-Twenty One-

1.2K 187 189
                                        

Sejak berada di restoran dalam mall itu, raut wajah Athanasia terlihat tidak bersahabat. Kini pasangan AthyLucas sudah memasuki mobil yang berada di parkiran. Lucas bahkan tidak berani mengajak Athanasia bicara.

"Lucas" panggil Athanasia dengan kesal.

"Hm?" Pemuda itu menoleh. Iris ruby nya menatap Athanasia dengan tenang.

"Aku gendutan ya?" Pertanyaan yang sulit dijawab itu keluar dari mulut gadis dengan surai emas itu.

Biasanya para wanita akan sensitif jika membahas masalah fisik. Tapi Lucas tidak terlalu memikirkan hal itu.

"Enggak tuh" jawab Lucas santai.

"Jangan boong! Tadi Jamet bilang aku gendutan!" Athanasia yang tidak bisa menerima jawaban Lucas jadi heboh sendiri.

"Enggak. Kalau gak percaya liat ini." Lucas mengambil ponsel di saku celana dan menunjukkan sebuah foto kepada Athanasia.

Athanasia mengerutkan keningnya, pasalnya foto yang ditunjukkan Lucas adalah foto sapi dan Athanasia kebingungan.

"Kok sapi?" Tanyanya.

"Maksudku, kalau untuk seukuran sapi kamu masih termasuk kurus."

"Ih Lucas!!"

Buagh!

Athanasia memukul kepala Lucas dengan penuh perasaan. Tidak peduli nantinya otak pemuda itu akan konslet atau tidak.

"Lah kok ngamok?"

"Aku serius!!" Athanasia mendaratkan beberapa pukulan di dada bidang pemuda itu.

"Memang mau dibandingin sama apa? Sama kucing?" Tanya Lucas berusaha menahan tangan Athanasia.

"Huwaaaaaa Lucas jahat!!"

"Atau badak?"

"LUCAS!!!"

"Mau dibandingin sama apa, sayang?"

"Sama barbie!!"

"Gak bisa, sayang"

"Gak bisa!?"

"Iya. Atau kudanil? Gajah?"

"LUCAS!!" Athanasia melipat tangan di depan dada dan membuang wajah ke sembarang arah. Pipinya mengembung dan memerah pertanda ia sedang kesal.

Lucas bukannya menghibur ketika ia sedang insecure, malah memancing keributan. Mengajak baku hantam di situasi yang salah.

Pemuda itu terkekeh melihat tingkah kekanakan kekasihnya. Sangat menggemaskan.

"Jangan ngambek kalo gak mau di'makan'." Ucap Lucas.

"Maksud lu?"

"Bukan apa-apa."

Lucas menarik Athanasia dalam pelukannya. Gadis itu berusaha melepaskannya dengan cara memberontak, tapi hasilnya nihil. Lucas yang memiliki tenaga lebih kuat tidak akan melepaskannya begitu saja.

"Katanya lambungmu punya banyak dimensi. Gak akan gendut dong."

Athanasia yang baru menyadari hal itu mengangguk setuju. "Iya juga, w kan selalu langsing, seksi, cantik, imut lagi cetar membahana."

Lucas tertawa kecil dan mengecup sekilas bibir Athanasia sebelum melepaskan pelukan. Mulai menjalankan mobilnya.

Athanasia terus bergumam tidak jelas yang sudah tentu dipikirannya sedang memuji dirinya sendiri. Mungkin..

Atau dia masih insecure?

---

Pagi ini Athanasia benar-benar menahan diri agar tidak melahap habis semua makanan yang ada di meja. Orangtuanya pun sampai kebingungan karena Athanasia yang tidak rakus seperti biasanya.

"Nak, kita gak lagi bangkrut, makan aja."

"Aku tuh diet."

"Diet? Memang apa yang mau dikecilin badannya? Kamu kan bagai sehelai bulu ayam."

Athanasia berdecak dan meletakkan garpu yang di tangannya dengan kasar.

"Mamaaaaaaaaa.... Aku tuh gendut! Lihat badanku! Gendut! Besar macam kingkong." Athanasia memamerkan tubuhnya yang rata kepada sang Ibu.

Diana geleng-geleng kepala melihat tingkah laku putri semata wayangnya. Sebenarnya Athanasia bodoh atau buta sih?

"Athanasia, tubuhmu kecil. Jangan diet-diet, gak sehat." Claude yang sedari tadi menyimak akhirnya membuka suara.

"Ah kalian gak ngerti perasaan akoh!!"

Dengan cepat Athanasia meninggalkan meja makan. Lebih baik ia segera berangkat sekolah daripada mendengar ucapan orangtua yang tidak sesuai faktanya.
.
.
.

Athanasia berlarian kecil di koridor sekolah sembari menenteng tas ransel bergambar hello kitty nya.

"Athanasia, jangan lari-lari." Peringat sang ketua kelas yaitu Ijekiel.

"NURUNIN LEMAK!!" ucap Athanasia ngegas tanpa menghentikan langkah kakinya.

Brak!!!

Pintu kelas yang sedikit terbuka ia dobrak dengan penuh kelembutan. Hal pertama yang ia lihat adalah Lucas yang tertidur dengan kepala yang disandarkan ke meja.

Pagi-pagi sudah tidur saja, pasti karena semalam begadang.

Begadang jangan begadang~~

Athanasia menggebrak meja Lucas tanpa rasa bersalah. Membuat pemuda yang tengah mimpi berpelukan dengan Teletubbies itu terbangun dan hampir terjungkal.

"DARLING, OHAYOU!!"

Lucas mengusap wajahnya yang masih sedikit mengantuk dengan kasar. Ditatapnya sang kekasih yang menunjukkan raut wajah tanpa dosa.

Kenapa Athanasia masih bisa tersenyum setelah membuat orang hampir jantungan? Untung Lucas punya nyawa 9. Enggak deng

"Kantin yuk" ajak Lucas.

Tapi sebelum itu, Athanasia terlebih dulu mengambil kotak bekal di dalam tasnya. Kemudian menggandeng tangan Lucas untuk ke kantin.

Athanasia menoleh ke arah Jennette yang duduk dengan tenang sembari memakan coklat.

"Jangan makan banyak-banyak! Nanti perutmu MELEDAK!!" Setelah itu ia menggeret Lucas pergi.

Jennette hanya berkedip bingung. Sepertinya Athanasia masih tidak terima.

Kembali ke AthyLucas..

Mereka memilih tempat yang sepi untuk duduk.

Athanasia membuka kotak bekalnya sedangkan Lucas memesan siomay tiga rasa dan es teh hangat.

"Kamu gak pesen?"

Athanasia menggeleng singkat dan mengeluarkan pisang dari kotak bekalnya.

"W lagi diet"

"Masih kepikiran yang kemaren?" Tanya Lucas

"Yoi. Sekarang w makan pisang aja." Ucap Athanasia meski ada perasaan ingin memakan sesuatu yang lain.

"Oh, si kudanil mau ganti profesi jadi monyet ya?"

"LUCASHIT!!"

-Bersambung-

Aing belom pernah nemu cowok yang baca wattpad. Ada gak?

COUPLE [SIBAP Fanfiction]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang