15. Perjalanan

762 137 6
                                        


Remake dari cerita by Yue_aoi

Warning! Typo bertebaran



"Kau tidak apa begini?" Tanya young ae dengan heran seraya melirik jaehyun dari ujung kaki hingga kepala.

"Hn."

Young ae merasa heran karena jaehyun dengan sendirinya meminta agar ia dibiarkan mengikuti wisata dengan mengenakan restraint jacket. Padahal biasanya pasien gangguan jiwa akan mengamuk dan merasa tidak nyaman jika dipaksa mengenakannya. Dan para pasien yang diperbolehkan mengikuti wisata kali inipun tidak mengenakannya.

"Sayang sekali. Nanti kau tidak bisa duduk dengan nyaman di bis, lho."

"Tidak masalah."

Sebetulnya bukan tanpa alasan jaehyun meminta seperti itu. Ia berkata jika ia meminta seperti ini demi keamanan. Namun sebetulnya ia mengkhawatirkan gadis kelinci yang bersisik dan penuh rasa ingin tahu itu.

Jaehyun menyadari jika gadis mirip kelinci itu akan pergi sebentar lagi. Diam-diam ia bahkan mengecek tanggal dan menghitung beberapa hari yang tersisa sebelum berpisah dengan gadis itu seraya mempersiapkan dirinya sendiri.

Gadis itu bukanlah satu satunya mahasiswa magang yang 'berteman' dengannya. Sesungguhnya kebanyakan mahasiswa magang yang datang pasti akan mendekatinya dan menjadikannya sebagai teman untuk mengobrol. Namun doyoung lah satu-satunya orang yang bertahan meski telah melihat kondisinya yang sesungguhnya.

Jaehyun menyadari jika doyoung adalah seorang mahasiswi dengan penuh kekhawatiran mengenai masa depan, namun berusaha keras menjadi orang dewasa yang 'layak' di masa depan. Setelah dua, lima atau sepuluh tahun, barangkali gadis itu juga akan melupakan eksistensi dirinya.

Namun setidaknya jaehyun tak ingin meninggalkan kenangan yang buruk bagi gadis itu. Meski gadis itu mungkin saja tak menganggapnya lebih dari sekedar pasien yang ditemuinya saat magang, setidaknya ia ingin membuat gadis itu merasa nyaman sekaligus membuat dirinya berguna. Karena itulah, ketika ia tahu bahwa doyoung menyukai piano, ia benar-benar serius untuk mengajarinya.

"Jaehyun."

Lelaki berambut fawn itu menoleh ketika mendengar namanya dipanggil sekalipun ia memekakkan mata. Ia tetap akan mengenali suara yang berbincang dengannya setiap malam.

"Hey! Kenapa kau berpenampilan begitu? Kau sudah meminum obatmu tadi pagi, kan?"

"Hn."

Doyoung baru menyadari keberadaan young ae dan menundukkan kepalanya pada seniornya dengan sopan, merasa tidak enak membiarkan wanita itu melihat sikapnya yang cenderung tidak sopan pada pasien.

"Aku juga menanyakan hal yang sama. Namun jaehyun-ssi memilih memakainya meskipun kalau tidak juga tidak apa-apa," ujar young ae pada doyoung.

"Nah! Kalau begitu tidak usah. Kau kan tidak selalu bisa pergi keluar, jadi nikmati sajalah."

"Bagaimana kalau aku membahayakan orang lain?"

Doyoung dan young ae saling bertukar pandang tanpa berucap sepatah katapun, seolah mampu membaca pikiran satu sama lain.

"Sudah kubilang, aku ini perempuan kuat. Aku benar-benar bisa menggendongmu, lho. Bahkan membantingmu juga bisa kalau aku mau," ujar doyoung tanpa mempedulikan young ae yang sedikit terkejut.

Jaehyun tak mampu menahan diri untuk tidak menyeringai akan ucapan gadis itu. Baginya, doyoung gadis unik yang dengan bangga memamerkan kekuatan tubuhnya di saat perempuan pada umumnya bangga akan kecantikan atau keseksian tubuh mereka.

Irreversible || JaeDoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang