twenty eight

172 26 1
                                    

Yedam Le, lagi apa?

Helen Les sama Kak Hanbin.
Helen Kenapa?

Yedam Mau kesana.

Helen Oh, oke. Ini lesnya setengah jam lagi selesai.

Yedam Okey.
Yedam Mau dibawain apa?

Helen Hm...
Helen Mau dibawain pacar aku yang ganteng.

Yedam Hahaha.
Yedam Iya nanti dibawain pacarnya kamu.

"Siapa? Pacar?" tanya Hanbin penuh selidik.

"Iya."

"Besok lagi saya sita ponselnya selama pelajaran atau gimana ini enaknya?"

Aku kontan meletakkan ponselku, lalu meringis. "Hehe, maaf, Kak. Nggak lagi deh."

"Udah berapa lama?"

"Nggak mau sebut ah, Kak. Pamali tahu."

"Maunya langgeng ya? Dasar anak muda."

"Yaiyalah, Kak. Emangnya siapa orang pacaran yang mau hubungannya cepat kandas?"

"Saya," jawab Hanbin cepat. "Lagi nunggu diputusin tapi nggak putus-putus. Pacar saya maunya chatting setiap hari, telepon, minta ketemuan mulu. Padahal saya punya kegiatan sendiri juga, nggak mungkin bisa ngeladenin dia setiap menit. Untuk sementara, saya ghosting deh biar dia kesel terus minta putus."

"Nanti nyesel, loh, Kak."

"Nggak. Saya emang nggak klop sama dia sepertinya. Cukup curcolnya, yuk kerjakan lagi." Hanbin mengetuk-ngetukkan spidol pada mini whiteboard miliknya. Memintaku untuk kembali fokus dengan angka-angka di kertas soalku.

Kalau penasaran apa yang Hanbin ajarkan padaku, dia mengajarkan matematika dan bahasa inggris. Materinya lumayan basic. Namun, tentu saja berbeda dengan pelajaran biasa di sekolah. 

"Kak, daftarnya nggak bisa pakai jalur SNM, ya?" Aku bertanya demikian pada Hanbin meski sudah tahu jawabannya adalah tidak.

Tentu saja Hanbin menertawaiku. "Nggak dong. Kenapa memangnya?"

Aku menghela napas. "Kayak sayang aja kalau aku nggak ambil kuota SNM sama sekali, Kak."

"Lebih sayang lagi kalau nanti kamu masuk ke universitas karena keterima lewat jalur SNMPTN, tapi prodinya nggak sesuai sama keinginan kamu. 

Kuliah itu buat apa, Le? Buat mengembangkan keterampilan, dan pengetahuan di bidang yang kamu inginkan. Artinya, kamu dikasih kesempatan untuk memilih, mau ngembangin bidang apa yang kamu minati. 

Beda sama SD-SMP-SMA yang mewajibkan kamu mempelajari semuanya. Meskipun ada mapel yang kamu nggak suka juga tetap harus kamu pelajari, kan?" kata Hanbin panjang lebar.

Aku diam tak menanggapi Hanbin. Semua poin yang dikatakan Hanbin benar, aku tak akan mengelak. Aku memiliki ketertarikan kuat di bidang mode atau fashion, aku akan sangat senang jika dapat melanjutkan studiku ke bidang yang berfokus pada hal tersebut. 

Tapi aku juga suka bahasa. Beragam prodi bahasa tersedia di universitas negeri yang bisa membuatku menggunakan kuota SNMPTN. Aku pun merasa aku akan tetap enjoy jika nanti mengambil prodi bahasa. Selain itu, aku-pun bisa menggunakan peruntunganku untuk masuk di universitas yang sama dengan Yedam.

Yedam menjadi salah satu poin penting untukku.

Seakan bisa membaca pikiran, Hanbin bertanya dimana pacarku bersekolah sekarang. Aku menjawab bahwa Yedam merupakan mahasiswa di salah satu universitas negeri terkenal di Jakarta. 

boyfie •bang yedamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang