Karena Kai yang menjadi tulang punggung keluarganya, maka Kai dengan terpaksa harus menjadi seorang baby sitter. Tapi bukan merawat anak pada seusia pada umumnya. Melainkan dia harus merawat anak di usia 18 Tahun yang sepantaran dengannya.
Mampukah...
Suara gemuruh yang ditimbulkan oleh hujan mengakibatkan suasana malam terasa lebih menyeramkan. Ditambah suara guntur dan juga petir yang bersambut-sambutan membuat seisi rumah menjadi sangat menakutkan.
Udara yang dingin membuat Kai harus terbangun dari tidurnya. Ia semakin menarik selimut tebalnya menutupi seluruh tubuhnya yang sudah terasa menggigil kedinginan. Tapi saat hendak memejamkan mata, tiba-tiba lampu rumah mati.
"Ternyata rumah ini bisa mati lampu juga," gumam Kai sambil merubah posisinya menjadi duduk.
Kai meraih air minum di samping nakasnya karena tiba-tiba saja tenggorokannya terasa kering. Ia menoleh ke jam weker di sampingnya yang masih menunjukkan pukul dua dini hari.
Karena mendadak teringat dengan Sehun, Kai beranjak dari kasurnya dan berjalan menggunakan penerangan senter dari ponselnya.
Namun, saat sudah hendak memasuki kamar Sehun, samar-samar Kai mendengar suara tangisan.
"Sehun?" panggil Kai.
Kai tentu saja terkejut saat melihat Sehun yang tengah duduk meringkuk sambil memeluk lututnya di sudut kamar. Tubuh anak itu gemetar ketakutan, membuat Kai bingung.
"Sehun, kamu kenapa?" tanya Kai dan berjalan mendekatinya. "Tenanglah, Kai ada di sini," ucap Kai sambil duduk mensejajarkan tubuhnya dengan Sehun.
Sehun yang tersadar itu adalah Kai langsung saja ia memeluk Kai dengan erat. Sebenarnya tadi saat Sehun terbangun karena suara gemuruh petir dan guntur, Sehun ingin langsung menghampiri Kai. Karena biasanya jika hujan lebat seperti ini akan berakibat mati lampu. Dan benar saja itu terjadi. Tapi belum sampai ia berdiri, ternyata lampu sudah mati duluan.
"Tenanglah, tidak apa-apa kok," ucap Kai sambil mengelus lembut bahu Sehun.
"Kai ... gelap itu jahat, dia mengambil semuanya, hiks," ucap Sehun dan semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Kai.
'Jadi dia takut gelap,' batin Kai.
"Kai ... jangan kemana-mana, ya? Sehun takut nanti gelap akan mengambil Kai, hiks," ucap Sehun yang masih menangis.
"Iya, Kai akan tetap di sini. Tenanglah, jangan menangis lagi," jawab Kai sambil menuntun Sehun untuk berdiri.
"Ayo berbaring lagi, sebentar lagi lampu akan menyala." ucap Kai sembari membantu Sehun untuk kembali berbaring dan menarik selimut menutup seluruh tubuh Sehun.