24

3.1K 211 9
                                        

Justin melangkahkan kakinya membuka pintu kamar yang ada didepannya. orang yang berada didalam kamar itu tersenyum kepadanya.

"Hei boo, kemana saja kau sudah 4 hari kau tidak kesini, semenjak aku pulang dari rumah sakit. ada apa?"

Justin langsung memeluk Candice dengan erat, dia mencoba menenangkan dirinya. Setelah menonton CD dari Josh dia langsung bergegas pergi kerumah Candice dan sekarang disinilah dia berada.

"Ada apa?" Candice mengigit bibirnya, entah kenapa dia tiba tiba merasa sedih.

"Maafkan aku bee" Justin semakin mengeratkan pelukannya. Candice tidak mengerti akan ucapan Justin.

"Justin, ada apa? katakan padaku" Justin melepas pelukannya, dia menundukakkan kepalanya. Candice mengangkat dagu Justin menggunakan telunjuknya.

Tiba tiba Candice langsung mencium bibir Justin dengan lembut tentu saja ciuman itu disambut oleh Justin.

Keduanya saling memagutkan bibir mereka, Justin meremas pinggul Candice, candice merasakan tubuhnya bergetar saat Justin membelai punggungnya.

Candice melepaskan bibirnya dari bibir Justin. Dia berbisik tepat ditelinga Justin.

"Ceritakan semuanya. semuanya" suaranya lembut namun tegas, seolah olah dia menuntut kepada Justin.

"Aku akan menceritakan semuanya, tapi dengan satu syarat" Candice mengangkat sebelah alisnya.

"aku ingin kau tetap berada dipelukanku saat aku menceritakan semuanya, dan kau tidak boleh berbicara sebelum aku selesai menceritakan semuanya. okay?" Candice menganggukkan kepalanya tanda dia setuju.

Candice membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya dan diikuti oleh Justin. Justin langsung melingkarkan lengannya disekitar pinggul Candice, dan candice menyandarkan kepalanya tepat didada Justin.

"Kita adalah sepasang kekasih, kira kira dua tahun yang lalu. awalnya hubungan kita baik baik saja dan normal, hingga tiba saatnya kau kecelakaan. kau tertabrak saat kau keluar dari toko permen, saat itu kau  membeli beberapa permen lollypop untuk Jazzy dan Jaxon,sialnya kau langsung menyebrang begitu saja, tanpa kau sadari ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan menabrak tubuhmu, Aku masih ingat betul kejadian itu, tubuhmu terpental dan kau mengeluarkan banyak darah dari kepalamu"

Justin memejamkan matanya mencoba menyingkirkan potongan kejadiaan saat Kecelakaan itu terjadi.

"Kau koma hampir dua minggu, hingga akhirnya kau sadar. tebak apa yang terjadi?"

Justin memandang  wajah Candice yang tengah mendengarkan dirinya dengan serius.

"Kau kehilangan ingatanmu. kau tidak mengenali diriku dan keluargaku yang lainnya. kau melupakan tentang kita. dan itu membuatku terpukul. aku tidak pernah berpikir bahwa kekasihku, orang yang aku sayang dan cintai bisa melupakanku begitu saja. Aku hampir membunuh diriku sendiri."

Candice menggenggam tangan Justin dan meremasnya dengan lembut.

"Maafkan aku" lirih candice, tentu dia bisa membayangkan perasaan Justin.

"Aku mencoba bersabar hingga akhirnya aku tak tahan lagi. aku memlih pindah kesini, meninggalkan California, aku memutuskan tinggal bersama Josh karena dia sekolah disini. Belum hilang rasa sakit hatiku akan dirimu, rasa sakit itu bertambah lagi karena Jason. "

Justin menghela nafasnya mencoba meredam emosinya, mengingat kejadian tentang Jason.

"Dia mendonorkan tulang sumsumnya untuk seseorang tanpa memberitahu alasannya kepadaku, aku sangat sangat menyayangi Jason,dia sakit sakitan saat setelah dia mendonorkan tulang sumsumnya. dan itu membuatku marah, sangat marah"

TITANIUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang