-Six-

1.7K 242 61
                                        

"Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Lucas Luc--"

"Apaan anjim?"

Athanasia memasang wajah sedih yang dibuat-buat. Tak lupa puppy eyes andalannya.

Sekarang ini mereka berdua sedang berada di kantin sekolah padahal seharusnya mereka di kelas untuk belajar mata pelajaran Bahasa Obelia.

Lebih tepatnya mereka bolos dan kebetulan guru BK sedang tidak masuk sekolah karena kucingnya meninggal kemarin sore. Sedangkan guru lain sibuk mengajar di kelas lainnya. Jadi tidak ada yang akan memergoki mereka kabur ke kantin.

Absennya pun menggunakan fingerprint sehingga mereka hanya perlu absen lalu kabur karena guru tidak akan mengabsen ulang.

"Aku dimusuhin temen aku" ucap Athanasia.

Lucas yang sedang memainkan ponsel segera meletakkan ponselnya ke atas meja dan menatap Athanasia dengan tatapan serius.

Siapa yang berani memusuhi Athanasia?

"Kok dimusuhin?" Lucas masih mencoba tenang.

"Katanya kok kamu berubah-ubah sih Athy, cita-citanya. Katanya gitu:("

"Kok gitu?"

"Dulu cita-cita aku kan pengen jadi dokter"

"Terus?"

"Sekarang udah berubah:("

"Jadi apa?"

"Pengen jadi istri kamu HAHAHANJIM"

Athanasia tertawa terbahak-bahak sembari memukul-mukul meja kantin.

Lucas menatap jijik kelakuan sahabatnya padahal hatinya sedang berbunga-bunga.

Penjaga kantin hanya bisa diam pasrah karena mereka tidak ingin mengganggu.

"Haha maaf hahahaha maaf Lucas, aku bercanda"

Lucas yang semulanya berbunga-bunga kini tatapannya berubah datar setelah mendengar kata 'bercanda' yang artinya Athanasia tidak serius mengatakan hal itu.

Lucas memilih mengabaikan gadis yang kini terbahak-bahak. Ia mengambil earphone dan memakainya lantas mendengarkan musik.

"Ku ajak kau melayang tinggi"🎶

"Dan ku hempaskan ke bumi"🎶

"Ku mainkan sesuka hati"🎶

"Lalu kau ku tinggal pergi"🎶

"Dan aku tertawa melihat kau terluka"🎶

"Kau terpuruk di kakiku"🎶

Baby doll - Utopia

---

"Athanasia dan Lucas tadi kemana saja?" Tanya Ijekiel selaku ketua kelas.

"Memancing keributan di negeri orang" -Lucas.

"Menyelamatkan alam semesta dari ancaman Thanos^^" -Athanasia.

"Aku serius"

Athanasia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan sebelum menjawab.

"Dengarkan aku dekil jarang mandi, tadi kita ke kantin, laper anying belom sarapan"

"Boleh saja makan, tapi jangan disaat jam pelajaran. Seharusnya sebelum bel masuk atau saat istirahat. Kan sayang kalau tertinggal satu mata pelajaran, ilmunya itu loh bisa berguna di masa depan. Memang kalian tidak menginginkan masa depan yang cerah? Semakin banyak ilmu yang kita dapat, semakin kita menuju kesuksesan" Ijekiel mengatakannya sembari memainkan kumisnya padahal ia tidak memiliki kumis(?).

"Masa SMA adalah masa dimana kita harus menikmatinya. Memangnya kau mau kehilangan momen-momen remaja yang bisa diceritakan ke anak-anak kita semua kelak?" Bantah Athanasia.

(Adik-adik, kakak-kakak yang baik jangan ditiru ya.. sesat)

"Main sewajarnya. Kita harus memiliki waktu untuk belajar juga" ucap Ijekiel.

"Ekhem, sukses bukan hanya dari pelajaran juga loh. Buktinya aku berbakat dalam hal acting. Contohnya aku bisa pura-pura tertidur saat emak masuk kamar jam 3 pagi, atau pura-pura tidak tau saat nyaris kepergok guru nyontek pas ujian"

Lucas mengangguk setuju dengan pendapat gadis di sampingnya.

Ijekiel menghela napas berat. Memang susah menasihati temannya ini.

"Aku mau ke kelas dulu, BYE!" pamit Athanasia diikuti Lucas di belakangnya.

---

"Jenita jamet!!" Panggil Athanasia.

Jennette menoleh dan tersenyum ke arah sepupu kesayangannya "Ada apa, Athy?"

"Aku bisa membelah diri seperti amoeba. Jurus seribu bayangan!!" Athanasia menggerakkan tangannya seperti yang dilakukan Naruto ketika ingin mengeluarkan jurus.

"Tew" Lucas keluar dari balik punggung Athanasia dengan tampang datarnya.

Jennette sebenarnya sudah tau bahwa Lucas berdiri di belakang Athanasia karena memang pemuda itu lebih tinggi dari Athanasia, jelas terlihat. Tapi Jennette tetap terkekeh melihat tingkah sepupunya.

"Yahhhh kok keluarnya babi!?" Athanasia dengan wajah kaget yang dibuat-buat itu menatap Lucas.

"Bajingan.."

"Babinya warna hitam!! Lucas keliling gih ke kampung-kampung. Ntar aku yang jaga lilin"

"Amjinc"

Setelah puas mengata-ngatai Lucas, gadis bersurai keemasan itu beralih ke Jennette yang hanya diam sebagai penonton tingkah konyol Atlas (AthyLucas) itu.

"Met"

"Kenapa?" Untung saja Jennette terlahir dengan tingkat kesabaran yang tinggi.

"Bahasa Obelia ada tugas kagak?"

Jennette mengeluarkan bukunya "Ada nih, halaman 12-17. Dikumpul besok"

"Banyak amat gilak" ucap Athanasia.

"Untung udah ku kerjain di rumah semalem" sahut Lucas santai.

"Nyontek!!! Valid no debat, tidak ada bantahan. Pokoknya ntar aku ke rumahmu terus nyalin!! Okey Lucas tampan nan jenius? Ya Lucas? Yayaya? Oke?"

Lucas menyesal telah mengatakan hal itu. Seharusnya dia diam saja agar tidak dimintai contekan oleh sahabat tak berakhlaknya.

"Y" karena tidak ingin berdebat lebih baik Lucas mengiyakan saja.

Lagipula jarang-jarang Athanasia mau main ke rumahnya. Itu membuat Lucas senang.

-Bersambung-

COUPLE [SIBAP Fanfiction]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang