-Twenty Five-

1K 156 64
                                        

Setelah kejadian kemarin, Lucas memutuskan untuk kembali bersekolah. Apa yang dikatakan Athanasia benar, Lucas tidak boleh terlalu terlarut dalam kesedihan.

Lucas memang masih merasakan sakit hati ditinggal Ayahnya, tapi sebisa mungkin ia memendam perasaan itu dalam-dalam.

Dan di sinilah sekarang dirinya berada, duduk berhadapan dengan pujaan hatinya di kantin sekolah.

Kecanggungan menyelimuti mereka berdua. Tidak, hanya Lucas yang merasa canggung karena kemarin ia menangis di pelukan gadis itu.

Sedangkan Athanasia dengan polosnya memasukkan potongan besar kue coklat ke dalam mulutnya. Mengakibatkan noda selai mengotori sekitar bibirnya.

Lucas dengan cekatan membersihkan bibir Athanasia dengan sapu tangan.

"Mwakasih nyam nyam nyam.."

"I-iya"

Keheningan kembali terjadi. Hanya suara Athanasia yang mengunyah makanan dan suara orang lain di kantin itulah yang memasuki indra pendengaran keduanya.

Athanasia meminum es teh hangatnya melalui sedotan.

"Lucas, kita udahan aja ya."

"Ha?!" Lucas membelalakkan matanya. Kaget mendengar penuturan gadis itu. Secepat inikah hubungannya berakhir?

"Kamu sukanya makan beng-b*ng langsung. Papaku sukanya makan beng-b*ng dingin. Maafin aku🥺"

Setelahnya wajah pemuda dengan surai hitam itu berubah datar.

"Beng-b*ng memang satu~ makannya yang beda~"

Ingin rasanya Lucas mengajak gadis di hadapannya baku hantam kalau saja dia tidak ingat sedang berada di kantin yang penuh dengan keramaian.

"Beng-b*ng empat kelezatan dalam sekali gigitan."

"Asem, gua kira putus beneran anj. Ternyata cuma iklan." Ucap Lucas kesal.

"Ya elu sih dari tadi diem mulu gak kek biasanya."

'Eh biasanya emang nolep, ya?' lanjut Athanasia dalam batin sembari mengingat.

Lucas tersenyum tipis yang nyaris tidak terlihat seperti sebuah senyuman. Athanasia, gadis di hadapannya ini selalu tau cara untuk menghilangkan kecanggungan dalam suatu obrolan.

"Abis ini masuk, mau bolos?" Tawar Athanasia.

"Ya, kita jalan-jalan naik motor."

Athanasia tertawa kegirangan. Untungnya hari ini Lucas berangkat ke sekolah dengan motor, jadi mereka berdua bisa berkeliling kota menggunakan motor sembari menikmati hembusan angin.
.
.
.

Setelah memastikan tidak ada yang melihat mereka, motor yang dinaiki Lucas dan Athanasia perlahan melaju ke jalanan.

"Hahahaha!!" Athanasia tertawa begitu laju motor Lucas bertambah cepat hingga rambut keemasannya berkibar di udara.

Pemuda di depannya bisa melihat kekasihnya yang tertawa girang melalui kaca spion. Senyuman sudah tidak dapat ditahan lagi. Lucas ikut tertawa gembira bersama gadis itu.

'Ayah, di sini aku bahagia. Jangan khawatir'

"Tambah kecepatan, nona?" Tanya Lucas sembari melirik kaca spion. Memperhatikan wajah cantik Athanasia yang sudah seperti peri.

"GAS LAH, ANJ**G!!!"

Lucas terkekeh dan menaikkan kecepatan motornya.

---

COUPLE [SIBAP Fanfiction]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang