13

12.3K 1K 114
                                        

Sorry for typo 🦋
===

Aksa berlari lari di ikuti bintang dan Leon yang acak acakan karena tidur siang nya di ganggu kelinci gendut itu.

"Wlee gak kena!"ujar Aksa menghadap ke belakang menjulurkan lidahnya.

"HEH BOCIL AWAS LU YA!"teriak bintang

"Gak ken-"

Bruk

Aksa terjatuh menabrak sosok pria jangkung di hadapannya.

"Ish! Om kalau jalan liat liat Aksa jadi jatuh kan! Huaa mana sakit lagi"omel Aksa pada pria di hadapannya sedangkan Leon dan bintang mematung melihat orang yang di tabrak Aksa.

"Om gak ada niatan bantuin Aksa gitu?!"tanya Aksa yang masih duduk memandang wajah dingin pria itu.

"D-dek"lirih Leon menghampiri Aksa membantu anak itu berdiri.

"Abang..gege~ om itu jahat gak minta maaf diem terus kaya gak punya mulut ya?"polos Aksa membuat keduanya menciut.

"Dia siapa?"dingin bara,ya pria yang di tabrak Aksa adalah bara.

"I-ini Aksa bang..adeknya Leon"jawab Leon sedangkan Aksa sudah berada di gendongan bintang.

"Aksa?"tanya bara dengan raut datarnya.

"Apa?Aksa gak Nerima maaf dari om..Aksa masih kesel ayo bang Aksa mau ke kakak aja"cerocos Aksa pada bintang yang menggendongnya.

"Gak sopan. anak nakal harus di hukum"dingin bara dengan menyeringai membuat ketiganya merinding.

"Apa apaan ngehukum Aksa emang nya situ siapa?"tanya Aksa dengan sisa keberaniannya.

"D-dek itu bang bara"ucap Leon dengan pelan membuat Aksa seketika teringat ucapan Leon kemarin.

"Bang bara lebih kejam dari arka, bang Zidan dan bang reza loh"

Aksa meneguk ludahnya,menatap wajah bara yang semakin menatapnya tajam,matanya berkaca kaca dan bibirnya melengkung lucu.

"Hiks..daddy~"Isak Aksa lirih,sungguh dia sangat ketakutan melihat orang yang menatapnya setajam itu.

"Eh dek"kaget bintang tiba tiba Aksa menyembunyikan wajahnya di leher bintang dengan badan bergetar.

"Mau Daddy pokoknya mau Daddy hiks.."jerit Aksa ketakutan,tiba tiba semua keluarganya berdatangan karena teriakan Aksa.

"Hey jagoan Daddy kenapa?"tanya Devin mengambil alih badan Aksa.

"Om- om itu..hiks..nakal..mau hukum..hiks..Aksa"tunjuk Aksa pada pria yang masih menatapnya.

"Loh bara? Kapan kau datang?"tanya Devin

"Baru saja."singkat bara

"Hey boy jangan menatapnya seperti itu,baby Aksa ketakutan."dingin Riko ayah dari bara.

"Huft..maaf."singkat bara kemudian menarik tubuh Aksa untuk ia gendong tapi Aksa memberontak takut.

"Diam."dingin bara

"Hiks..hiks..t-takut dad~hiks adek gak mau sama om ini"lirih Aksa merentangkan tangannya pada Devin.

Devin hanya tersenyum dia tahu sifat bara dingin,kejam tak bisa di bantah tapi di satu sisi dia orang pertama yang sangat lengket pada si bungsu saat Aksa masih kecil sebelum insiden Aksa di culik.

"Stt..itu Abang adek anaknya papa Riko jangan takut ya"ujar Christa menenangkan.

Aksa sudah pasrah di gendongan Abang nya yang satu ini,dia menyandarkan kepalanya pada leher bara kemudian memejamkan matanya ketika tiba tiba kantuk menyerangnya.

hopefully (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang