1%

4.6K 347 4
                                        

Vote 🌠

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Vote 🌠

Comment 💬

Follow 👥

Typo Bertebaran!

_________________________________________________________

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, dan sekarang Kai sedang berada di kamar Sehun karena sedari tadi tugas Kai hanya menemani Sehun bermain. Rasa canggung dan tidak nyaman tentu dirasakan oleh Kai. Mengingat akan usia Kai yang sama dengan Sehun membuat ia merasa tidak enak jika berduaan saja.

Dewasa? Sehun jauh dari kata itu, bahkan anak itu mempunyai sifat yang setara dengan anak berumur tiga tahun. Yang ia kerjakan hanyalah main dan bermain. Kai jadi heran apakah anak itu sudah bersunat apa belum? Astaga, ayolah Kai jangan suka berpikiran yang melenceng. Ingat disini tugas kamu hanya mengurus bayi besar tersebut.

"Kai, Sehun pengen susu?" Kai yang sedang mengamati robot Ultraman refleks menoleh cepat kepada Sehun yang sedang duduk di atas kasur.

"S-susu?" ulang Kai.

Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai jawaban. Anak umur delapan belas tahun masih minum susu? Kai mengerjap-erjapkan matanya berulang kali, otaknya masih terlintas kata susu. Apakah ia meminum susu menggunakan dot bayi?

"Kai!! Kok kamu malah diam? Ayo Kai, Sehun pengen minum susu," rengek Sehun yang membuyarkan lamunan Kai.

"Eh, iya-iya bentar, Kai buatin dulu susunya, ya," ucap Kai yang segera beranjak dari tempatnya.

Saat hendak keluar dari kamar Sehun, Kai menghentikan langkahnya kala merasakan tangannya yang dipegang Sehun. Terkejut? Tentu saja. Gugup? Apalagi.

"Ada apa, hm? Katanya mau minum susu, ini Kai mau buatin dulu ke dapur," ucap Kai lembut sambil menatap Sehun bingung.

Sehun menggeleng, bibirnya ia majukan beberapa centi serta pipinya yang mengembung membuat kesan tersendiri buat Kai yang melihatnya. "Sehun mau ikut," ucap Sehun.

"Disini saja, ya, Kai gak lama kok," ucap Kai sambil mengelus puncak kepala Sehun. Namun, Sehun tetap menggeleng.

"Sehun mau ikut. Sekarang hanya Kai yang Sehun punya, jadi Sehun mau mastiin Kai gak akan pergi ninggalin aku."

Kai terdiam. 'Sebegitu kesepiannya kah anak ini?' batinnya bertanya

"Sehun, Kai janji gak akan pernah ninggalin Sehun," ucap Kai sambil mengelus lembut bahu Sehun. "Jadi tadi mau ikut, kan? Ayo kita turun buat susu," ajak Kai, dan Sehun mengangguk antusias.

👶👶👶

Kini Kai dan Sehun berjalan beriringan menuju dapur, dimana disana sudah ada dua pelayan yang sedang menyiapkan makan siang.

My Big Baby Boy | HunkaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang