15

11.3K 1K 103
                                        

Aksa pulang bersama Reza,suasana di dalam mobil begitu hening tak ada yang membuka pembicaraan,saat berada di lampu merah Aksa memaksa untuk turun agar dia bisa jajan di pinggir jalan.

"Abang! Itu mang pentol nya ih kelewat! Berenti~" Rengek Aksa menggoyang kan lengan Reza namun Reza tak peduli ia lebih memilih kembali menginjak gas.

"Gak baik jajan di pinggir jalan"ucap Reza tanpa mengalihkan pandangannya.

"Abang pelit! Pelit pokoknya Aksa marah!"kesal anak itu menatap kaca mobil dengan pandangan kesal bibir mengerucut dan tangan yang dilipat di dada.

Setelah sampai di mansion Aksa segera keluar tak mempedulikan Reza yang terus memanggilnya.

Brak

Aksa membuka pintu mansion dengan sedikit kasar membuat keluarganya terkejut.

"Astaga..sayang pelan pelan kalah buka pintu"omel christa tapi Aksa tak mempedulikannya Aksa lebih memilih mendekati Bara kemudian memeluknya dari samping.

Devin saat ini masih berada di kantor sedangkan bara sedang cuti kebetulan bara ada rencana mengajak adik bungsunya pergi ke mall, emm..btw hubungan Aksa dan bara semakin dekat mungkin karena Aksa yang terlalu manja kepada siapa saja.

"Kenapa?"tanya bara membalas pelukan adiknya.

"Apa?"tanya Aksa balik

"Kenapa mukanya kesel gitu?"tanya bara dengan sabar.

"Bang reza pelit! Aksa gak suka"kesal anak itu memonyongkan bibirnya kembali.

"Reza?"tanya Oma

"Adek tadi minta pentol yang di pinggir jalan Oma,tapi gak Reza turutin"jelas Reza.

"Ya bagus kalau gitu za"ucap Rista membuat Aksa tak terima.

"Kok gitu! Kenapa mommy dukung Abang bukan adek?"Rajuk anak itu

"Jajanan nya gak baik buat kesehatan dek"sahut Oma,semua keluarga laki lakinya sedang berada di luar kecuali bara.

"Dari dulu sampe sekaran sebelum Aksa ketemu kalian Aksa makan jajanan pinggir jalan gak sampe mati tuh."ucap Aksa sangat santai,Aksa sangat tidak suka pada keluarganya yang terlalu overprotektif ini.

"Dek."tegur bara dengan nada datarnya.

"Iya,maaf."ucap Aksa pelan takut kena hukum bara.

"Mau ikut Abang?"tanya bara

"Kemana?"

"Mall"singkat bara.

"Ikut!!"seru anak itu dengan heboh.

"Yaudah ganti baju dulu sekalian makan di luar nanti"ujar bara membuat Aksa mengangguk.

"Abang mau ikut?"tanya Aksa pada Reza.

"Enggak Abang mau kerumah Zidan dulu ada yang ketinggalan"jawab Reza

"Okedeh"ujar Aksa berlalu kekamar untuk mengganti baju.

===

Sesampainya di mall Aksa begitu heboh, sedangkan bara hanya bisa pasrah di tarik tarik kelinci super aktif ini.

"Abang mau itu!"

"Abang kesana ayo~"

"Abang kesini cepetan"

"Abang mau naik ini"

Bara sampai di buat pusing membawa titisan kelinci ini,mau ini lah itu lah gak di turutin bisa nangis di mall malu maluin.

"Abang mau-"

"Makan dulu ayo"potong bara melihat arlojinya ternyata melebihi waktu makan anak ini.

"Ish~ nanti aja mau-"

"Makan atau pulang!"lagi lagi ucapan Aksa terpotong nada datar bara.

"Iya"lesu Aksa

Bara pergi ke restoran ayam yang masih terletak di mall,Aksa yang awalnya begitu malas untuk makan seketika menjadi bersemangat ketika masuk di restoran favoritnya.

"Om cape gak?haus gak?"tanya Aksa pada badut berbentuk ayam sebelum masuk ke dalam restoran.

"Tidak tuan"jawab si badut ayam.

"Oh yaudah"ucap Aksa kembali menggandeng tangan bara kemudian memasuki restoran sedangkan si badut ayam hanya mengumpat dia kira Aksa akan memberinya minum eh ternyata Aksa hanya menanyai nya saja.

Bara geleng geleng melihat tingkah adiknya,oh iya hari ini bara dan Aksa full time tidak ada bodyguard yang menemani itu atas perintah Aksa karena katanya kalau ada bodyguard itu risih.

"Ini makan"ucap bara menyodorkan piring berisi nasi dan ayam,Aksa menerimanya dengan semangat.

"Yeay! Udah abis"ujarnya

"Yaudah yu pulang Abang juga udah abis"ucap bara menggandeng tangan Aksa yang langsung pergi ke meja kasir.

"Abang ke toko mainan dulu ya plis plis"ucap Aksa memohon membuat bara menghela nafasnya sebentar kemudian mengangguk.

Sesampainya di toko mainan Aksa begitu semangat kesana kesini untuk memilih.

"Mau ini aja"ucap Aksa mengambil pistol berisi peluru mainan yang mirip dengan peluru asli.

"Hm Abang bayar dulu"ucap bara kembali menarik tangan aksa,dia takut Aksa menghilang dari pandangannya karena yang ia tahu Aksa begitu aktif.

Di perjalanan Aksa tertidur mungkin efek lelahnya sedangkan bara yang menjadi supir pribadi Aksa hanya tersenyum singkat kemudian memakaikan selimbut yang selalu tersedia di mobil karena cuaca juga cukup dingin.

===

Malam hari setelah makan malam bersama Aksa begitu heboh menunjukkan mainan barunya,di keluarkan pistol besarnya dengan peluru yang begitu mirip dengan yang asli hanya saja ini terbuat dari karet.

"Abang ayo main!" Ujar Aksa dengan semangat membuat Leon,bintang dan Reza menghela nafas pasrah,anggota keluarga yang lainnya hanya memperhatikan mereka.

"Eh bentar Aksa ambil sesuatu dulu"ujar Aksa berlalu menuju dapur kemudian membawa tiga buah apel merah.

"Abang sama Gege berdiri cepet"ujar Aksa memerintah,ketiganya langsung berdiri Reza yang di kenal dingin pun sekarang kembali menghangat karena adiknya.

"Oke,jangan bergerak kalau bergerak adek marah pokoknya!"ujar anak itu memberi apel di kepala saudara saudaranya masing masing

"Jangan bergerak atau peluru ini kena jidat"ucap Aksa dengan postur menembak.

Sedangkan ketiganya berkeringat dingin oh ayolah walau pun pelurunya tak asli tapi tetap saja itu sedikit sakit.

Sedangkan keluarganya hanya tertawa melihat ketiganya yang pasrah apalagi muka bintang dan Leon yang ketakutan.

"Siap..Hanna Dul set"

Dor

Dor

Dor

"Yeay tepat sasaran!"bangga Aksa melompat lompat.

"Sekarang kalian jalan jalan cepet nanti Aksa tembak"ujar Aksa membuat ketiganya kaget.

"Adek-"

"Hiks..Abang gak mau nurutin Aksa?"ujar Aksa dengan mata berkaca-kaca dan bibir melengkung.

"Eh..eh iya i-ini mau kok yu jalan"ujar Leon gelagapan karena di tatap tajam semua keluarganya.

Ketiganya yang pasrah Hanya mondar mandir dengan apal yang terikat di kepalanya,sedangkan Devin yang melihatnya sedikit kasian.

"Besok aja dek main nya sekarang waktunya tidur"ujar Devin membuat Aksa cemberut.

"Ih kok tidur! Aksa masih mau main"ujar Aksa tapi Devin tak menghiraukannya, langsung saja Devin mengangkat Aksa ke gendongnya.

"Nanti Daddy kasih pistol asli buat nembak mereka dek"ujar Devin sebelum pergi bersama Aksa.

Sedangkan ketiganya yang asalnya mengucap syukur tiba tiba merasa petir menyambar.

===

DOUBLE NYA PANJANG NI WKWK

hopefully (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang