Tamparan keras itu membuat semua orang yang melihatnya terkejut, Chanyeol yang kebetulan berada di belakang Rose mengepalkan tangannya.
"Bangsat, bapak gua aja belom pernah mukul adek gua anjing!" batin Chanyeol menggeram.
Rose menunduk, wanita yang memakai hoodie berwarna silver itu menunduk sembari memegang pipinya. Panas, nyeri, sakit, itu yang ia rasakan. Rose sebenarnya ingin membalas Mina, tetapi perkataan Mina sebelumnya membuatnya diam.
Dipikirannya hanya ada kalimat, apakah benar June begini karena dirinya?
"Mina!" bentak Yoongi dengan nada tinggi.
Mina tidak menghiraukan bentakan Yoongi, ia malah menatap sengit ke arah Rose yang masih menunduk.
"Kenapa? Diem lo? Bisu?" Mina tertawa meremehkan. "Lo pasti ribut sama June dan bikin dia jadi stres."
"Mina, jaga bicara kamu!" henti Nyonya Sooyoung. Ia tidak memihak kepada siapapun.
Mina terdiam, tetapi ia masih kesal dengan Rose. Lantas, ia menarik paksa tangan sebelah kiri gadis di depannya. Rose terkejut, ia menatap Mina, terlihat jelas air matanya menggenang.
Tangan Mina terangkat berkeinginan untuk kembali menampar Rose. Namun, Chanyeol dengan cepat menarik adiknya itu mundur. Dan tangan Mina hanya memukul angin, ia gagal.
"Dih, sape lo berani nampar adek gua? Cakep lo? Sini maju lo betina!" tantang Chanyeol sembari menggulungkan lengan bajunya sampai siku.
"Betina? Emang gue hewan apa!" sanggah Mina dengan raut wajah kesal.
Chanyeol menyeringai. "Kayaknya lo lebih buruk dari seekor hewan!"
Setelah mengucapkan kalimat yang begitu mencelos untuk Mina, Chanyeol menarik tangan adiknya itu untuk pergi dari sana. Rose sempat menahan langkahnya, tetapi tatapan kakaknya yang mengerikan membuatnya mengikuti Chanyeol.
"Abangnya Rose bener, gua setuju." Yoongi tersenyum miring, lalu mempersilakan Ibunya June untuk duduk kembali tanpa memedulikan Mina yang tak bisa menyembunyikan ekspresi malu sekaligus kesal.
Bagi Mina kejadian tadi bukanlah hal yang serius, ia tidak peduli apa yang dipikirkan oleh Ibunya June. Yang terpenting, ia harus selalu ada di samping June untuk membuktikan bahwa Mina masih sangat mencintai mantan kekasihnya itu.
Tidak lama kemudian, dokter keluar dari dalam ruangan June. Yoongi, Nyonya Sooyoung, juga Mina berdiri untuk mendengarkan penjelasan dokter mengenai kondiri June saat ini.
Dokter muda dengan kaca mata bulat itu tersenyum. "Keadaan pasien sudah stabil sekarang, ia mengalami patah tulang di bagian lengan sebelah kanan, dan juga terdapat luka yang cukup dalam di pelipis. Untungnya itu tidak berbahaya bagi syaraf pasien." Pria bertubuh sedang itu menatap Nyonya Sooyoung. "Tidak perlu khawatir, pasien hanya perlu beberapa jam untuk sadar. Kami sudah melakukan yang terbaik untuk beliau," jelas sang dokter ramah.
Nyonya Sooyoung menghembuskan napas lega. "Terima kasih, Dok."
"Dok, apa boleh saya jenguk pasien?" Tiba-tiba Mina bertanya, hal itu membuat Yoongi dan Nyonya Sooyoung menoleh menatapnya.
"Benar-benar tidak tahu malu!" batin Yoongi menggeram.
"Boleh," jawab Dokter. "Saya permisi dulu." Dokter tersebut mengangguk sambil tersenyum, lalu pergi berlalu dari hadapan mereka.
Selepas dokter menghilang dari pandangan. Mina tersenyum menatap Nyonya Sooyoung. "Tante, ayo kita lihat kondisi June sekarang," ucap Mina dengan nada lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boss My Love (Junrose)
RandomRose kesal, ia hendak berlalu dari hadapan June dan masuk ke dalam apartemennya untuk menenangkan diri sejenak. Namun, lagi-lagi langkahnya di tahan oleh June. "Apa lagi?" tanya Rose mantap geram. "Gue June," jawab June sambil menyunggingkan senyum...
