-Nineteen-

1.4K 189 176
                                        

[Athanasia POV]

Hari ini adalah hari Minggu. Yah aku sempat bilang pada mama kalau aku sedang gabut alias tidak ada kerjaan.

Alhasil mama menyuruhku membeli garam, tepung terigu dan minyak goreng di warung yang tak jauh dari mansion. Katanya sekalian olahraga, dan jangan terlalu mengandalkan maid-maid di rumah.

Awalnya aku menolak. Aku memang gabut tapi aku juga mager. Intinya aku ingin melakukan sesuatu yang dilakukan tanpa harus melakukannya(?)

Tapi mama mengatakan bahwa aku kurang olahraga. Ya sudah, aku turuti saja.

"..35, 36, 37 langkah. Yeay!"

Akhirnya aku sampai di depan warung tersebut. Pemilik warung langsung menyambutku dengan senyum keibuan. Atau kenenekan, ya? Kan dia sudah nenek-nenek. Eh? Gak tau deh.

"Mau beli apa, dek?"

Seketika otakku berputar keras untuk mengingat pesanan mama.

Watdefak gua lupa any*ng!!

"Umm ehehe lupa, nek. Athy balik dulu deh, tanya mama"

Dengan perasaan malu aku memutuskan untuk pulang. Sepertinya aku harus membawa catatan supaya tidak lupa.

Lama kelamaan langkah kakiku kian ku percepat.

Brak!!

Pintu mansion ku buka dengan aesthetic nya.

Mamaku yang sedang duduk di ruang tamu sembari meminum teh lippe nya tidak sengaja menyemburkan teh itu dari hidung.

Papaku yang ada di sampingnya membantu mamaku untuk membersihkan bekas teh di mulut dan hidungnya.

"MAMA!! TADI PESENANNYA APA!? ATHY LUPA!!"

"Astaghfirullah, pagi-pagi udah ngajak ribut. Garem, tepung terigu sama minyak." Jawab mama. Oh, aku tidak mendengarnya dengan jelas.

"APA? HAREM?"

"Garem, budeg!!"

Aku mengambil pena dan kertas yang tak jauh dari sana. Mencatat pesanan mamaku. Lantas bersalaman dengan papa dan mama sebelum kembali ke warung.

Oke, mulai dari gerbang mansion aku harus menghitung langkah kakiku. Inilah kegabutanku di hari Minggu.

"1, 2, 3, ... 35, 36 langkah. Loh kok 36? Tadi kan 37. Bodo amatlah"

Oh, nenek-nenek yang tadi. Dengan senyum kenenekannya dia menyambutku.

"Bagaimana? Apa sudah ingat?"

Ugh, hatiku belum siap menerima serangan ini. Itu tadi hal yang memalukan!

"Hehe garem, tepung terigu sama minyak goreng."

"Garemnya bungkusan apa kiloan? Tepung terigu berapa kilo? Minyak goreng yang berapa liter?"

Hee memang ada yang begituan? Lah t*i balik lagi berarti gua..

Mck, udah capek tambah malu lagi.

.

.

.

Aku merebahkan diri di atas kasur sembari menonton kartun di televisi kamarku.

Bukan, bukan Dora. Aku sudah lelah nonton yang seperti itu😌

Aku menonton kartun Tom and Jerry. Sebenarnya aku heran, kenapa setelah diblender, dipentung dan dihajar mereka tidak kunjung meninggoy?

Tapi ya sudahlah, tonton saja daripada bosan.

COUPLE [SIBAP Fanfiction]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang