22. Merangkai memori

676 124 7
                                        

Rate : T

Genre : angst

Remake dari cerita by Yue_aoi



Doyoung berpikir jika hanya dirinya yang mempelajari sesuatu selama proses magangnya. Namun sebenarnya tanpa ia sadari eksistensinya membuat jaehyun mempelajari sesuatu.

Lelaki itu belajar untuk melepaskan dan menerima fakta bahwa dirinya hanyalah sebongkah batu yang ditemui seseorang dijalan, atau mungkin sebuah jembatan jika ingin dianalogikan secara lebih baik. Sedangkan ia sendiri bukanlah akhir bagi seseorang.

Menghabiskan tiga bulan bersama Doyoung membuat dirinya mulai menumbuhkan egoisme berupa rasa ingin memiliki. Tentu saja, rasa ingin  memiliki tak selalu dikaitkan secara romansa. Hanya sekedar rasa ingin memiliki relasi dengan seseorang yang bisa saja merupakan pertemanan dalam jangka waktu yang lama bisa dianggap sebagai rasa ingin memiliki.

Dan inilah yang dirasakan jaehyun sekarang. Ia ingin memiliki relasi dengan doyoung. Ia berharap dapat bertemu dengan gadis itu lagi. Tetapi ia tak begitu yakin gadis itu masih ingin menjalin relasi dengannya sesudah proses magangnya selesai, mengingat reaksi kebanyakan mahasiwa magang selama ini.

Jaehyun menyukai eksistensi doyoung. Ia menikmati pelukan gadis itu, reaksinya yang terkadang naif dan membuatnya khawatir, namun membuatnya ingin memperhatikan gadis itu disaat yang sama.

Doyoung adalah orang pertama selain staf dan dokter yang benar-benar menerimanya setelah melihat sisi terburuknya. Karena itulah ia berusaha keras memperlihatkan sisi terbaik dari dirinya.

"Apa mimpimu? Kali ini aku tidak menerima jawaban kalau kau ingin menjadi aktor JAV atau sejenisnya." Tanya doyoung dengan sedikit memaksa.

Jaehyun membalik pertanyaan gadis itu dengan sengaja "Kenapa kau begitu ingin tahu?"

Doyoung terdiam. Sebenarnya ia juga merasa heran karena begitu memaksa seseorang. Namun ia menyadari jika hanya tiga hari tersisa dan ia ingin berusaha mengenal lelaki itu sedikit lebih banyak selama waktu yang tersisa.

"Aku hanya ingin lebih mengenalmu saja."

Jaehyun mengangkat sudut bibirnya sesaat sebelum kembali memperlihatkan raut wajah datar "Kau lupa kalau magangmu akan berakhir tiga hari lagi, hn?"

Doyoung menggelengkan kepala. Tentu saja ia tidak lupa. Saat inipun ia berusaha merengkuh realita dengan menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama jaehyun.

"Tidak. Justru karena itulah aku ingin lebih mengenalmu."

"Bodoh. Mungkin tidak akan ada kesempatan lagi untuk bertemu. Jadi untuk apa mengetahui mimpiku."

Doyoung berusaha bertahan dengan persistensinya. Ia tahu jika lelaki itu hanya bersikap menyebalkan ketika sesungguhnya benar-benar memperhatikannya.

"Kau tidak merasa ingin bercerita pada seseorang yang ingin mendengarkan hal-hal tentangmu? Tidak setiap saat kau menemui orang orang sepertiku, lho."

Gadis itu terlihat naif dan menggemaskan bagi jaehyun. Ia tak dapat menahan diri sehingga ia menepuk kepala gadis itu dan mengusapnya dengan lembut.

"Benar juga, hn?"

Doyoung mengangguk "Nah akhirnya kau sadar juga."

Jaehyun terdiam sesaat sebelum memperlihatkan tatapan yang sedikit menerawang. Ia menahan diri untuk tak pernah memikirkannya karena mengingatkannya akan kenangan buruk. Dan kali ini ia bersyukur karena mengkonsumsi obat dengan dosis normal sehingga tidak akan lepas kendali di hadapan Doyoung.

Irreversible || JaeDoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang