Ryujin menatap geram pada Jeno yang sedang berselonjoran ditempat tidur miliknya sambil bermain game sejak tadi pagi. Jeno bahkan terus menerus menyuruh Ryujin mengambilkannya makanan atau membuatkannya minuman. Benar-benar definisi orang mager. Lee mager Jeno.
Ryujin sebenarnya bisa saja menolak perintah Jeno, tapi sayangnya dia masih sayang pada nyawanya.
"Sampai kapan lo bakal selonjoran gitu dikamar gue?" Tanya Ryujin dengan nada sinis.
"Kenapa? Lo ngga suka?" Balas Jeno. Nada suaranya mungkin terdengar santai tapi tatapannya pada Ryujin benar-benar tak santai. Matanya seolah-olah bisa mengeluarkan leser yang bisa membunuh siapapun.
"Bu-bukan gitu, ma-maksud gue lo ngga bosen gitu tinggal dikamar gue?"
"Lo ngode buat diajak jalan?"
"Ck' salah ngomong lagi gue!" Batin Ryujin
"Bukan gitu juga maksud gue"
"Ganti baju!, gue tunggu dibawah" Memang oknum Lee Jeno ini selalu seenaknya saja.
Ryujin hanya menghela napas pasrah. Lalu segera mengganti pakaiannya setelah Jeno keluar dari kamarnya.
✧༝┉•°⋆✦𝖙𝖗𝖔𝖚𝖇𝖑𝖊✦⋆°•┉༝✧
"Lo mau kemana pakai pakaian rapi gitu?" Ryujin menatap Jeno tak percaya saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan pemuda itu.
Jelas-jelas Jeno lah tadi yang menyuruh Ryujin untuk berganti pakaian. "Kan lo tadi yang nyuruh gue ganti pakaian anjir!"
Kepada siapapun yang berkenan tolong sumbangkan kesabaran anda kepada Ryujin.
Ryujin yang melihat Jeno semakin mendekat seketika merasa gugup dan was-was "Eh... i-itu, lo kan ta-tadi nyuruh gue ganti baju, te-terus lo bilang mau ke-keluar kan"
Jeno tersenyum puas saat mendengar suara Ryujin yang ketakutan. "Jangan pakai rok"