BAG - 15 The Stewards

264 28 1
                                        

Yuk vote dan komen duluuu

Happy reading!!!

***

Hari minggu dan acara rebahan all day long adalah sebuah perpaduan yang Eileria nanti-nantikan. Sebagai Mahasiswi Teknik, dengan departemen yang dikenal dengan tugas-tugas seabrek, yang tiap harinya memaksa dia berteman mesra dengan tumpukan-tumpukan kertas kalkir, hari minggu tanpa dihantui deadline adalah sebuah eksistensi lain dari nikmat surgawi itu sendiri.

"Kak, makan siang dulu, lo dari pas pulang tiduran mulu. Ketempelan sama kasur tau rasa lo nanti."

Eileria mendengus pelan di bawah selimut, menyibaknya dengan pelan hanya untuk melihat sosok Keenan yang berdiri malas di depan pintu kamar. Sejak Ia memutuskan untuk pulang menggunakan taxi pagi tadi, Eil tidak berniat untuk pulang ke rumah, melainkan memilih untuk menghabiskan hari minggu yang Ia rencanakan untuk rebahan seharian di rumah Papa. Dan disinilah Ia berada, di kamar Naraka yang entah kapan laki-laki itu terakhir kali menggunakan kasurnya, yang jelas sepertinya sudah ditinggal oleh tuannya berhari-hari.

Mendesah dalam, Eil hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas sahutan Keenan, yang setelah mendapatkan respon dari Eil, laki-laki itu memilih beranjak, meninggalkan Eil dengan raut wajah yang muram sejak pertama kali Ia menampakkan diri di rumah ini.

Berbicara tentang keberadaanya di sini, sejak matanya tak sengaja menangkap deretan kalimat dari pesan yang dikirimkan di handphone milik Arjuna tadi pagi, perempuan itu langsung memutuskan untuk pulang tanpa meninggalkan sepatah katapun pada yang lainnya, mengingat beberapa orang yang tersisa di sekret masih tertidur pulas, tidak terkecuali dengan Sella yang tampak tidur lelap dengan raut lelah yang jelas terlihat dari wajahnya. Eil bahkan tidak meninggalkan pesan untuk Arjuna yang bahkan sedari tadi masih mencoba menghubunginnya, bergantian dengan Sella yang sempat menghubunginya beberapa waktu lalu.

Seolah merasa cukup dengan gangguan yang dihasilkan oleh getaran dari benda pipih canggih miliknya itu, Eil memilih untuk memasang mode pesawat, membiarkan laki-laki yang ada di ujung sana yang masih berusaha menghubunginya berdecak kesal. Eil tidak mengerti mengapa dirinya menjadi seperti ini hanya karena deretan kalimat itu, tapi Eil benci memikirkannya, Eil benci karena sejak Ia melihat itu semua, pikirannya akan Arjuna tak bisa Ia kendalikan. Eil benci menerima kemungkinan bahawa mungkin saja, mungkin saja selama ini Arjuna memiliki seseroang yang Ia cintai, memiliki kekasih, dan demi Tuhan, Eil bahkan baru memulai menanam rasa diam-diam pada laki-laki itu.

Eil dipatahkan bahkan sebelum benar-benar meyakini perasaannya, tapi semuanya terasa sebercanda itu dirasa, disaat dia mulai mengakui keberadaan Arjuna yang terus meyakini semuanya akan baik-baik saja, atau pada Arjuna yang tiap kali akan selalu ada untuknya, atau pada Arjuna yang dengan baik dan sabarya selalu mencoba untuk mengerti dirinya. Sebelum semuanya diperjelas, Eil sudah cukup berani untuk meyakini untuk menaruh rasa pada laki-laki itu, dan kenyataan yang baru saja menghantamnya benar-benar membuatnya merasa patah sebelum Ia bahkan memulai menyambung perasaanya dengan Arjuna.

Teriakkan nyaring Keenan yang berasal dari ruang tengah menggema, membawa Eil pada sisa-sisa kesadarannya akan kegunaan indera pendengarannya. Dengan langkah gontai dan penuh dengan tarikan nafas berat. Eil melangkahkan diri keluar, ke arah Keenan yang sedari Ia muncul di depan pintu kamar, langsung laki-laki itu hadiahi dengan tatapan mendengus.

Tanpa menghiraukan dengusan Keenan, Eil memilih untuk ikut duduk selonjoran di sisa tempat sofa panjang yang ditempati oleh Keenan, "Geser dikit, dek." Sahut Eil tatkala Ia merasa bahwa posisi Keenan sekarang benar-benar terlalu memakan tempat.

" Sahut Eil tatkala Ia merasa bahwa posisi Keenan sekarang benar-benar terlalu memakan tempat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My Ineffable SeniorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang