11. Curious

988 25 2
                                        

Arsenna POV

Gadis? Apa mungkin itu senna.

Semoga bukan.

Amin.

Hari ini aku mencoba untuk bertanya langsung kepada luke. Aku masih penasaran dengan kejadian semalam. Dengan gadis yang luke bicarakan dengan dr. Leony, bibinya.

"Luke" akhir - akhir ini luke lebih sering menghabiskan waktu untuk membaca artikel artikel tentang kesehatan dari pada bermain game seperti bisanya.

"Heh"

"Kurasa ada masalah dengan kakiku. Kau tahukan, kemarin terjatuh saat latihan. Aku takut terjadi cedera serius pada kakiku" memang kemarin aku sempat terjatuh saat latihan. Tapi tak separah seperti yang aku ceritakan pada luke.

"Lalu?" Ia tidak memperdulikan perkataanku, matanya tetap menatap laptop di pangkuannya sekarang.

"Temanmu sedang terluka. Dan kau tidak khawatir begitu."

"Apa aku harus menanggis sambil berkata 'temanku sayang, sungguh malang sekali nasibmu'. Tenang sajalah, kau tidak akan mati hanya karna cedera seperti itu" ucapanku membuat luke berdiri dari kursi, dan dia terlihat menunjukkan gaya - gaya aneh seperti ibu ibu.

"Setidaknya kau mengajakku ke dokter, Bodoh. Apa kau tidak punya kenalan seorang dokter"

"Ada, dokter gio, dokter pribadi ayahku"

"Jangan dokter laki - laki, tidak enak jika harus curhat dengan dokter laki - laki" ini semua hanya taktikku. Akal bulusku untuk mengetahui siapa gadis yang luke maksud semalam.

"Aku punya bibi. Ia bekerja di rumah sakit, tidak jauh dari sini"

"Hell, kau punya bibi seorang dokter?"

"Tentu. Dia juga sangat cantik haha"

"Kalau begitu kita kesana saja"

"Oke, besok aku akan mengantarmu" luke terlihat serius kembali menatap laptopnya. Aku berfikir keras agar luke menceritakan gadis itu.

"Apa kau serius suka dengan gadis yang bernama senna itu?"

"Iyalah"

"Biasanya jika seorang laki - laki sudah serius dengan seorang gadis dia akan mengenalkan gadis tersebut pada keluarganya. Apa kau sudah begitu"

"Aku hanya mengenalkannya pada bibiku. Karna aku lebih dekat dengannya dari pada keluargaku sendiri. Tidak mungkin juga aku membawanya kerumah, ibuku bisa langsung menikahkan kita jika aku mengajaknya kesana"

"Ohhh begitu" berati benar gadis yang dimaksud adalah senna.

Jika biasanya sepulang sekolah aku akan latihan basket. Hari ini aku tidak melakukannya. Hari ini aku pergi untuk menemui dr leony.

"Ada masalah apa?" Untung saat itu dokter leony tidak sedang sibuk. Jadi aku dapat langsung bertemu dengannya tanpa membuat janji.

"Mungkin temanku luke pernah mengajak senna kemari"

"Luke keponkan ku? Senna istrimu yang semalam sakit kan?"

"Iya. Aku ingin kita membuat kesepakatan dok"

"Kesepakatan macam apa?"

"Anda tahukan kami masih sangat muda untuk menyandang status suami dan istri"

"Ehe"

"Tidak bisakah anda tidak memberi tahu siapapun perihal hubungan kami ke orang lain. Pernikahan kami adalah privasi, dan sebagai seorang dokter, sebaiknya anda tidak menceritakan sesuatu yang dianggap privasi oleh pasiennya sendiri kepada orang lain. Jadi-"

Inside Your Hug (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang