Revan duduk diruang kerja nya sembari mengecek berkas-berkas kantor. Membuka dengan sesekali menandatangani kertas yg perlu tanda tangan nya.
Cklekk
Bunyi pintu terbuka membuat Revan mendongak. Disana, Bimo tengah berdiri dibalik meja kerja nya.
"Permisi Tuan, apakah anda tadi memanggil saya?" Tanya Bimo.
"Ya, apakah meeting tadi berjalan dengan baik?"
Bimo mengangguk sebagai jawaban "PT Wijaya's group memberi usul untuk membangun hotel di Bali, melihat sektor pariwisata Bali yg tinggi jadi kami menyetujui hal tersebut. Bagaimana dengan anda Tuan?" Jelas Bimo.
"Seperti nya itu tidak buruk. Saya menyetujui nya." Tandas Revan.
Bimo menghela nafas lega, untung Tuan-nya itu mau menyetujui nya.
"Emm bagaimana kondisi Nyonya Resha, Tuan?"
"Seperti yg anda lihat tadi, pucat dan menggigil."
Revan menghela nafasnya gusar, sangat khawatir terhadap keadaan istri nya.
"Apakah perlu saya panggilkan dokter Tuan?" Tawar Bimo merasa iba melihat keadaan Resha tadi.
"Besok saja, untuk sekarang biarkan dia istirahat." Ucap Revan.
"Baiklah kalau begitu saya permisi."
Setelah Bimo pergi, Revan bergegas ikut keluar, menemui Resha.
_ _ _
Kini Resha tengah menatap sprei ranjang nya lurus, memikirkan bagaimana cara agar menjelaskan kesalah pahaman ini kepada Nindya.
Ia sudah berganti baju dengan hoodie oversized berwarna pink juga celana training hitam yg membalut paha mulus nya.
Decitan pintu terbuka nampak nya tidak menarik minat Resha untuk melihat, karna ia pasti tau siapa orang yg membuka nya.
Revan duduk di sebelah Resha.
"Tadi kamu ngapain ujan ujanan sih?" Tanya Revan. "Kamu tau gak, dengan tindakan kamu tadi itu bisa aja buat kamu demam."
"Nindya Vann."
Mendengar ucapan Resha yg seperti menahan tangis membuat hati nya tersayat. Menarik Resha untuk didekap nya sesekali mencium kepala sang istri menyalurkan ketenangan.
"Udah, kamu gak perlu jelasin kok aku udah tau semua nya."
Benar, Revan telah mengetahui perihal Nindya yg kecewa berat terhadap Resha hingga membuat nya seperti ini. Yg pastinya ia tahu karna tadi Andre yg menceritakan nya.
Jangan tanya dari mana Andre tau, pasti dari gebetannya lah, Gia.
"Biar besok aku jelasin semua nya sama Nindya, sekarang kamu gak usah pikirin itu mending kamu istirahat aja."
Mendengar perkataan Revan barusan, sedikit membuat hati nya terasa tenang.
Resha mengangguk, lalu masuk kedalam selimutnya. Diikuti Revan.
Tubuh nya ia miringkan menghadap Resha, kembali mendekapnya. Tangan nya menepuk nepuk pantat Resha agar cepat terlelap.
_ _ _

KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT BABY[SLOW UP]
أدب المراهقينHARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA! Revisi kalo udah END! _ Seorang gadis mungil namun memiliki paras yg menawan harus menerima Kenyataan bahwa dirinya akan dijodohkan dengan seorang lelaki yg selalu membuat kehidupannya disekolah terusik! Ya, Resh...