Bagian dua puluh dua

1.5K 138 14
                                        


Yosh...

Mimi kembali Yo....

Langsung aja nde...

******

Sudah seminggu sejak kelahiran Kim Taemin. Jimin pun sudah diperbolehkan untuk pulang. Apartemen yang dulu sepi kini menjadi ramai dan sedikit ricuh, contohnya hari ini, keluarga kecil itu kedatangan tamu yang lumayan banyak, dari keluarga Kim, keluarga Park, keluarga Min, juga keluarga cafe dimana Jimin tinggal saat pelarian, para sahabat Taehyung maupun Jimin pun tak mau kalah.

Semua saling berbicara, saling mengenal, saling curhat bahkan para ibu-ibu asik dengan menggibah mereka.

"Yeon..mereka sangat berisik, Taemin gak bisa tidur...kau bisa katakan pada mereka untuk mengecilkan suara??" Jimin satu-satunya yang kesal dengan para tamu. Karena suara mereka membuat Taemin rewel dan susah tidur, padahal bayi itu sudahlah mengantuk.

"Em..bisa eon, sebentar nde..." Yeonjun keluar dari kamar Jimin dan tak lama pintu terbuka, Jimin mengira Yeonjun yang masuk

"Sudah Yeon...ehhhh" Jimin menatap seseorang yang memasuki kamarnya

"Emm.. Yeonjun mengatakan kalau kau memanggilku, Jimin-ssi..ada apa???"

"Yeonjun apa-apaan sih...!!!! Kenapa malah memanggil Taehyung!!!" Gerutu Jimin dalam hati

"Bu-bukan, aku memesankan pada Yeonjun u-untuk mengecilkan su-suara, Taemin tak bisa tidur.." ujar Jimin dengan gugup

"Hemmm..arraseo.." Taehyung langsung keluar dari kamar meninggalkan Jimin dan sang baby. Lalu namja Kim itu berjalan mendekati para tamu yang terlihat sangat heboh itu

"Anak aku tak bisa tidur, suara kalian terlalu mengganggu. Bisa kecilkan suara?? Atau kalian bisa menggunakan kertas dan pulpen untuk berbicara..atau kalian bisa pakai telepati" Taehyung menatap para tamu dengan tatapan lucu

"Kami kecilkan volume aja, Tae..iya kali mau ngomong harus main tulis.. merepotkan tau gak..dan apa tadi telepati???? Huh kau terlalu supranatural.." Mingyu buka suara dan diangguki oleh yang lain. Dan benar saja, tak ada suara ribut lagi dan bisa dipastikan Taemin akan tertidur lelap dan Jimin bisa beristirahat dengan tenang

"Yeon..kenapa berbohong??" Tanya Taehyung dan membuat yang lain menatap keduanya

"Berbohong gimana???" Jungkook buka suara

"Yeonjun mengatakan kalau Jimin noona memanggil ku, ternyata bohong. Wae???" Yeonjun hanya bisa mengulum senyum

"Sengaja oppa, aku heran aja kalian bisa saling diam disaat kalian tinggal disatu atap...aku ingin kalian berinteraksi.." jawab Yeonjun. Taehyung meminta Yeonjun untuk memanggil nya oppa.

"Kami sudah biasa seperti itu, Yeon.." jawab Taehyung

"Tapi tak mungkin kalian teruskan, Taehyung-ssi. Kalian sudah menjadi orang tua sekarang, apa kalian akan mengajarkan anak kalian untuk tak saling berbicara???" Soyeon bertanya pada namja Kim itu

"Benar yang dikatakan soyeon, kalian sudah waktunya untuk memulai semuanya..demi Taemin" ujar Ny. Kim

"Mau aku kasih ide, oppa???"

"Apa Yeon, katakan.." bukan Taehyung yang semangat melainkan para keluarga dan sahabatnya.

"Em.. Jimin eonni suka mengajak sungwoon oppa untuk duet memasak di cafe, dia sering memasak dan kebetulan sungwoon oppa ini mentor Jimin eonni..Tae oppa bisa mencobanya.. memasak bareng... um..um.." Yeonjun tersenyum lucu

"Jiminie sudah bisa memasak??" Ny. Park menatap Yeonjun lekat

"Sudah nyonya... Jimin eonni itu sangat tekun, dia tak akan berhenti jika belum berhasil. Hanya saja Jimin eonni harus di ajari dengan lembut dan penuh kesabaran..." Ny. Park menatap Yeonjun dengan tatapan malu, dirinya tak mengenal sifat putrinya sendiri

NoonaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang