Astaga jam segini aing belum tidur dan tangan gatel pengen ngetik..
Mana belom sempet belajar sama sekali
Dah lah
Happy reading zheyeng❤️
.
.
"Diana, ada yang ingin ku bicarakan, ini serius" Claude mengajak Diana mengobrol yang 'katanya' serius.
Diana yang mendengar itu segera duduk di hadapan Claude. Ikut memasang wajah serius seperti yang suaminya lakukan.
Ketika suaminya sudah mengajak berbicara empat mata di malam hari ketika anaknya 'sudah' tertidur berarti masalah yang dibicarakan benar-benar serius.
Bisa jadi ini menyangkut hidup dan mati keluarganya. Atau ada sesuatu yang mengganggu mereka sampai-sampai Claude turun tangan.
"Ada apa, sayang?" Tanya Diana.
Claude menarik napas sejenak. Mencoba menenangkan pikiran dan memantapkan diri untuk mengatakannya kepada Istri tercinta.
"Anak kita, berpacaran dengan makhluk hitam yang bolak balik berkeliaran di dalam rumah" ucap Claude.
"Anak kita? Maksudnya Athanasia?"
"The one and only one"
Diana pikir ini adalah masalah yang bersangkutan dengan hal buruk. Ternyata yang ia dengar merupakan hal baik.
Anaknya yang dekil, pemalas, jarang mandi, suka makan, idup pula, ternyata bisa laku juga.
"Tunggu dulu, makhluk hitam? Lucas?" Tanya Diana dengan wajah berseri-seri.
"Memangnya siapa lagi?"
Mendengar hal tersebut membuat Diana tersenyum ceria dengan mata yang berbinar-binar. Sesekali ia mempraktikkan roll depan dan roll belakang yang diajarkan sewaktu masa sekolah dulu.
"Serius?" Wanita itu masih tidak percaya.
"Kenapa kau senang? Justru kita tidak boleh membiarkan mereka berpacaran. Mereka masih terlalu muda dan aku belum siap melepas putriku."
Diana mencibir pelan dan memutar bola mata malas. "Kata orang yang mengajakku berpacaran saat di Taman Kanak-kanak."
Claude terdiam. Dalam batin ia merutuki kebodohannya yang langsung menembak Diana saat pertama kali bertemu di Taman Kanak-kanak.
Saat itu Claude merasa paling percaya diri dan paling mencintai Diana. Tidak salah juga karena sampai sekarang Claude masih mencintai Diana.
Bayangkan bertahun-tahun mencintai satu orang yang sama dan tidak pernah melirik perempuan lain. Betapa besar cinta dan pengorbanan seorang Claude.
Ia bahkan rela mati-matian menahan buang air karena ingin menemani Diana bermain ayunan di halaman TK.
Claude juga rela tidak minum setelah menghabiskan samyang 8 bungkus hanya untuk memberikan Diana minuman karena kala itu Diana sangat kehausan lantaran cuaca yang terik.
Sungguh kisah cinta keduanya begitu rumit-- maksudnya romantis.
Claude menatap istrinya setelah kembali dari ingatan akan bayangan masa mudanya.
"Tapi kita dan Athanasia berbeda" kepalanya yang sekeras beton masih saja menguatkan pendapatnya.
"Jangan terlalu dikekang. Dia sudah dewasa dan tau mana yang benar mana yang salah. Athanasia berhak bahagia dengan pilihannya. Kamu tau sendiri kan sifat putri bar-barmu yang keras kepala. Semakin dilarang semakin semangat untuk melanggar" jelas Diana panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume balok.
Claude terdiam mencerna tiap-tiap kata yang dilontarkan wanita yang dicintainya itu.
"Lagipula kita sudah kenal dekat dengan Lucas. Dia pasti bisa menjaga Athanasia dengan baik"
Diana menggenggam kedua tangan suaminya dan menatapnya dengan lembut disertai senyum keibuan.
"Putrimu yang tidak tau malu dengan Lucas yang penyabar(?) Bukankah mereka pasangan yang cocok? Saling melengkapi."
Claude mengangguk.
"Aku juga sangat menginginkan cucu dengan rambut hitam><" ucap Diana.
JDAAAAARRR!!!
---
Sedangkan orang yang dibicarakan tengah rebahan di kasur sembari menonton kartun Dora.
Aneka macam snack dan cemilan lainnya tercecer di mana-mana. Surai keemasannya disanggul menggunakan pensil.
Ia hanya menggunakan celana pendek setengah paha dengan kaos hitam polos. Malas sekali untuk menggantinya dengan piyama tidur. Penampilannya benar-benar berantakan.
"Apa kau melihat gunung?"
"Di belakangmu"
"Di mana?"
"Di belakangmu gobl*k!!"
"Aku tidak melihatnya"
"DI DADAMU JANC*K!!" Teriak Athanasia kesal.
Membuat pemuda bersurai hitam yang berbaring di sampingnya mengernyit merasa terganggu.
Ya! Sekarang Lucas berbaring di sebelah Athanasia. Lucas tidak mempedulikan penampilan Athanasia yang seperti gembel karena ia sudah biasa melihatnya.
Krauk krauk
Athanasia mengunyah keripik kentang dengan kesal.
"Jangan teriak ny*ng. Ada pria tampan mencoba untuk tidur" ucap Lucas.
"Katakan peta!"
"PETAAAA!!!"
Gendang telinga pemuda itu terasa mau pecah. Ia menarik Athanasia, membuat gadis itu memiringkan badannya untuk menghadap dirinya.
Lucas mengecup sekilas hidung Athanasia. Membuat gadis itu terdiam seribu bahasa.
Kemudian ia memposisikan tubuhnya sedikit lebih rendah. Menenggelamkan kepalanya di dada Athanasia. Tangan besarnya melingkari pinggang gadis itu.
Athanasia terdiam. Mungkin ini kali pertama Lucas bersikap manja pada dirinya.
Karena itu senyuman ringan terbit dan Athanasia membalas pelukan Lucas. Mengusap lembut surai hitam itu.
Lucas menggesek-gesekkan kepalanya. Mencari kenyamanan dalam usapan lembut kekasih hatinya.
Tidak apa kan?
Toh orang tua Athanasia tidak akan datang ke kamar gadis itu ketika Lucas berada di sana.
Lagipula mereka ingat batasan. Lucas hanya menginap.
-Bersambung-
Nyahahaha pasangan gak ada akhlak kan juga pengen uwu:3
KAMU SEDANG MEMBACA
COUPLE [SIBAP Fanfiction]
Fanfic[COMPLETED]✓ Athanasia, gadis bar-bar dan suka makanan. Apapun yang ia temui pasti ia makan. Suka teriak dan berkata kasar. Lucas, pemuda nolep yang senang bermain game online. Hanya mau berteman dengan Athanasia seorang. Mereka bersahabat sejak kec...
![COUPLE [SIBAP Fanfiction]](https://img.wattpad.com/cover/237410729-64-k786854.jpg)