24. Kelas terakhir

744 127 15
                                        

Rate : T

Genre : angst

Remake dari cerita by Yue_aoi

Warning! Typo bertebaran

"Kau ingin menambah dosis obatmu?" Jinyoung mengernyitkan dahi seraya menatap lawan bicara.

Jaehyun menganggukkan kepala. Bukan tanpa alasan ia meminta hal ini. Ia khawatir tak mampu mengendalikan emosinya setelah kejadian semalam, terlebih malam ini adalah pelajaran terakhirnya bersama doyoung.

"Kenapa? Kau baik-baik saja?"

Jaehyun menatap dengan ragu sebelum menggelengkan kepala. Ia tak akan mengatakan jika doyoung membuatnya hampir lepas kendali. Ia ingin membawa rahasia itu bersama dirinya sendiri, demi gadis itu.

"Semalam aku hampir lepas kendali, suara-suara itu tetap ada."

Jinyoung menatap jaehyun lekat-lekat. Padahal sebelumnya lelaki itu terlihat baik-baik saja dengan dosis yang sama selama beberapa minggu belakangan. Mengapa kondisinya malah memburuk? Pasti ada sesuatu yang memicunya.

"Mengapa? Apakah ada yang mengingatkanmu akan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?"

Tentu saja doyoung baru melakukannya semalam. Ia berakhir dengan menangis dipelukan doyoung dan akhirnya berteriak karena merasa sesak.

Ia tahu tindakannya pasti membuat doyoung tidak nyaman. Namun ia tak bisa menghentikan dirinya sendiri dan sangat bersalah karena meninggalkan kenangan yang buruk.

Jaehyun hampir menangis memikirkan hal ini. Suasana hatinya tidak begitu baik sejak semalam dan emosinya juga sulit dikendalikan.

"Aku teringat dengan masa lalu. Aku..."

Jaehyun memejamkan mata dan mengatur napas seraya menegakkan tubuh sesuai yang telah di ajarkan padanya. Ia merasa cemas hingga napasnya sesak "... takut kehilangan kendali malam ini."

Jinyoung juga tahu jika jaehyun menghabiskan hampir setiap malam bersama mahasiswi magang itu. Malam ini adalah yang terakhir dan lelaki itu pasti merasakan gejolak emosi.

Lagipula manusia mana yang tidak merasakannya ketika akan berpisah dengan seseorang yang terlanjur dekat dan kemungkinan besar tidak akan ditemui lagi.

Jinyoung menyadari jika jaehyun memiliki perasaan afeksi pada doyoung. Lelaki itu berusaha keras menampilkan sisi terbaiknya, memohon soal evaluasi magang, dan meluangkan waktu setiap malam.

Bahkan ia yang hanya mengamatipun merasa kasihan. Ia mengerti bagaimana perasaan jaehyun secara garis besar terlebih karena ia yang menangani lelaki itu paling lama.

"Kau merasa sedih, hm?"

Jaehyun tak menjawab dan jinyoung menganggapnya sebagai persetujuan melalui caranya menatap dan ekspresi wajahnya.

"Tolong..."

"... itu" Jinyoung terdiam sebelum melanjutkan ucapannya "Kau tau apa efek samping obat ini? Kau bisa mual atau pusing dan mungkin juga pingsan. Kau ingin mengambil resiko?"

Suara jinyoung terdengar dingin, namun ia hanya mengutarakan fakta. Ia tak ingin disalahkan jika seenaknya menaikkan dosis.

Jaehyun lebih memilih pingsan dihadapan doyoung ketimbang lepas kendali. Meski keduanya sama-sama membuat tidak nyaman, setidaknya tidak akan membahayakan gadis itu.

"Aku mengambil resiko. Tolong lakukan itu untukku."

Jinyoung tak memiliki pilihan lain selain mengiyakan. Ia pun juga mengambil resiko seraya mengeluarkan pil tambahan dari laci. Jika ia sampai mendapat teguran atau bahkan sanksi, ia siap menanggungnya.

Irreversible || JaeDoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang