Karena Kai yang menjadi tulang punggung keluarganya, maka Kai dengan terpaksa harus menjadi seorang baby sitter. Tapi bukan merawat anak pada seusia pada umumnya. Melainkan dia harus merawat anak di usia 18 Tahun yang sepantaran dengannya.
Mampukah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⚠️ Ada sedikit bagian 18+ di chapter ini! ⚠️
♣♣♣
Ting!
Sebuah notifikasi masuk di ponsel Kai yang terletak di atas nakas, membuat sorot perhatian Sehun yang sedang berbaring di atas ranjang Kai melihat ke benda persegi panjang tersebut. Melihat Kai yang masih mandi di kamar mandi, membuat Sehun langsung saja meraih ponsel pengasuhnya. Lagipula jika Kai sudah melihatnya membuka ponselnya tanpa ijin, Kai tidak akan pernah marah. Memangnya kapan Kai marah kepadanya?
Kai-nya tidak akan pernah bisa marah padanya. Ya, Sehun tahu itu.
Karena ponsel Kai yang telah Sehun ketahui password-nya, langsung saja ia membuka sebuah pesan yang masuk di ponsel Kai.
+8212**** [Kai ini aku, Jimin. Save nomorku ya!]
Sehun yang membaca pesan tersebut tentu saja merasa geram. Berani sekali pria itu mengirimi Kai-nya pesan tidak berguna seperti ini. Jika saja pria itu ada dihadapannya, sudah pasti Sehun akan beradu tatapan tajam dengan Jimin. Ya, tentu saja Sehun tidak cukup berani untuk mengajak baku hantam, bukan? Sehun tidak memiliki otot-otot yang besar seperti milik kakaknya, Chanyeol.
Tanpa membalas pesan tersebut, Sehun langsung memencet ikon panggilan suara. Disaat di layar tertulis berdering sudah berubah menjadi deretan waktu, dengan sekali tarikan nafas Sehun langsung mengucapkan apa yang ia memang ingin katakan.
"JANGAN GANGGU PACARKU!!! JANGAN SUKA NGIRIM PESAN JUGA KARENA HABIS INI AKU AKAN MEMBLOKIR NOMORMU!!!"
Tutt! Panggilan berakhir.
Jimin yang diseberang sana hanya bisa menggosok telinganya berdengung. Kenapa lagi-lagi dia harus salah waktu seperti ini.
"Ya Tuhan!! Makhluk apa itu?!" monolog Jimin sambil menatap ponselnya.
''Siapa sebenarnya laki-laki berwajah childish itu? Apa dia benar-benar pacarnya Kai? Jika iya, posesive sekali. Aku ingat bagaimana tatapan tajamnya itu."
Kai yang baru keluar dari kamar mandi tentu saja bingung melihat ekspresi Sehun. Dada anak itu naik turun mendadak bahwa dia tengah marah besar, ditambah lagi dia sedang memegang ponsel miliknya.
Tatapan tajam dengan bibir yang ikut dimajukan beberapa centi itu kepadanya sungguh membuat Kai keheranan. Ada apa dengan KingBaby-nya tersebut.
'Entah kesalahan apa yang telah aku perbuat padanya hingga dia menatapku seperti itu,' batin Kai.
Dengan handuk yang masih membungkus area pribadinya, Kai berjalan mendekati Sehun yang sekarang sedang meremas-remas kuat ponsel miliknya.
"Kamu kenapa?"
Sehun tidak menjawab, tapi dia masih saja menatap Kai tajam.