Meski sekarang dirinya over protektif, Laras tetap tidak terlalu mau mengatur kehidupan jason. Gadis itu sekarang juga sudah lebih terbuka, lebih menunjukkan perhatiannya, walau sedikit protektif. Laras tidak melarang Jason berteman dengan siapa.
“Ra gue kayanya terlalu over ya sama jason”. Rara menoleh melihat laras yang sedang memikirkan sesuatu. “Lu sendiri sadar gak?” tanya rara.
“Gitu deh, gue gak ngelarang dia tapi selalu nanya kabar dia dimana sama siapa”
“Menurut lu?”
Laras menatap rara aneh sembari meminum es jeruk dihadapannya. “terlalu protektif”
“sekarang gimana?” rara bertanya setelah meletakkan ponselnya di meja kemudian menopang dagunya. “gue liat ya semenjak lu mau tunangan apalagi ini mau nikah protektif banget sama jason. Sekarang lu sadar itu?”
“Iya”kayanya sih, tambahnya dalam hati. “Jangan terlalu over ras ntar malah gak jadi nikah lu”
Laras meringis. Iyaya ada benernya juga. “Jangan ngomong gitu dong Jubaedah”
“Gue kan Cuma kasih tau bukan doain” rara menyahut. “gue takut aja sahabat gue gagal nikah gara-gara terlalu over sama calon suaminya”
--
“Ko evans mana?” dengan tubuh bersandar di atas sofa , jason menanyakan itu pada Bryan yang baru saja mengambil makan.
“jalan sama ivanah” jawab laki-laki itu sambil melahap makanannya. “katanya mau jalan-jalan sama ivanah tapi gatau kemana dia minjem mobil lu juga”
“Calvin?”
“ikut ko evans”
“Lah tumben?”
Bryan mengangkat kedua bahunya. Ia lalu mengeluarkan ponselnya. “Tadi calvin mau ikut ko evans yauda akhirnya diajak sama ko evans jalan juga”
Jason hanya mangut-mangut sambil mencomot lauk bryan. Makanan bryan tampak sedap di lihatnya, ia juga belom makan siang. Bryan sampai melotot pada jason.
“lu gak bisa ambil sendiri?” tanya bryan dengan menepis tangan jason yang memcolong lauknya. “mager” jawabnya.
“Lu gak jalan sama Laras? Tumben banget”. Jason tidak menjawab, ia hanya fokus pada lauk dipiring bryan, menelan ludah melihat lauk dipiring itu tampak lezat.
“Heeh Bambang, lu kalo laper ambil sendiri makanannya di dapur”
Tentu jason tersentak. Ia refleks menjauhkan pandangannya dari piring bryan dengan cepat.“masih ada makanannya?”
“Masih banyak tadi bibi baru kelar masak, masih anget noh di dapur”
“gak jadi deh gue mau jemput laras aja”
--
“ras mau mampir?” tawar rara basa-basi.
“gak ra, lain kali aja” jawabnya. Rara mengangguk dan masuk ke dalam rumahnya.
Laras menoleh menatap laki-laki yang disampingnya. “kita langsung pulang?”
Diusapnya kepala gadis itu dengan lembut. “mmm.. gatau juga aku bingung”. Tapi Laras merasa masih ingin bersama jason. “aku mau ke taman Darwansa boleh?” Kedekatan mereka sudah hampir berjalan 1 bulan.
“Kenapa harus aku tolak?” ungkap jason.
“ya kali aja kamu gak mau je” ujar laras.Jason baru ingat kalau mood Laras bisa berubah-ubah. Membuat ia berpikir mungkin ia harus lebih sabar menghadapi mood laras.
Jason lalu tersenyum dan mengangguk.

KAMU SEDANG MEMBACA
you and me [END]
Teen FictionHaiii ini tentang kisah cinta laki-laki berumur 22 tahun bernama jason dan Gadis berumur 18 tahun. Mereka bertemu lewat mimpi dan pada akhirnya...