Karena Kai yang menjadi tulang punggung keluarganya, maka Kai dengan terpaksa harus menjadi seorang baby sitter. Tapi bukan merawat anak pada seusia pada umumnya. Melainkan dia harus merawat anak di usia 18 Tahun yang sepantaran dengannya.
Mampukah...
"Sehun sudah tidur?" tanya Yoona saat melihat Kai yang sudah menuruni tangga.
"Sudah, Nyonya," jawab Kai sambil menghampiri Yoona yang sedang duduk di sofa bersama suaminya.
"Gimana untuk hari ini? Kamu masih sanggup 'kan?" canda Donghae sambil menatap Kai.
"Kamu harus sabar ya, Kai sifat Sehun memang begitu," ucap Yoona tersenyum ramah.
Sebenarnya Kai tidak terlalu kesusahan untuk mengurus Sehun. Saat mengetahui alasan kesedihan anak tersebut, Kai jadi lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan anak itu. Yang menjadi tujuan pertama Kai adalah menjadi sosok sahabat untuk bayi besarnya tersebut.
"Iya, Tuan, Nyonya," jawab Kai.
"Kalo gitu saya pulang dulu ya, mau ambil pakaian serta ketemu keluarga saya dulu," ucap Kai meminta izin.
Yoona mengangguk. "Iya silahkan."
👶👶👶
Kai dengan wajah berbinar memasuki rumahnya. Setelah mengetuk pintu ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumahnya. Rasanya ia tak ingin meninggalkan rumah ini. Namun, apalah daya, demi mencari uang untuk pengobatan Ibunya, Kai harus bekerja.
Kedatangan Kai tentu disambut girang oleh keluarganya. Di sana juga sudah ada kehadiran Neneknya yang Kai sempat kabari tadi untuk ikut menjaga Ibunya.
"Aku pulang!!"
"Kai hyung!!" pekik Lisa memeluk erat tubuh sang Kakak.
"Kai, kamu sudah pulang, Nak?" Suara serak sang ibu membuat Kai langsung mendekat.
"Iya, Bu. Kai sudah pulang. Gimana keadaan Ibu? Apa ada yang sakit?" tanya Kai khawatir.
"Tidak, Nak. Ibu baik-baik saja," jawab Yuri.
"Nenek," sapa Kai sambil menyalami tangan Neneknya. "Maaf, Kai jadi merepotkan Nenek untuk jagain Ibu."
"Tidak, Sayang, tidak apa-apa," jawab Nenek Kim Sena -Nenek Kai-.
Sebelum Kai pulang ke rumahnya, ia mampir dulu membelikan makanan untuk keluarganya. Jadi sekarang mereka sedang menikmati makanan mereka terlebih dahulu. Sebelum Kai akan bercerita tentang pekerjaan barunya.
"Jadi kamu sekarang sudah jadi seorang baby sitter?" tanya Nenek Sena. "Berapa umur anak yang kamu jaga? Dia perempuan atau lelaki?" Lanjutnya.
"Dia lelaki, Nek. Dan kali ini berbeda. Maksud Kai anak yang akan Kai rawat bukan anak kecil." Kai menatap Nenek dan Ibunya bergantian.