[Regal Argara]
Gue udah gak bisa berpikir tentang apa pun. Yang ingin gue lakukan saat ini hanya satu, seperti yang sedang gue lakukan saat ini. Melempar figura foto yang tadi gue dapet ke samping Rion hingga suara retakan kacanya terdengar, dan Rion berhenti seketika. Dia menoleh ke arah benda yang gue lempar.
"Apa maksudnya itu semua, Yon?" tanya gue menggebu-gebu.
Rion masih mematung, menatap figura yang kacanya retak panjang itu nanar, lalu menatap gue.
"Maksud lo apa?" tanya dia balik.
"Kenapa lo gak pernah bilang Zavin itu kakak lo?!"
"Lo kan gak pernah nanya sama gue."
"Terus ini apa maksudnya?!" Gue lalu melemparkan satu album foto yang tebal ke hadapan Rion lagi. Satu album dari sekian banyak yang gue temukan di kamar Kakak Rion.
"Kenapa semua isi albumnya foto-foto Delin?! Kenapa kamar kakak lo isinya gambar Delin semua, Bangsat!"
Rion berjengit, masih membiarkan stick PS-nya terletak begitu aja di tangan. "Jadi lo udah masuk ke kamar abang gue?"
Rion berdiri, meletakkan stick PS-nya ke meja monitor.
Sial. Gue pengen membanting apa pun saat ini rasanya ketika melihat Rion bertanya setenang itu, seolah-olah yang dilakukan kakaknya itu cuma hal kecil dan bukan apa-apa.
"Abang gue emang suka sama cewek bar-bar itu dari tahun lalu. Jauh sebelum elo kenal dia. Enggak tau deh gue kenapa dia bisa sesuka itu sama cewek preman kayak gitu. Tapi yang jelas sebagian fotonya gue yang ambil dan sisanya orang lain."
"Maksud lo?!" tanya gue berusaha mengendalikan emosi yang semakin meningkat setelah mendengar penuturan Rion yang terang-terangan barusan.
Rion mengangkat bahunya. "Foto-foto di album itu, sebagian besar gue yang ambil karena Abang gue nawarin dua per tiga uang bulanannya ke gue kalau gue berhasil ngumpulin banyak foto dan info. Ya jelas gue mau-mau aja. Cuma ngambil foto sama cari info cewek gak penting doang."
"Brengsek!" Dan akhirnya satu pukulan melayang ke pipi Rion. Gak tau lagi gue harus menanggapi kayak gimana sikap Rion ini. "Yang dilakuin kakak lo tuh udah termasuk ilegal, Bego! Hal gila dan mengancam orang lain! Dan cewek yang menurut lo gak penting itu bisa aja sangat berarti buat orang lain!"
Rion tertawa sinis, lalu mengusap sudut bibirnya yang mengalirkan sedikit darah. "Lo kenapa sih, Bro? Gue cuma jawab apa yang lo tanya, apa salahnya sih? Sampai mukul-mukul gue dengan emosi yang tersulut gitu. Jangan bilang lo juga kepincut sama cewek bar-bar itu?"
Gue mengepalkan tangan, menyorot Rion tajam. Sekali lagi, ingin rasanya gue melayangkan satu tinjuan. Tapi gue berusaha menahan itu.
"Kalau gue bilang iya, lo mau apa? Bukan saatnya ngebahas perasaan gue. Abang lo tuh harus dihentiin, dia bisa ngebahayain Delin. Apalagi Delin itu posisinya pacarnya, kan? Sekarang di mana abang lo?" Gue berusaha untuk tidak tersulut lagi dan menenangkan diri meskipun rasanya gue gak bakal bisa tenang sampai gue memastikan sendiri Delin baik-baik aja.
Apalagi gue baru ingat, cowok di foto itu, cowok yang berpose bersama Rion itu, Zavin, adalah cowok yang mengaku sebagai pacar Delin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gabut [Completed]
Fiksi RemajaZakira Andelin, cewek gabut kekurangan beban hidup. Merasa kosong dengan hidupnya, Delin memutuskan untuk menjadi freelancer yang menawarkan jasa tidak biasa. Mulai dari jasa jadi pacar bohongan, dukun gadungan, maling rambutan, pawang murid berand...
![Gabut [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/234285897-64-k40060.jpg)