Sudah 2 jam lamanya Athanasia, Lucas dan kawan-kawan terjebak di atas pohon karena ada babi hutan.
Athanasia kini sudah tidak sepanik sebelumnya karena babi hutan itu sekarang tengah menyeruduk pohon yang dinaiki Claude.
Gadis itu justru tertawa terbahak-bahak melihat nasib sial yang didapatkan sang Ayah.
Claude menatap tajam babi hutan itu, tapi dilain sisi ia terlihat tenang.
Felix melihat babi hutan itu dengan tatapan iba. Babi seimut itu haruskah menghabiskan waktu 2 jam untuk menyeruduk pohon? Apakah ia tidak lelah?
Lucas yang awalnya merekam Athanasia kini beralih untuk mengabadikan momen calon mertuanya.
Jennette tengah menikmati pemandangan dari atas pohon. Yah walaupun yang ia lihat hanya pepohonan, semak-semak dan tanah, tapi setidaknya ia bisa merasakan kesejukan dari angin yang berlalu.
Ijekiel yang tidak mengerti kondisi bisa-bisanya tertidur di atas pohon.
Beberapa menit setelah itu babi hutan menyerah. Ia berjalan menjauh dan menghilang di balik semak-semak.
Kelima orang itu menghela napas lega. (Ingat! Ijekiel tidak dihitung karena dia ketiduran)
Athanasia yang meloncat paling pertama. Meloncat dari pohon dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. Tenang, ia baik-baik saja karena sudah terlalu sering bolak-balik naik turun pohon saat emaknya--Diana mengejar Athanasia sembari membawa sendal karena memecahkan taperwer.
Lucas yang melihat Athanasia turun pun ikut turun. Begitu pula Claude, Felix dan Jennette.
"HUAHAHAHAHA Selamat tinggal babi t*lol gak ada otak! Akhirnya aku bebas!!" Ucap Athanasia.
Lucas menepuk-nepuk pakaiannya guna membersihkan debu-debu. Ia meraih botol minum di tas ranselnya dan meminumnya.
"Hah~~ segar" ucapnya seraya menirukan iklan iklan minuman di televisi.
Srek srek
Suara itu berasal dari semak-semak yang tadi dilalui babinya. Serempak kelimanya menoleh ke sana.
"Babinya bawa genk nya baj*ngan" gumam Lucas.
Di hadapan mereka, tiga ekor babi tengah mengambil ancang-ancang untuk berlari. Salah satu dari ketiganya adalah babi yang tadi bersama mereka.
"Dalam hitungan ketiga, kita harus berlari bersama sekencang-kencangnya dan mencari tempat aman" ucap Claude.
"TIGA!!" Athanasia langsung lari sekencang-kencangnya tanpa mempedulikan orang-orang yang terbengong-bengong melihat tindakannya.
Hal itu mengakibatkan babi hutan ikut berlari mengejar mereka. Tanpa banyak berpikir, Lucas, Claude, Felix dan Jennette berlari menyusul Athanasia.
Mereka melupakan ada satu hal yang tertinggal.
Ijekiel.
Pemuda itu terbangun ketika mendengar jeritan Athanasia. Matanya mengerjab-ngerjab mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk.
Hal pertama yang ia ketahui setelah kesadarannya kembali seutuhnya adalah ia masih berada di atas pohon dan kenyataan menyakitkan bahwa dirinya sendirian.
"Asem"
---
"SEMUANYA!! KALAU AKU PERGI, SAMPAIKAN SALAM PADA MAMA AKU MENYAYANGINYA!! MAAF KEMAREN TAPERWER NYA KE CEMPLUNG COMBERAN!!" teriak Athanasia yang masih dalam keadaan berlari menghindari kejaran babi hutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
COUPLE [SIBAP Fanfiction]
Fanfiction[COMPLETED]✓ Athanasia, gadis bar-bar dan suka makanan. Apapun yang ia temui pasti ia makan. Suka teriak dan berkata kasar. Lucas, pemuda nolep yang senang bermain game online. Hanya mau berteman dengan Athanasia seorang. Mereka bersahabat sejak kec...
![COUPLE [SIBAP Fanfiction]](https://img.wattpad.com/cover/237410729-64-k786854.jpg)