Ting!
Bunyi dentingan notice pada ponsel Resha mengalihkan fokusnya dari buku. Dengan gerakan hati-hati Resha meraih ponselnya untuk mengecek siapakah yg memberikan ia pesan pada jam pelajaran.
Repann💩
OnlineNtar gue gak bisa bareng.
Gue udh suruh Bimo buat jmpt.Perasaan ini masih jam pelajaran, tapi dengan santainya Revan online? Sudah bisa dipastikan dia pasti sedang membolos bersama teman gilanya.
"Resha." Panggil Bu Suswi membuat Resha reflek mematikan ponselnya.
Kini semua murid menatap kearah nya. Seolah memberi sinyal bahaya. Semua orang tau jika Bu Suswi orang yg galak, kalo sudah menghukum tidak kira-kira.
Resha memejamkan matanya kala Bu Suswi berjalan mendekati nya.
"Aaa s-saki-it buu." Pekik Resha, lihatlah telinganya memerah ulah Bu Suswi yg menjewernya. Para murid menatapnya iba tak terkecuali Gia.
"Kamu tau ini masih jam pelajaran!!" Bentak Bu Suswi.
Resha menunduk. "Tau bu."
"Terus kenapa kamu bermain hape!"
"Maaf bu tadi mamah say--" Belum selesai berbicara sudah dipotong dengan suara Bu Suswi.
"ALASAN! Pokoknya saya gak mau tau, sekarang kamu keluar! Bersihkan selokan menggunakan tangan kosong kamu!!" Perintahnya tanpa bantahan.
Semua meringis mendengar perintah bu Suswi itu. Ayolah yg benar saja membersihkan selokan menggunakan tangan kosong?
"Cepat!!" Resha segera keluar.
Tatapan Resha dan Gia bertemu. Gia tersenyum seolah memberi semangat.
Brakk
Resha menutup pintu dengan keras. Masa bodo dengan bu Suswi yg misuh-misuh sekarang.
Ia menatap nanar kearah selokan yg dipenuhi sampah plastik itu. Kini ia menyesal pernah membuang sampah keselokan.
"Ayo Resha! Lo pasti bisa!" Semangat Resha menggebu gebu.
Dengan semangat ia memunguti sampah plastik yg berserakan itu, sesekali menyeka keringat yg keluar dari pelipis nya.
"Tuh guru kapan si berenti ngoceh." Ujar Andre pelan.
Aldo menanggapi. "Tau tuh, padahal gue yakin mulutnya udah berbusa tuh."
Saka memutar bola matanya malas mendengar ribut-ribut dibelakang. Jadi posisinya Saka bersama Revan sedangkan Andre dan Aldo dibelakangnya.
Tak ayal banyak murid yg juga merasa bosan hingga menguap beberapa kali. Pelajaran sejarah memang selalu seperti ini, mendengarkan guru yg terus mengoceh.
Mendengar suara decitan bangku Saka mendongak mengisyaratkan bertanya 'kemana'.
"Toilet."
"Revan mau apa kamu berdiri?" Tanya Pak Yanto.
"Ijin toilet pak." Dengan santai nya Revan berjalan tanpa memperdulikan jawaban sang guru.

KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT BABY[SLOW UP]
Fiksi RemajaHARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA! Revisi kalo udah END! _ Seorang gadis mungil namun memiliki paras yg menawan harus menerima Kenyataan bahwa dirinya akan dijodohkan dengan seorang lelaki yg selalu membuat kehidupannya disekolah terusik! Ya, Resh...