Akhirnya setelah satu Minggu bertempur dengan yang namanya ulangan tengah semester Athanasia bisa menghirup udara bebas.
"Inikah bahagia yang sesungguhnya?" Athanasia merentangkan tangannya. Mendongak sembari memejamkan mata. Menghirup dalam-dalam aroma kebebasan usai ulangan.
Beberapa orang yang berlalu lalang menatapnya dengan tatapan aneh.
Athanasia yang ditatap begitu memilih mengabaikannya. Yang terpenting sekarang adalah....
"I'M FREE!!" Teriaknya.
"Bukan temen gua sumpah" ucap Lucas yang berdiri di sebelahnya.
Sekarang mereka berdua berada di gerbang sekolah untuk menunggu jemputan masing-masing.
"Lucasu, main ke rumahku, yuk!" Ajak Athanasia.
"Gak ah"
"Ih kok gitu? Kamu tuh udah jarang ke rumahku tau gak?" gerutu gadis bersurai keemasan itu.
"Tiap hari ketemu di sekolah, bosen, mending di rumah nge-game atau streaming anime"
Athanasia mendengus. Pipinya mengembung dan ia membuang muka ke sembarang arah. Hal itu berhasil membuat Lucas gemas sendiri.
"Jadi.. game lebih penting dari Athy?" Athanasia menunjuk dirinya sendiri dengan wajah imut ala ala nya.
"Errr a-aku gak bilang gitu" Lucas mengalihkan pandangannya.
Jantungnya belum siap!!
Athanasia tersenyum senang. Iris biru permatanya nampak berbinar-binar. "Berarti mau main ke rumahku kan?"
"Enggak"
"Amjinc!" Umpat Athanasia sedikit ngegas dan berhasil membuat Felix jantungan.
Kebetulan Felix baru saja sampai. Ia turun dari mobil untuk mencari Nona nya namun tanpa sengaja mendengar umpatan kasar itu.
"Dah ah mau balik. Ayo Felix"
Athanasia berjalan cepat menuju mobilnya dan masuk. Pintu mobil sedikit dibanting untuk menandakan bahwa ia sedang kesal.
"Dia marah, ya?" Gumam Lucas.
---
Athanasia berjalan sembari menghentak-hentakkan kakinya begitu keluar dari mobil. Wajahnya terlihat masam dan bibirnya mengerucut.
Athanasia mendobrak pintu utama rumahnya menggunakan kaki dengan cara di tendang.
"ASSALAMUALAIKUM YA AHLI KUBUR!!"
"Wa'alaikumussalam anakku. Ada apa gerangan kenapa wajahmu terlihat bahagia?^^" tanya Diana dengan lembut.
"Gak tau. Oh iya, mama keliatan gendut hari ini" ucap Athanasia sebelum berlari menuju kamarnya.
"Asem_-"
.
.
.
Athanasia melempar tas sekolahnya ke sembarang arah. Ia membanting dirinya ke kasur dan terus mengeluarkan kata-kata mutiara.
Gadis itu tak mau mengganti baju seragamnya, toh besok ia libur.
"Monyet berinsang satu itu emang ngeselin banget anjim. Ikan hiu makan tomat eee GOBLOK!! Bodo amatlah su"
Athanasia menendang selimut, bantal dan guling hingga terjatuh ke lantai.
"Demi odading mang oleh, kenapa w kesel any*ng?" Setelah menyadari hal itu amarah Athanasia mereda.
KAMU SEDANG MEMBACA
COUPLE [SIBAP Fanfiction]
Fanfiction[COMPLETED]✓ Athanasia, gadis bar-bar dan suka makanan. Apapun yang ia temui pasti ia makan. Suka teriak dan berkata kasar. Lucas, pemuda nolep yang senang bermain game online. Hanya mau berteman dengan Athanasia seorang. Mereka bersahabat sejak kec...
![COUPLE [SIBAP Fanfiction]](https://img.wattpad.com/cover/237410729-64-k786854.jpg)