Suara alunan music DJ selalu memenuhi ruangan ini. Club? Iya. allan, luke, arsenna dan adam telah sepakat untuk bertemu disana malam ini. Tempat yang sudah sering mereka kunjungi itu, selalu menjadi tempat favorit bagi mereka.
Luke, terlihat sendirian untuk saat ini. Ia masih belum menemukan salah satu temannya disana. Mungkin karna keadaan yang terlalu ramai, dan banyak orang yang memiliki bentuk tubuh sama dengan teman - temanya. Itu membuatnya semakin sulit untuk mencari salah satu temannya.
Kini Luke telah meneguk gelas ke 3, whisky yang sengaja dituangkan bartender kepadanya. Ia sama sekali tidak masalah dengan air beralkohol itu.
Beberapa menit kemudian ia baru menyadari bahwa salah satu temannya berada tidak jauh darinya. Allan, Tapi ia tidak sendirian saat itu. Allan terlihat sedang mengobrol dengan seorang wanita yang berpakaian sedikit minim. Kadang mereka terlihat tertawa bersamaan. Merasa diabaikan, akhirnya luke bergegas mendekat pada allan yang sama sekali tidak memperdulikan janji mereka malam ini.
"Weeey what's up man" luke meragkul tubuh allan dari samping. Allan yang merasa tergangu, alhirnya menampakkan tatapan marahnya kepada luke.
"Hentikan luke" allan melepas rangkulan tanggan luke dari tubuhnya. Padahal baru saja ia berkenalan dengan seorang wanita. Luke sudah menggangunya.
"Kau lupa dengan janjimu eh" tiba - tiba saja arsen dan adam datang dari arah depan luke dan si wanita seksi itu. Luke tertawa melihat wajah ketakutan allan karna ucapan dingin arsenna yang menurutnya menakutkan.
"Heyy ayolah aku hanya berbicara sebentar dengannya. Sebentar ya" allan terlihat sedikit berbincang - bincang sebentar dengan wanita tadi. Sebelum kini ia melangkah pergi meninggalkannya, dan menghampiri para sahabatnya di meja bertender.
"Sen, sepupuku menurutmu bagaimana" adam menepuk pundak sahabatnya itu.
"Apa maksudmu"
"Entah, ia bilang tertarik padamu"
"Sepupumu untukku saja" allan membanggakan dirinya, saat adam bercerita tentang sepupunya yang lumayan cantik. Ia terduduk sambil mengangkat gelas whiskynya.
"Jangan mimpi eh, aku tidak ingin punya saudara sepertimu. Sepupuku terlalu cantik untukmu"
"Kita harus segera cari pasangan, untuk promnight lima bulan lagi"
"Memangnya itu pesta berpasan - pasangan"
"Aku dapat bocoran sih begitu"
"Kalian sih gampang bisa dengan mudahnya mencari pasangan" diantara mereka berempat adam memang yang paling sulit dalam mencari pasangan.
"Buang dulu ingusmu itu, baru cari pasangan" luke selalu melecehkan keburukan teman - temanya. Dan kini adam yang memang dulu saat smp selalu berpenampilan aneh. Tapi tidak untuk sekarang, penampilan adam sudah lebih keren sejak masuk sma.
"Setan kau, memangnya ini jaman smp dulu. Lihat saja nanti"
- skip time -
"Jam berapa ini" john berdiri menutupi pintu, menghalangi anaknya untuk masuk ke dalam rumah.
"Jam satu" arsenna terlihat santai menjawab pertanyaan ayahnya itu. Seakan ayahnya sedang bertanya jam biasa kepadanya.
"Ini ayah kebetulan dirumah, bagaimana jika ayah tidak dirumah. Mau pulang jam berapa hah"
"Maaf yah"
"Jangan pulang kerumah dalam keadaan mabuk lagi"
"Aku mengerti yah"
"Untung ibumu sedang tidur. Ayah hanya tidak ingin membangunkan senna dan ibumu. Awas sampai kau mengulanginya lagi, ayah akan menyita motormu"
Melihat ayahnya menyingkir dari pintu, arsenna langsung segera masuk dan bergegas naik tangga menuju ke kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Inside Your Hug (On Going)
DiversosHubungan yang berawal dari keterpaksaan. "Tak ada kata bahagia, karna kami adalah korban kedua keluarga kami yang egois" - Senna Alexandra Madilyn "Perjanjian 'sialan' yang mengharuskan kami menjalin suatu hubungan sakral" - Arsenna Oliver Kendrick ...
