023

92 11 0
                                    

Selesai pertandingan, aku meminta Beomgyu untuk menunggu di parkiran. Lalu mengajak Taehyun ke kelas yang sekarang sudah sepi.

"Ada apa?"

Aku menghela napas, "maaf."

Dia mengangkat alis, sepertinya ia tidak paham mengapa aku meminta maaf kepadanya. "Untuk?"

"Aku minta maaf karena sepertinya kau juga menyukai ku." Wajahnya mulai memerah, ternyata aku benar. "Maaf Taehyun, aku menyerah."

Taehyun memegang pundakku, "kau menolakku?" Ia tertawa pelan, kemudian melanjutkan pembicaraannya. "Padahal aku belum menyatakan perasaanku." Ia menundukkan kepalanya sambil menyapu rambutnya ke belakang.

Taehyun terlihat sedih, aku merasa tidak enak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taehyun terlihat sedih, aku merasa tidak enak. Tapi, aku sungguh menyerah, ibunya tidak menyukai ku. Aku pikir mengikuti ucapan ibunya adalah yang terbaik.

Aku tersenyum, "kau tahu, aku pikir kau adalah takdir ku. Tapi, setelah ku pikir ulang, aku tidak cocok untukmu."

"Tidak! Kau tahu darimana kita tidak cocok?! Kau bukan tuhan!" Aku menutup mataku. Taehyun terlihat frustasi, ia memegang pundakku sedikit keras. "Kenapa kau berpikir seperti itu?!"

"Kim Taehyun!" Aku akhirnya meninggikan suaraku. Dia terdiam. "Kau tahu kenapa aku berpikir seperti ini? Tanya pada ibumu, tanya pada kakakku. Kau akan mengerti,"

Aku menunduk, menghela napas sebelum melanjutkan perkataan ku lagi. Ternyata, berbicara dengannya sungguh sesak. Napasku sulit diatur. "Tanya kepada mereka, jangan tanya kepadaku. Mulai sekarang, kalau kau tidak keberatan, anggap aku orang lain daripada menjadi teman. Sungguh memuakkan,"

Aku berjalan melewatinya, tapi berhenti sejenak karena terpikir sesuatu.

Aku berbalik menatapnya, "dan terima kasih sudah merawat ku akhir-akhir ini, sampai jumpa."

"Saranghae Kim Taehyun,"

-𝕾𝖊𝖈𝖔𝖓𝖉 𝕷𝖔𝖛𝖊-

"Aku pulang!" Aku berseru ketika sampai dirumah. Tapi, begitu membuka pintu, ternyata tidak dikunci dan tidak ada yang membalas sapaan ku. Rumah terlihat sangat sepi. Sepertinya dua penghuni itu belum memasuki rumah.

Aku menoleh dan melihat Beomgyu yang masih diam di depan pintu sedang melepas sepatunya. "Kak Jungkook belum pulang?" Tanyaku padanya.

Dia mengangkat bahu, "aku tidak tahu, sepertinya dia pergi belanja bulanan  bersama Nara." Aku mengangguk paham. Aku baru ingat, kemarin kak Jungkook mengeluh karena bahan-bahan dirumah sudah habis.

Lagipula itu salahnya. Dia yang bertugas untuk membeli bahan-bahan bulanan setelah ibu tiada. Tapi, dia malah menggerutu pada dirinya sendiri. Kak Jungkook memang aneh.

"Hey," aku duduk di sofa dan menoleh. Beomgyu ikut duduk di depanku. "Kau berbicara apa saja dengan Taehyun? Kenapa wajahmu terlihat lesu tadi?"

"Ah, aku mengatakannya." Beomgyu mengangkat alis. Sepertinya dia tidak tahu. "Taehyun dan Sera akan tunangan, ibu Taehyun yang memperingatkan kak Jungkook untuk menyuruhku menjauh dari Taehyun. Jadi, aku menjauhinya."

Second Love | Kang TaehyunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang