Senna POV
"aku tidak mau kek" ucapnya lantang dan keras di depan semua keluarga kami. Itu membuatku ingin menanggis. aku fikir dia tidak akan menolak karna kami sudah bersahabat sejak kami masih bayi. Atau mungkin hanya aku yang merasa bersahabat dengannya. Karna dia seperti tidak pernah menggangapku.
"sen ini sudah dibicakan sejak kamu masih bayi, satu - satunya cara agar keluarga kami bisa benar benar menjadi keluarga" tutur seorang pria yang wajahnya hampir mirip dengan kak arsen. Itu om john, 'Johnathan Kendrick' ayah kak arsen.
Om john mengelus puncak kepala kak arsen.
"sen, senna saja sudah setuju, masa kamu tidak" bujuk ayahku. Dan saat itu juga kak arsen lari kedalam, menuju kamarnya.
'BRAAAAK'
Ia membanting pintu kamarnya dan mengunci pintu kamar dari dalam.
Terlihat semuanya kecewa dengan kak arsen.
"padahal katty sudah mendidiknya dengan baik" nenek mengusar lengan kakek yang terlihat sedikit marah.
Keluargaku. Mereka semua tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku. Aku sangat tertekan dengan perjodohan ini.
Persetujuanku juga, aku menyetujuinya karna hampir setiap hari mereka membujukku. Bukan hanya keluargaku. Kadang dari pihak keluarga kak arsen. Aku hanya tidak ingin menyakiti hati mereka semua.
Aku ingin seperti kak arsen, dapat menolak perjodohanya dengan mudah. Sayang aku tak berani.
Arsenna POV
Berapa kali aku harus menolak. kami ini masih 10 tahun. Bagaimana bisa kami menikah. Kami masi sangat kecil untuk menjadi seorang suami dan istri dan melakukan itu ekhemm 'bercinta'. Entahlah, aku bingung. Semakin keras aku menolak semakin jauh juga harta warisan nenek dan kakek dariku. Begitulah mereka. Jika aku menolak perjodohan ini aku tidak akan mendapat sepeserpun harta warisan dari kakek. Namun sebaliknya jika aku menerima perjodohan ini maka surat kepemilikan seluruh harta kakek akan berubah menjadi atas namaku 'Arsenna oliver Kendrick'. Tapi semua itu tak semudah membalikan telapak tangan. Masa depanku tidak dapat dibeli hanya dengan harta warisan ataupun uang. Tidak akan pernah. Sampai kapanpun aku tidak akan menyetujui perjodohan ini.
Aku atau senna sebenarnya sangat keberatan dengan perjodohan ini. Aku sering melihatnya melamun disekolah, kadang juga menangis saat ia sedang sendirian. Sebenarnya aku diam -diam melihatnya. Entah terkadang aku bisa khawatir terhadapnya. Tentu saja diakan teman kecilku. Namun apa yang bisa aku harapkan dari gadis penakut seperti dia. Aku mendengar dia langsung mengangguk saat kakeknya menjodohkanya denganku. Itu membuatku sangat kesal, kenapa tidak ada penolakan sama sekali.
Aku tahu perjodohan itu sudah sejak jaman kakek dan nenek dulu. Namun saat itu keluarga madilyn melahirkan seorang putra laki - laki. Dan nenek melahirkan ayahku. Tidak mungkinkan om Anthony madilyn menikah dengan ayahku johnathan Kendrick. Tentu saja tidak, itu bahkan terdengar sangat lucu. Oleh karna itu sejak aku dan senna masih di dalam kandungan kedua keluarga kami sering membicarakan jenis kelamin kami. Bahkan nama kamipun dibuat hampir mirip.
'Senna alexandra madilyn'
'Arsenna oliver Kendrick'
Seakan akan semua takdir kami berada di tangan mereka. Tapi aku harap tuhan berkata lain. Aku tidak mau menikah muda. Aku masih ingin menikmati masa mudaku.
Author POV
"ayolah senna papa mohon, kakekmu kan lagi sakit" josh sedari tadi hanya mengikuti langkah lincah sang anak di lapangan basket keluarga mereka. Ia terus saja membujuk putra tunggal nya tersebut. Arsenna sangat malas kalau harus harus membicarakan perihal perjodohan tersebut. Baginya perkataan sang ayah tidaklah ingin dia bahas. Bagaikan masuk telinga Kiri dan keluar telinga kanan.
"----" Ia terus saja sibuk men dribel bola basketnya.
"kalau begitu bagaimana jika hanya bertunangan, bukan menikah" kalimat tersebut membuat arsen berhenti memainkan bala basketnya dan menoleh kepada sang ayah.
"aku hanya akan bertunangan dengannya kan yah? tapi tidak untuk menikahinya kan?" ucap senna, perkataan terakhir dari ayahnya tadi membuatnya berfikir dua kali.
'tidak masalah jika hanya bertunangan, lagi pula bisa dibatalkan kapan saja, seperti orang putus saat pacaran'.
'Apa mungkin aku salah bicara'
batin jonathan.
John terdiam dan. Arsenna, diumurnya yang masih 10 tahun dia sudah pintar sekali dalam mencerna ucapan orang dewasa.
"ayaahh-" arsenna sang ayah yang masih malamun tak jelas.
"iya. kau hanya bertunangan" jelas sang ayah menyungingkan senyum kecutnya.
'Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu kan, semoga mereka bisa saling mencintai' suatu saat nanti.
"kalau begitu aku setuju"
"ayah yang akan menjelaskan kepada kakek, kamu diam saja, mengerti" seakan mengiyakan perkatan sang ayah. Arsen hanya mengangguk dan kembali memainkan bola basketnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Inside Your Hug (On Going)
RastgeleHubungan yang berawal dari keterpaksaan. "Tak ada kata bahagia, karna kami adalah korban kedua keluarga kami yang egois" - Senna Alexandra Madilyn "Perjanjian 'sialan' yang mengharuskan kami menjalin suatu hubungan sakral" - Arsenna Oliver Kendrick ...
