Lucas membuka matanya kala menyadari ada sesuatu yang mengganggunya.
Rupanya Athanasia yang sedang tidur berputar 90° sehingga kaki gadis itu berada tepat di perut Lucas dan kepalanya tergantung di pinggir kasur.
"Bagaimana caranya dia berputar?" Lucas yang melihat itu bingung sendiri.
Ia bangkit dari tidurnya dan memperbaiki posisi Athanasia dengan berhati-hati. Takut membangunkan gadis itu.
Lucas duduk di tepi kasur. Memperhatikan wajah cantik yang tenang itu. Ketika tertidur Athanasia tidak terlihat seperti gadis bar bar yang suka berkata kasar, ia lebih terlihat seperti gadis polos.
Kemudian Lucas beralih menatap jam dinding. Masih tengah malam, Lucas punya waktu beberapa jam untuk melanjutkan tidurnya.
Pemuda itu mengusap lembut surai keemasan Athanasia sebelum mengecup ringan keningnya.
Ia bangkit dan berjalan keluar kamar Athanasia. Menuju kamar yang memang disediakan untuk Lucas menginap.
Karena itu Lucas maka kamar yang diberikan adalah kamar tamu yang paling besar dengan perabotan yang lengkap. Bahkan makanan yang disediakan di dalam kamar juga lebih dari cukup.
Diana dan Athanasia lah yang meminta seperti itu, Claude hanya pasrah. Sejak dulu Lucas memang sering mengunjungi rumah Athanasia. Jadi Lucas diberikan ruang pribadi walaupun ia lebih sering berkeliaran di kamar Athanasia.
Dan ini kali pertamanya ia menginap. Benar-benar menginap, bukan hanya tidur siang yang biasa ia lakukan.
Lucas membaringkan diri di atas ranjangnya yang tidak kalah besar dengan ranjang Athanasia.
Sebenarnya ia masih ingin tidur lebih lama bersama Athanasia. Tapi memang tidak wajar orang yang belum menikah tidur bersama, jadi ia memilih kembali ke kamarnya.
Perlahan matanya terpejam dan mulai mengarungi alam mimpi. Mimpi yang tak seindah ketika Lucas bersama Athanasia eaaaaaakkk:>
---
Athanasia membuka matanya setelah bermimpi main komedi putar bersama Chef Juna di Konoha.
Ia melihat sekitar dan tidak mendapati Lucas di setiap sudut kamar. Padahal semalam Lucas bersamanya.
Athanasia menghela napas dan beranjak dari ranjang. Bersamaan dengan itu Lilian membuka pintu kamar hendak membangunkannya.
"Oh, Nona sudah bangun rupanya. Ayo turun sarapan. Tuan Claude, Nona Diana dan Tuan Lucas sudah menunggu di ruang makan"
Athanasia hanya menatapnya dalam diam. Mencoba mencerna kata demi kata yang dilontarkan Lilian. Nyawanya yang belum sepenuhnya memasuki raga membuat otaknya berjalan lambat.
Bangun-turun-menunggu-makan
Makan?
Makan????
"MAKAN!! YEAH AING LAPER!!!"
Segera ia keluar dan berlarian kecil menuruni anak tangga. Lilian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Nona manisnya.
Langkah ringannya membawa Athanasia ke ruang makan. Di sana sudah ada Claude, Diana dan Lucas yang duduk di kursi meja makan. Ketiganya kompak menoleh ketika mendengar suara langkah kaki.
"SELAMAT PAGI DUNIA!! INCES SAYANG KALEAN SEMUA!!!"
Ketiganya refleks menutup telinga karena masih sayang dengan gendang telinga. Jangan pecah dulu(╥﹏╥)
KAMU SEDANG MEMBACA
COUPLE [SIBAP Fanfiction]
Fanfiction[COMPLETED]✓ Athanasia, gadis bar-bar dan suka makanan. Apapun yang ia temui pasti ia makan. Suka teriak dan berkata kasar. Lucas, pemuda nolep yang senang bermain game online. Hanya mau berteman dengan Athanasia seorang. Mereka bersahabat sejak kec...
![COUPLE [SIBAP Fanfiction]](https://img.wattpad.com/cover/237410729-64-k786854.jpg)