Dengan mudah nya kita berkorban untuk satu orang , tanpa sadar bahwa disamping itu kita sendiri mengorbankan orang lain
-Aqilah_
"Nopaalllllll"__ teriak Aqilah, entah yang keberapa kalinya , akhirnya dia mendapat Naufal dan dapat meraih tangannya. Aduhh apa-apaan Naufal ini sudah jalannya cepat , tidak mendengar pula Aqilah memanggil
Naufal berbalik dan bertanya ada apa
"Ayo, gue mau ngomong" __ ajak Aqilah , menarik tangan Naufal pergi tanpa persetujuan orangnya
Kini Aqilah dan Naufal telah berada di kantin, ini sudah jam pulang sekolah jadi kantin sudah sepi
"Pal gue gak ngerti sama lo. Lo kok bodoh yah, gue bingung yang goblok disini lo atau dicky?"__ tanya Aqilah saat sudah duduk dikantin
"Lo? Lo tau?" __ tanya Naufal, dan Aqilah hanya menghembuskan nafasnya kasar sambil mengangguk
Flashback on
"Jelasin ke gue tentang Naufal dan sepupu lo itu kyy" __ ucap Aqilah dengan nada tidak bersahabatnya
"Maaf ini semua karena gue, gue bawa Naufal kerumah gue, dan saat itu dia gak sengaja ketemu adik sepupu gue, April kehilangan nyokap bokapnya sekitar setahun lalu tepatnya dua bulan sebelum Naufal datang kerumah gue, waktu Naufal pulang , April senyum-senyum , dan itu kali pertamanya dia senyum setelah orang tuanya meninggal. Pas gue tanya kenapa katanya dia seneng sama teman gue yang tadi bantuin dia ngelap tumpahan minuman, disitu gue seneng banget dia bisa senyum lagi, gue ceritainlah ke Naufal, awalnya dia gak peduli, tapi gue maksa dia buat selalu datang kerumah gue, setelah itu Naufal sebenarnya tidak mau memberi harapan ke April, dia berusaha gak bikin April jatuh ke dia , gue gak tau apa alasannya padahal mereka akrab banget. Karena itu April sempat putus asa dia gak tau mau ngapain, dia ngerasa dirinya gak ada apa-apanya dia kembali down saat itu, dan gue berusaha buat Naufal mau bantu gue buat April kembali seperti dulu lagi " __ jelas Dicky diakhiri dengan helaan nafas kasar nya
"Lo suruh Nopal berkorban ha? " __ tanya Aqilah dengan ngegas "lo aaarghhhhh lo bodooooh , lo ngorbanin perasaan 2 orang sekaligus kalo lo mau tau" __ ujar Aqilah lagi , sebelum pergi dia mendorong bahu Dicky
Flashback off
"Gue gak tau harus gimana Qil, gue kasihan sama April , gue kasihan sama Dicky" __ ucap Naufal sambil menunduk
"Dan lo gak kasihan sama Qisha?" __ sambung Aqilah cepat
"Gue tau gue salah, bantu gue perbaikin semuanya Qil"__ mohon Naufal yang masih tertunduk
" i'm beside you" __ terima Aqilah sambil menepuk pundak Naufal , Naufal mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis
Dia sangat tau bagaimana Aqilah dengan sikap nya , Aqilah dan Aqisha mungkin tidak jauh berbeda, hanya saja Aqilah akan menghantam apapun rintangan sedangkan Aqisha , selalu memilih mengalah dengan hal yang menurutnya melelahkan
"Gue anter lo pulang" __ ajak Naufal
"you are my best friend?" __ tanya Aqilah menaikkan satu alisnya
"Will not Qil!"__ jawab Naufal, muka Aqilah jadi cemberut . "because I'm your brother"__ sambung Naufal , kini dia tau siapa orang lain yang bisa menjadi orang terdekatnya saat ini selain Aqisha , Naufal tau betul Aqilah orang yang tepat.
"Aaabbbanggg"__ ucap Aqilah dengan nada anak-anak nya sambil tersenyum
Merekapun berjalan menuju gerbang , disitu sudah ada mobil jemputan Naufal
"Palll"__ panggil Aqilah yang dijawab dengan deheman oleh Naufal
"Manusia kadang rada pendek pemikiran ya"__ ucapan Aqilah sontak membuat Naufal menoleh kearahnya sambil menaikkan satu alisnya seolah bertanya kenapa bagaimana tidaj, tiba-tiba saja Aqilah bilang begitu
"Iya, dengan mudahnya kita berkorban untuk satu orang, tanpa sadar bahwa disamping itu sendiri kita mengorbankan orang lain" __ Naufal tersentak dengan ucapan Aqilah , Aqilah memang benar
" gue?" __ tanya Naufal , Aqilah menaikkan satu sudut bibirnya
"Lo!Aqisha!, gue duluan" __ ucap Aqilah saat sudah tiba dirumahnya dan turun dari mobil
Naufal terus memikirkan perkataan Aqilah
Dia harus segera menyelesaikan semuanya, dia sangat tidak tenang dengan keadaan Aqisha saat ini
"Pak ke cafe biasa dulu ya"__ setelah mengatakan itu kepada sopir nya dia mengetikkan sesuatu di ponselnya
Dia telah tiba di cafe , tepatnya cafe tempat dia mengajak Aqisha dan Aqilah mampir jumat lalu
"Kenapa tiba-tiba ngajak ketemu kak?"__ tanya April, yah orang yang ditemuinya adalah April, tapi bukan hanya April ada Dicky juga disana
" gue harap kita tetap bisa berteman setelah ini." __ gumam Naufal pelan
"Ke-kenapa kak?" __ tanya April cemas
" Gue gak bisa pura-pura lagi, gue gak punya perasaan apapun sama lo, maaf buat lo berharap lebih, gue ngelakuin ini dulu karena gue ngerasa prihatin sama keadaan lo, gue minta kita putus aja ya pril" __ ucap naufal "udah dua hati yang gue sakiti , pertama cuma hati gue kedua hati Aqisha , dan dengan perlahan hati lo tersakiti, kita gabisa menjalani hubungan dengan kepura-puraan, gue tau lo anaknya baik, gue harap lo ngerti pril" __ ucap Naufal lagi
Dicky hanya bisa diam , saat ini dia tidak bisa memprotes atau menghalangi Naufal , sebab sudah mau satu tahun Naufal belum saja punya perasaan terhadap sepupunya
Air mata April kini telah menetes
"Kak , kenapa? Kenapa kakak maksain hati kakak? Kalo akhirnya kita sama-sama tersakiti? Kak kamu bisa kok sama Aqisha walaupun masih pacaran sama aku"__ ucap April, dia mulai ngaur gaessss
" salah pril, harusnya gue yang bilang , gue tetap bisa disamping lo , jadi kakak lo , gue lebih cocok jd itu, gue tetep bisa jadi teman cerita lo yang nyaman tanpa ada status pacaran, jujur gue kesiksa sama status" __ ucap Naufal , April berlari keluar dari cafe ,
"Gapapa , yang lo lakuin udah bener, gue susulin April yah, makasih udah bantuin selama setahun belakangan ini "__ ucap Dicky lalu berlari mengejar Adik sepupjnya itu
Naufal bernafas legah, satu sudah selesai . Sekarang Aqisha-nya , bagaimana?
Sekian yah gaeskyyyyyyy
Maapiiin kalo ada typo
Maapin kalo belum nemu konflik yang pas
Maapinnnnn ya maapin
Hehehehehehihihihi
KAMU SEDANG MEMBACA
NAQISHA ( Completed )
Fiksi RemajaNaqisha adalah manusia manja yang begitu ambis, selain ambisius dalam pelajaran, ia juga sangat ambisius mendapatkan cinta dan perhatian sahabatnya sendiri yaitu Naufal. Namun, apakah Naqisha akan berhasil menaklukkan hati sang sahabat?
