10. Perspektif lain

856 154 5
                                        

Rate : T

Genre : angst

Note : mental illness

Remaje dari cerita by Yue_aoi

Warning! Typo bertebaran

"Sebenarnya kau hidup untuk apa, sih?" Terdengar suara seorang wanita dewasa.

Seorang wanita lainnya menyambut, "Benar. Kau itu sama sekali tidak ada apa-apanya dibanding kakakmu. Orang tuamu saja tidak menginginkanmu."

Seorang pria dewasa ikut menyahut "Lebih baik kau mati saja, kau aib untuk keluargamu."

Terdengar suara tawa sinis serta suara seorang pria muda, "Memangnya masyarakat bisa menerima seorang pasien rumah sakit jiwa sepertimu, ya?"

Wanita dewasa yang pertama kali berkata segera menimpali, "Jangan-jangan kau malah akan melukai orang lain kalau obatmu habis."

"Mati saja, ya. Kalau kau mati, keluargamu akan senang karena kehilangan beban. Kau 'kan juga tidak perlu menderita."

Seorang lelaki tua berdecih, "Ck. Kau tidak pernah berguna untuk siapapun. Kau sampah masyarakat."

Suara-suara yang saling berujar dengan perkataan yang cenderung negatif terus menerus terdengar dibenak jaehyun layaknya sebuah lingkaran setan yang tak berujung.

Selain itu, terlihat pula seorang lelaki dewasa dengan ekspresi wajah yang terlihat marah yang membawa sebuah palang sepanjang 80 cm yang mendekati jaehyun, membuat jaehyun meringkuk serta membekas mulutnya sendiri.

"Hihi... Kau ini anak haram," terfenagr tawa sinis dari seorang wanita tua.

"Jelas saja ayahmu membencimu kau ini anak hasil perzinahan. ZINAH!" Teriak seorang pria dengan suara meninggi.

"Anak hasil selingkuh sepertimu tidak pantas untuk hidup. Cepat mati dan pergilah ke neraka yang merupakan tempatmu."

Jaehyun merasa sesak dengan suara-suara yang hanya muncul dibenaknya. Suara itu tak akan berhenti sekalipun ia menutup berteriak dan meminta seluruh suara itu untuk berhenti.

Bahkan saat ini memori lama jaehyun kembali muncul dalam bentuk halusinasi. Ia bahkan tidak sadar jika ia sudah meringkuk dengan selimut menutupi tubuh di sudut ruangannya. Tubuhnya bahkan bergetar tak terkendali dan buku kuduknya meremang.

"HENTIKAN!" Teriak jaehyun.

Lelaki dewasa yang sebetulnya hanya merupakan halusinasi tersebut berbalik dan memperlihatkan wajah marah serta mulai menggoreskan pedangnya.

Jaehyun menjerit hingga pita suara dan paru-parunya seolah terbakar oleh api yang membara. Ia terus menjerit dan tak lama isakan mulai terdengar, memohon agar suara di kepalanya berhenti mengganggunya.

Tak lama sesudahnya terdengar suara pintu yang dibuka dengan keras dan jinyoung serta beberapa perawat lainnya segera masuk ke dalam ruangan setelah melihat apa yang terjadi melaui kamera CCTV yang terpasang di setiap ruangan pasien.

Dengan sigap, para perawat berusaha menahan tubuh jaehyun, sedangkan jinyoung berusaha menyuntikkan obat pada lengan jaehyun yang masih bergetar ketakutan dan menjerit serta meronta.

Perlahan iris hazel itu terpejam, dan hal terakhir yang dilihatnya adalah wajah doyoung yang ketakutan.

.

.

.

Doyoung melangkah meninggalkan ruangan Jaehyun bersama Jinyoung dan perawat lainnya tanpa berkata apapun. Ia masih tak bisa melupakan apa yang ia saksikan beberapa menit yang lalu dan tak menampik jika sebetulnya ia merasa ketakutan.

Irreversible || JaeDoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang