Bertemu ibu dan ayah

17K 1K 18
                                        

Saat ini El dan juga keempat kakak nya sedang berada di makam ke dua orang tua mereka.

"Ayah, ibu kami datang" ujar Adrian sambil mengusap batu nisan kedua orangtuanya.

"Kami juga udah bawa baby" sambung Adrian

El berjongkok disamping makam ke dua orang tuanya. El menangis, dia tidak bisa lagi membendung air matanya.

"Ini El ayah, ibu hiks" ujar El sambil terisak

"Maaf El datang terlambat" sambung El

Melihat adik bungsunya menangis Gerald mendekati El dan langsung memeluk untuk menenangkan adik bungsunya itu.

Mereka berdoa lalu menabur kan bunga di makam kedua orangtuanya.

Setelah dari makam mereka berencana untuk pergi ke restoran untuk makan sebelum pulang ke rumah.

Sesampainya di restoran....

El melihat menu makanan nya, El bingung, karena ia tidak pernah memakan semua makanan yang ada di menu tersebut.

"Baby kamu mau mesen apa??" Tanya Adrian

"Sama in kakak aja" jawab El karena jujur saja El tidak mengerti sama sekali dengan menu-menu yang tertera di situ.

Skipp

Di sepanjang jalan El tertidur di pelukan Eric.

Sesampainya di rumah Eric langsung membawa El ke kamarnya dan merebahkan El dengan pelan. Eric tersenyum melihat wajah polos adik bungsunya itu ketika tertidur.

"Sweet dreams baby " ujar Eric lalu mencium kening El dan pergi dari kamar tersebut.

Eric turun ke ruang tamu dan di sana sudah berkumpul ke tiga adiknya.

"Keruang bawah tanah sekarang" ujar Eric berlalu dan diikuti ketiga adiknya.

************
Ruang bawah tanah....

Terlihat seorang pria yang sudah berumur terikat di sebuah kursi dengan mata tertutup.

Tap

Tap

Tap

Terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan tersebut.

"S-siapa disana?" Ujar pria tersebut yang diketahui bernama Bara

Tidak ada sahutan Sampai Gerald memerintahkan Doni untuk melepas penutup mata Bara

Setelah penutup mata itu terlepas Bara melotot melihat ke empat pemuda yang berbeda didepannya itu.

"Apa yang kalian inginkan brengsek?"

"Cepat lepaskan saya" ujar Bara berteriak

Gerald tertawa mendengar pertanyaan Bara.

"Hahahaha, Apa kau tidak sadar dengan kesalahan mu Tuan Bara?" Ujar Gerald datar setelah tertawa yang terlihat menyeramkan di mata Bara dan juga para bodyguard yang berada di sana

Bara bergidik ngeri mendengar tawa Gerald, namun ia berusaha terlihat tenang.

"Dasar brengsek, bagaimana saya tau jika anda belum memberi tahukannya" ujar Bara emosi

"Ck, dasar tidak sadar diri" ujar David yang muak mendengar ocehan dari Bara

"Biarlah jika dia tidak mau mengaku, bagaimana jika kita mulai permainan nya saja sekarang?" Sambung David sambil menampilkan seringaianya.

"Ide yang bagus kak" ujar Adrian.

"Kalian duluan saja" ujar Eric lalu berjalan ke arah sofa yang berada di ruangan tersebut dan diikuti oleh Gerald

David dan Adrian berjalan mendekat kearah bara sambil membawa pisau. Bara berusaha mundur akan tetapi badan nya masih terikat di kursi tersebut.

David menggores kan pisau ke pipi Bara. Bara berusaha berontak tapi itu malah membuat luka di pipinya semakin lebar. Melihat itu David dan juga Adrian tertawa.

(Ih kek psychopath) -_- Author

Di rasa cukup Eric mendekati Bara diikuti oleh Gerald.

"Apa kau masih tidak mau mengaku?" Tanya bara dingin

"Saya benar-benar tidak tahu apa kesalahan saya kepada kalian" ujar Bara

"Baiklah, biar saya beri tahu" ujar Eric

"Anda bukan dalang di balik kecelakaan keluarga saya, dan anda juga yang sudah menyulik serta memukuli adik saya" ujar El

Bara terdiam mendengar itu.

"A-apa kau anak dari keluarga Pratama?" Ujar Bara gugup

"Apa anda baru menyadarinya nya Tuan Bara" ujar Gerald

"Saya mohon maafkan saya"

"Saya hanya menjalankan tugas saya saja" ujar Bara membela dirinya.

"Siapa yang menyuruh mu?" Ujar Eric dingin

"Tuan Mahesa" Jawab Bara

"Saya mohon tuan lepaskan saya"

"Saya akan menuruti apapun perintah tuan, jika tuan mau melepaskan saya" sambung Bara lagi

"Baiklah saya akan melepaskan mu, tapi dengan satu syarat" ujar Eric

"Apapun tuan, apapun akan saya lakukan. Asalkan tuan mau melepaskan saya" jawab Bara mantap

"Awasi Mahesa" ujar Eric

"Baik akan saya lakukan" jawab Bara

Eric menyuruh Doni untuk melepaskan Bara dan mengantarkan nya keluar lewat pintu belakang, karena dia khawatir kalo Bara akan bertemu El jika dia pulang lewat pintu depan.

TBC:
Maaf guys lama update nya 😭

Kalo ada typo mohon di maklumi

Jangan lupa vote dan comment nya

Renaldo David Pratama ( kakak ketiga El)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Renaldo David Pratama ( kakak ketiga El)

Thanks.




Samuel (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang