29

67 7 2
                                        

Kenapa harus cemburu? Aku tidak merasa di duakan karena kami sama-sama punya posisi berbeda di hatinya

HAPPY READING!

Kini Aqilah sudah selesai berberes, dia juga sudah selesai memisahkan oleh-oleh yang akan dia berikan. Dia ke dapur untuk membantu Anita memasak.

"Bund mereka pulang jam berapa?" Tanya Aqilah

"Jam satuan kayaknya, kalau abang gak tau" jawab sang ibunda

Dan baru saja dibicarakan suara pintu dan salam sudah terdengar dari arah dapur.

"Assalamualaikum" ucap Azka berjalan masuk.

"Waalaikumsalam"

"Aqilah di—" ucap Azka terputus saat melihat gadis cantik yang sedang merapikan meja makan "AQILAHHHHHH" teriaknya dan langsung berlaru dan memeluk sang gadis yang sudah hampir setengah tahun tidak ditemuinya itu.

Aqilah membalas pelukan sang kekasih. Fyi Aqilah dan Azka sudah berkomitmen, hal itulah yang membuat Aqilah ingin cepat menyelesaikan kuliahnya. Aqilah berharap kuliahnya akan selesai bersamaan dengan Azka. Azka juga memiliki bisnis sendiri berupa distro namun semuanya diserahkan tanggungjawab kepada sahabat SMA nya yang sekarang nganggur.

Sebelum melepaskan pelukannya Azka mencium kening Aqilah cukup lama. Azka memegang kedua pundak Aqilah lalu berkata

"Huhh kamu sehatkan? Selama disana beneran gapernah sakit kan?" Di lontarkan pertanyaan beruntun membuat Aqilah terkekeh lalu menggelengkan kepalanya.

"Mentang-mentang udah gede mesra-mesraan sembarangan! Gak malu apa sama yang udah tua?" Celetuk sang ibunda.

"Sirik aja bund" ucap Azka

"Kamu bersih-bersih dulu habis itu turun makan yah bang" ucap Aqilah.

"Siap calon!" Ucap Azka dengan tegap dan memberi hormat.

"Siip cilin! Cilin cilin"  ucap Anita dengan menye-menye.

"Iriiiii???? Bilang bunda!!" Ucap Azka yang sekarang sudah berlari di tangga. Kalau tidak lari mungkin mukanya akan di gosok menggunakan kain lap kompor.

Aqilah menutup makanan di meja, karena ia ingin menunggu kedua sahabatnya pulang barulah makan siang bersama. Kini, Aqilah dan Anita sedang berada di ruang keluarga sambil menonton ftv sbtv. Tidak berselang lama akhirnya Azka kembali turun dan duduk di samping Aqilah, dia menyandarkan kepalanya di bahu Aqilah. Aqilah memijat pelipis serta kepala Azka sembari sedikit menarik-narik rambut Azka. Karena keenakan dipijat seperti itu Azka pun terlelap.

"Yee cilinn pw dikit langsung molor!" Ucap Anita mencolek dengan jahil kepala Azka.

"Bundaa ih anaknya lagi kecapekan mungkin" ucap Aqilah pada Anita yang menjahili sang kekasih.

"Bela teroz Qilah! Dasar gak anak gak cilin mininti samaa aja bikin kezel! Dahlah bunda mau kekamar, mau maskeran dulu" ucap Anita lalu berdiri tak lupa mengibaskan rambutnya berniat menjahili sang anak yang tidur namun terhalang tangan Aqilah yang menutup muka Azka. Aqilah sedikit terkekeh dengan kelakuan bunda sang kekasih.

Aqilah menggeser duduknya dan menaruh kepala Azka di pahanya lalu dia kembali menonton ftv yang tadi sempat iklan.

Belum lama menonton suara pintu yang terbuka membuat Aqilah menoleh dan menunggu siapa yang datang.

NAQISHA ( Completed )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang