Yoshhh... Mimi kembali lagi
.
Happy reading
Sret...
Tangan Jimin ditarik lembut oleh seseorang dari belakang tubuhnya.
"Aku antar ya Sunbae, aku tak ingin terjadi sesuatu dengan keadaan seperti ini.." Jimin hanya bisa pasrah saat Yoongi membantunya memasuki mobil milik yeoja bermarga Min
Tak ada suara yang terdengar dari kedua yeoja itu, bahkan sampai di apartemen dengan telaten nya Yoongi membuatkan air hangat untuk Jimin. Sejak tadi yeoja mungil yang mungilnya sama dengannya menangis dan itu sudah pasti membuatnya lelah.
"Sunbae... perkataan tadi mungkin hanya karena emosi, setiap orang tua yang sedang marah pasti akan berbicara tanpa dikontrol. Bukan cuma orang tua saja. Bahkan kita yang muda ini juga seperti itu.
Isakan lirih terdengar kembali dari bibir Jimin. Dan itu membuat pilu hati Yoongi.
"Nan oeotteke...hiks..hiks.."
"Sunbae, uljima..kasian anak kalian, sejak tadi sunbae terus menerus menangsi.." Yoongi menatap Jimin dengan tatapan sedih.
"Aku harus bagaimana yoong, kenapa..kenapa disaat aku mulai menerima nya. Keluarga bahkan sahabat ku menginginkan aku dan dia berpisah..wae??? Yoong..wae??? Apa salahku sebesar itu??? Apa hukuman yang harus aku jalani harus seberat ini.." Yoongi menatap Jimin dengan lekat
"Aku merindukan nya..aku merindukan Taehyung, aku merindukan suaranya yang selalu bercerita pada anak kami setiap ia masuk ke kamar ku dengan diam-diam ditengah malam. Aku merindukan perlakuan nya yang mengecup perut ku dan keningku. Setiap dia pergi bekerja, aku selalu berusaha untuk masak. Tapi aku tak pernah nah berikut hasil, hasil makanan ku bahkan tak layak dimakan oleh anjing..., Tak mungkin aku memberikan masakan ku itu padanya...hiks..hiks..aku harus apa, Yoong???" Yoongi terperangah mendengar semuanya.
Mereka telah salah menilai Jimin, dan mereka telah salah membuat kedua nya tersiksa seperti ini. Dan Yoongi kini tau alasan kenapa Jimin enggan untuk melakukan semua itu. Karena kegagalan yang membuat dirinya takut untuk belajar.
"Sunbae, aku tau kalau semua perkataan orang tua kita itu mutlak dan susah untuk kita bantah, ditambah yang mereka lihat hanya kesalahan yang kita terbuat dan itu terlihat jelas didepan mereka. Langkah yang harus kita lakukan itu hanya mengubah pandangan mereka akan kesalahan yang pernah kita lakukan. Kita harus memperbaiki kesalahan itu dan membuatnya menjadi hal yang diterima oleh mereka..." Ujar Yoongi
"Langkah pertama sebelum mengubah pandangan mereka. Kita harus mengubah pandangan Sunbae pada Taehyung oppa. Sunbae harus bisa mengubah semuanya agar berjalan dengan semestinya. Sunbae bisa belajar perlahan menerima Taehyung oppa sebagai suami dan juga ayah dari baby didalam kandungan Sunbae. Sunbae juga bisa mulai belajar untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh seorang istri.. tak perlu kita perlihatkan secara gamblang, pada mereka. Cukup kita melihat mereka yang mendapati perubahan di dalam diri Sunbae.." ujar Yoongi panjang lebar
"Apa-apa aku harus melakukan.itu semua, Yoong??" Yoongi mengangguk
"Ya..mungkin dengan menyambut Taehyung oppa setiap Dumai Sunbae itu pulang kerja atau pulang kuliah..cukup katakan, selamat datang..itu sudah cukup" ujar Yoongi
"Ta-tapi aku takut dia..dia risih Yoong" Yoongi paham dengan keadaan Jimin.
Sret...
KAMU SEDANG MEMBACA
Noona
FanficTaehyung yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Dengan sangat percaya diri. Namja Kim itu menyatakan perasaannya dan berakhir dengan penolakan juga tatapan penuh kebencian, membuat dirinya menyesal akan perkataan nya sendiri Dihindari oleh 'dirin...
