B O Y F I E
Bang YedamAku tersenyum kecut melihat goresan tinta di papan tulis yang menyatakan aku mendapat hasil vote lebih banyak dibandingkan Soyeon.
Semua gorden di kelasku ditutup, ditambah dengan keheningan yang mendominasi suasana diantara kami ber-duapuluh delapan, membuat suasana menegangkan sejak satu jam lalu belum juga menghilang.
"Udah, emang gue yang harus tanggung jawab," kataku membuat semua orang menoleh padaku. "Jangan lihatin kayak gitu, dong. Kalian jadi kelihatan nyesel udah ngekauin voting kalau kayak gini."
"Lo nggak apa-apa?" Soojin berbisik padaku.
"Bohong sih kalau gue bilang nggak apa-apa. Tapi yaudah. Gue juga nggak mau memperpanjang masalah."
Untungnya, bel istirahat segera berbunyi. Aku beranjak dari dudukku, berkata akan pergi ke kantin. Sepertinya setelah itu, teman-teman sekelasku juga berangsur-angsur membubarkan diri.
Aku sengaja mengambil jalan memutar agar tidak melewati kelas Yuqi dan berpapasan dengannya. Aku ingin sendirian.
Akhirnya, aku mengurungkan niat untuk pergi ke kantin, lalu membelokkan langkahku ke toilet.
Setelah mengunci pintu bilik, aku menutup dudukan toilet dan memposisikan diriku senyaman mungkin.
Aku membuka ponselku, kemudian mengecek aplikasi e-banking milikku. Aku sangat terkejut karena saldoku hanya tersisa sejumlah yang aku perkirakan untuk mengganti kerusakan baju sewa Asahi.
Itupun aku belum menarik uang sakuku dan Junghwan untuk dua minggu kedepan. Biaya makan, biaya listrik, dan kebutuhan darurat sampai akhir bulan untuk kami berdua juga belum termasuk.
Kalau mau mengambil lagi dari tabungan tinggalan Ayah, tentu saja aku tidak bisa melakukannya.
Aku tidak boleh menarik uang dari tabungan Ayah lebih dari nominal perbulan yang sudah kutentukan. Aku harus menghemat sumber penghidupan itu sampai aku bisa menghasilkan uang sendiri.
Menghubungi Mama lalu meminjam atau meminta uang padanya? Tidak mau.
Iya, egoku memang sangat tinggi jika itu berkaitan dengan masalah keuangan, atau Mama.
Lalu aku harus bagaimana?
Part time? Untuk melamar part time disini, dengan usia sekolah menengah, tidak semudah yang selalu ditampilkan didalam drama korea.
Ting! Suara notifikasi dari aplikasi pesan di ponselku membuyarkan lamunanku.
Haruto Kak.
Helen Ya?
Haruto sent a picture
Haruto Kompetisi makan samyang, tempatnya di depan Galeria Mall. Lo mau ikutan, Kak?
Haruto Lo suka samyang atau makanan pedas, kan?Helen Wow, buat hari ini ya?
Haruto Iya.
Haruto Gue juga mau ikutan.
Haruto Hadiahnya kayak anniversary sekolah kemarin. Lumayan, kan? Kalau gue yang menang, bisa beli sneakers ga tuh?Helen Wih, iya. Gede juga.
Helen Detailsnya apa lagi, To?Haruto Setahu gue, dibuka untuk usia limabelas tahun keatas, udah itu aja. Yg jelas harus tahan pedas.
Haruto Tiga bungkus samyang yg warna ungu itu, yg katanya pedes banget.

KAMU SEDANG MEMBACA
boyfie •bang yedam
FanfictionThere is no way for me to 'unlove' him. -Helen Started 18 September 2020