Bagian sebelas.

1.2K 118 35
                                        


Yoshhhh....

Mimi datang kembali...

Langsung aja lah ya...

Happy reading

Kandungan Jimin, sudah berjalan lima bulan. Masa ngidam sudah berkahir. Jimin juga memutuskan untuk cuti kuliah. Dirinya bukan malu dengan kehamilannya, toh ia memiliki suami yang sah. Bukan hamil diluar nikah. Walau dirinya tak menginginkan kehamilannya ini. Dirinya hanya merasa mudah lelah jika harus kuliah disaat dirinya sudah membawa bayi yang sudah memiliki bentuk yang lengkap didalam rahimnya.

Bicara soal suami, Taehyung adalah suami idaman semua orang. Dirinya akan selalu siaga setiap Jimin menginginkan sesuatu tak melihat apakah itu pagi, siang, malam bahkan dini hari. Taehyung akan selalu sedia setiap Jimin menginginkan sesuatu

Masa ngidam sudah ia lewati saat kandungan nya berusia empat bulan, dengan keinginan yang tak bisa dia terima dengan akal sehatnya saat itu.

Saat itu, saat kandungan memasuki awal bulan keempat. Hormon Jimin melonjak tinggi. Dirinya merasa kelabakan jika manik bulan sabitnya tak menemukan Taehyung, jika hidung mungilnya tak mencium aroma Taehyung.

Dirinya akan selalu mengekori Taehyung. Membuat namja Kim itu sedikit bingung.

Flashback

Jimin selalu akan merasa kegirangan hanya dengan mencium aroma tubuh Taehyung, tapi karena gengsinya yang terlalu tinggi, membuat Taehyung bingung sendiri.

Jimin akan mengekori dirinya, kemanapun Taehyung berjalan. Dan setiap Taehyung bertanya. Makan diam akan menjadi senjata andalannya. Membuat Taehyung hanya bisa menghela nafas

Saat itu tepat hari Minggu. Semua sudah diselesaikan oleh Taehyung. Dan dirinya memutuskan untuk bersantai dengan duduk selonjoran di karpet sambil menonton televisi.

Tapi kegiatan bersantai nya itu tak bertahan lama karena Jimin yang duduk tak jauh darinya itu terlihat curi-curi pandang kearahnya.

Sret...

"Apa yang kau inginkan Jimin-ssi??? Apa ada sesuatu yang ingin kau makan??" Tanya Taehyung pada akhirnya. Namun Jimin malah menunduk dan menautkan jari-jarinya. Bibirnya terkunci rapat.

"Atau, apa ada tempat yang ingin kau kunjungi???" Jimin lagi-lagi diam membuat Taehyung menebak-nebak apa kiranya yang diinginkan oleh yeoja Park ini.

"Katakan saja kalau kau menginginkan sesuatu, jika kau tak mau berbicara denganku kau bisa menuliskannya di kertas.." Taehyung tak kehabisan akal agar Jimin mau mengatakan apa yang yeoja itu inginkan

Tapi, tak juga di gubris oleh Jimin. Membuat Taehyung mengambil jalan nekat. Dia tak perduli jika Jimin akan marah padanya. Taehyung berjalan mendekati Jimin, lalu berjongkok dan menatap Jimin yang ternyata membalas tatapan nya. Tatapan yang membuat Taehyung merindu. Tatapan intens dari seorang Park Jimin.

Disaat itulah Jimin bergerak spontan..

Chup..

"Emmhhhhhh..." Jimin meraup bibir Taehyung, dengan tiba-tiba, juga melumat bibir itu dengan rakus. Taehyung hanya bisa terdiam memproses kejadian yang menimpa dirinya dihari Minggu pagi menjelang siang ini.

Ciuman Jimin sangatlah berantakan. Dan saat Jimin ingin melepaskan nya, disaat itulah Taehyung menekan tengkuk Jimin dan melumat bibir plumpy itu. Melumat, menjilat dan menghisap membuat Jimin melenguh nikmat.

NoonaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang