5%

3.1K 287 23
                                        

Vote 🌠

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Vote 🌠

Comment 💬

Follow 👥

Typo Bertebaran!

______________________________________________________

"Eunnghh ...." Lenguh seorang pria yang perlahan sudah terbangun dari tidurnya.

"Syukurlah, Kai masih ada," gumam Sehun sambil menoel-noel pipi berisi Kai.

Jangan lupakan posisi tidur mereka yang masih dalam berpelukan. Kai yang merasa seseorang menyentuh pipinya sontak membuat tidurnya terganggu. Dengan perlahan ia membuka matanya. Dan yang pertama kali ia lihat adalah wajah imut nan lucu Sehun.

Sempat Kai ingin berteriak. Tetapi, karena kesadarannya sudah terkumpul, jadi ia mengurungkan niatnya. Kai hendak bangun, tapi Sehun malah semakin mempererat pelukan di tubuhnya.

"Hun, Kai mau bangun. Lepas dulu pelukannya, ya?" ucap Kai lembut.

Sehun menggeleng kepalanya kuat. Ia semakin menyembunyikan wajahnya di bawah ketiak Kai. "Sehun masih mau tidur Kai," jawab Sehun dengan suara seraknya.

Kai menghela nafasnya pasrah. Kai melirik jam di atas nakas yang baru menunjukkan pukul setengah enam. Mungkin jam segitu terlalu pagi jika ia sudah bangun. Lagipula tidak ada yang akan ia kerjakan bukan? Jadi lebih baik dia tidur sebentar, mungkin tidak masalah.

"Baiklah. Setengah jam lagi kita bangun, ya. Mama dan Papanya Sehun jam tujuh nanti udah mau berangkat. Jadi kita harus ikut nganterin mereka ke bandara," jawab Kai yang mencoba memberi penawaran.

"Hmm." Sehun hanya menjawab dengan gumaman pelan.

"Hun, gak capek peluk Kai terus, hmm?" tanya Kai sambil kembali mengelus lembut surai hitam Sehun.

"Nggak kok. Sehun malah nyaman-nyaman aja. Lagipula tidurnya juga nyenyak jika Sehun peluk Kai," jawab Sehun jujur.

Pipi Kai memanas. Bibirnya secara refleks terangkat membuat lekuk senyuman indah di wajahnya. Tangannya secara tak sadar langsung membalas pelukan Sehun dan mulai memejamkan matanya kembali. Sejujurnya Kai juga masih mengantuk.

⭐⭐⭐

Sekarang sudah tepat pukul enam pagi. Kai sudah terlepas dari pelukan Sehun dengan susah payah. Sekarang Kai sudah kembali ke kamarnya untuk segera mandi dan bersiap-siap.

Kai sedang menyisir rambutnya dengan rapi dengan poninya sedikit menutupi keningnya. Sungguh, jika Kai menyisir rambutnya seperti itu, ia akan terlihat manis.

Lalu segera ia kembali lagi menuju kamar Sehun untuk membangunkan King Baby-nya tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lalu segera ia kembali lagi menuju kamar Sehun untuk membangunkan King Baby-nya tersebut.

"Sehun, ayo bangun. Kita 'kan mau ke bandara nganter Papa dan Mamanya Sehun," ucap Kai sembari menggoyang-goyangkan bahu Sehun.

"Sehun, ayo cepat bangun!" ucap Kai lagi. Tetapi sang empu tetap saja bergeming.

"Sehun! Bangun cepat! Nanti kita bisa telat!" ucap Kai yang sudah setengah berteriak.

"Kai ... Sehun masih ngantuk. Bentar lagi, ya?" lirih Sehun dengan suara seraknya sambil kembali menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.

"Ck! Kai bakal marah nih, ya?" ancam Kai. Dan itu berhasil membuat Sehun langsung bangun dan mengerucutkan bibirnya kesal.

"Kai ... jangan marah. Iya Sehun bangun," ucap Sehun dan langsung menghampiri Kai yang sedang berkacak pinggang di depan pintu kamar mandi.

"Kai jangan marah. Sehun takut kalo Kai marah," ucap Sehun sambil memasang wajah sendunya.

"Ya udah. Ayo mandi, Kai udah siapin air hangatnya."

"Kai gak marah 'kan?" tanya Sehun.

Kai menggeleng sambil tersenyum. "Marahnya di pending dulu," ucap Kai. Sehun tersenyum bahagia.

"Kai, kita harus ya ikut nganter Mama dan Papa?" tanya Sehun sambil melepas bajunya membuat Kai melotot sempurna. Kai tak menghiraukan lagi pertanyaan anak tersebut. Ia langsung mengambil handuk yang berada di lemari dan dengan cepat menutup tubuh Sehun yang sudah bertelanjang dada.

"Sehun kenapa buka bajunya disini? 'kan bisa buka bajunya di kamar mandi aja," ucap Kai sambil menetralkan deru nafasnya yang sempat mendadak sesak.

"Memangnya kenapa, Kai?" pertanyaan polos tersebut membuat Kai rasanya benar-benar ingin membunuh Sehun sekarang juga. Sehun tidak tahu saja kalau tindakannya itu memancing jiwa ke iya-iyaan Kai muncul.

"Udah, gak usah dibahas. Lebih baik kamu masuk dan mandi. Cepat!" ucap Kai dengan mata melotot. Berpura-pura marah.

Sehun langsung ngacir masuk ke kamar mandi. Sedangkan Kai yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.

"Sabar, Kai. Kau harus sabar menghadapi bocah," ucap Kai pada dirinya sendiri. Tapi tiba-tiba Kai langsung menepuk jidatnya. "Ah iya. Bocah 18 Tahun maksudnya," lanjutnya.

⭐⭐⭐⭐

"Pagi Mama, Papa." ucap Sehun.

Lagi dan lagi sepasang suami-istri tersebut dikejutkan oleh kehadiran Sehun yang sudah duduk di meja makan untuk ikut sarapan.

"Sayang, kamu mau sarapan disini? Bersama Mama dan Papa?" Yoona menatap Sehun berbinar.

"Iya, Sehun mau sarapan bersama Mama dan Papa," jawab Sehun.

"Pintarnya anak Mama dan Papa," puji Donghae.

"Sayang, Mama dan Papa bentar lagi mau berangkat. Kamu gak papa 'kan kami tinggal?" tanya Yoona.

"Gak papa kok, Mah. Ini Sehun juga mau ikut nganter Mama dan Papa ke bandara," jawab Sehun sambil mulai meminum susunya.

"K-kamu mau ikut?" Donghae terkejut.

"Iya. Boleh 'kan?"

"Tentu!" jawab Donghae dan Yoona serentak.

⭐⭐⭐

Kini mereka sudah berada di bandara untuk mengantar keberangkatan Yoona dan juga Donghae. Suami-istri tersebut tentu merasa bahagia karena perubahan sifat Sehun yang sedikit demi sedikit menjadi lebih dewasa. Dan tentu saja itu terjadi karena masih di bawah tindak paksaan dari Kai.

Yoona memeluk Sehun erat sebelum mereka benar-benar berangkat. "Sayang, kamu baik-baik di rumah, ya?" nasehat Yoona sambil mencium kening Sehun.

"Iya, Mah," jawab Sehun kemudian beralih memeluk sang Ayah.

"Jangan nakal ya," ucap Donghae mengelus lembut bahu putranya tersebut.

"Mama dan Papa hati-hati ya," ucap Sehun.

"Ya sudah, Mama dan Papa berangkat ya," pamit Donghae dan diangguki ramah oleh Sehun.

Jika kalian tanya Kai dimana, ia sebenarnya juga ikut. Tetapi, ia hanya memilih diam karena ia yakin Sehun pasti akan melakukan seperti yang sempat ia perintahkan tadi. Dan benar saja anak itu melakukan apa yang sempat Kai ajarkan sebelumnya.

 Dan benar saja anak itu melakukan apa yang sempat Kai ajarkan sebelumnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Vote and Comment, Readers!

My Big Baby Boy | HunkaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang