KALIAN BOLEH REQUEST LEWAT DM JUGAAA BUAT SARAN SARAN

OKE SEE YOU NEXT PART.

hopefully (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang