Tubuh keduanya yang sudah berkeringat saling menempel satu
Sama lain.Mereka bersitatap sejenak. Jason tersenyum, kembali mengecup setiap inci wajah laras. Mereka memulai semuanya dengan lembut. Tubuh laras dipenjara dalam dua lengan kokoh.
Laras merasa hilang kendali saat merasakan lidah Jason menghisap habis sebelah gundukan itu. Ini gila, laras merasa hilang kendali.
Dua tangan laras mulai meremat kasar bahu jason. Kepalanya mendongak tinggi ke belakang setiap kali laki-laki itu mengapit ujung dadanya dengan bibir.
Jason semakin menurunkan ciumannya menuju perut datar laras, mengecupinya dengan lembut kemudian menatap bekas jahitan di bawah perut. Jason mempertemukan pandangan mereka.
"Masih nyeri?" Tanyanya dan dibalas gelengan kepala oleh laras. Jason kecup bekas jahitan itu. "I love you" tutup jason dengan sebuah ciuman di bibir.
--
Sudah hampir sebulan jason kembali ke Jepang setelah acara pernikahan evans dan ivanah digelar. Jason kembali pada rutinitasnya disana.
Dering ponsel yang berada di atas meja, membuat jason menghentikan kegiatannya mengemas barang. Nama laras tertera di layar, seketika Jason mengernyit bingung.
Buru-buru Jason mengangkat panggilan tersebut, takut kalau ada sesuatu yang penting."hai sayang..kok belom tidur?" Ada keheningan sejenak. "Ras?"
'mas..'
"Hem?"
'laras hamil'
Segala kecemasan yang tadi sempat membuat bahunya tegang kini perlahan menghilang. Tubuhnya merosot lega dan matanya terpejam erat. Dejavu?
'gimana nih mas?'
"Kamu tenang dulu ya" jason tahu kini laras sedang merasa takut dan cemas. "Kamu udah tes belom?"
'udah dan hasilnya sama semua'
Jason benar-benar dejavu.
Jason sendiri melupakan kalau malam itu saat mereka melebur menjadi satu, ia lupa memakai pengaman. Laras tidak mengingatkan itu.
Jelas saja persetubuhan itu akan menghasilkan nyawa lain di dalam sana di perut laras. Astaga... Seandainya jepang dan Indonesia bisa ditempuh dengan jalan kaki.
"Aku besok langsung terbang ya"
'kenapa gak sekarang sih?' tangis laras terdengar semakin keras dan membuat jason kini bingung. 'aku butuh kamu sekarang'
"Ras.. aku bingung banget kalo kamu nangis kaya gini, aku gak tega"
'Kalo gak tega pulang sekarang'
Jason meraup udara banyak-banyak, memijat keningnya yang mulai terasa berat
"Ras, aku telponin ivanah ya buat temenin kamu?"
'ngapain? Ganggu pengantin baru aja!' sentak laras galak.
"Gak bisa ras, proyek aku tinggal finishing. Masa udah tinggal finishing gaada aku"
'jadi proyek kamu lebih penting!?'
"Gak gitu ras.."
'tapi aku mau kamu mas! Sekarang disini!'
Ya tuhan Jason dibuat bingung dengan sikap laras yang seperti ini. Tumben ia berubah manja dan cengeng.
'jahat kamu mas!'
Mata jason membelak lebar. Apa? Dia mengatakan kalau dirinya jahat?
Dan panggilan itu terputus secara sepihak. Jason terdiam di tempatnya seraya menatap layar ponsel yang menggelap.

KAMU SEDANG MEMBACA
you and me [END]
Teen FictionHaiii ini tentang kisah cinta laki-laki berumur 22 tahun bernama jason dan Gadis berumur 18 tahun. Mereka bertemu lewat mimpi dan pada akhirnya...