33. Misunderstanding

267 25 9
                                        

"Lo bohong sama gue, Rose." Tangan kekar itu meninju pintu apartemen tanpa peduli rasa sakit yang menjalari tangannya.

June segera memasukkan kode masuk ke dalam apartemennya. Ia ingin melampiaskan amarahnya dan akhirnya sebuah vas bunga dari bahan kaca menjadi sasarannya.

Mina yang diam-diam mengintip dari balik pintu hanya tersenyum miring. Rencananya sepertinya akan berjalan mulus. Mina mendekat hendak menghampiri June, ia membuat lelaki itu berbalik ketika mendengar langkah kaki.

"Ngapain lo di sini gua tanya?" tanya June dengan tatapan tajamnya, hal itu membuat Mina merinding. Sisi gelap June mulai keluar.

Mina meneguk liurnya. "Aku cuman mau mastiin kamu baik-baik aja."

Lantas, June mendekat mempersempit jaraknya dengan Mina. "Ohhh, atau jangan-jangan ini rencana lo jebak Rose?"

Dengan cepat Mina menggeleng. "Enggak!" bantahnya cepat. "aku liat sendiri June. Kalau nggak percaya aku ada videonya." Mina mengeluarkan ponsel dari dalam tas miliknya.

Gadis itu mencari file video dengan durasi singkat yang merekam adegan Jimin dan Rose ketika asyik bercanda mesra. Setelah berhasil menemukannya, Mina memperlihatkan layar ponselnya kepada June. Lelaki bertubuh tinggi itu mengepalkan tangannya ketika melihat benar memang Rose yang ada di dalam rekaman itu.

"Anjing!" umpat June dengan suara lantang. Ia mengambil ponsel Mina dan membantingnya keras.

Hal itu membuat Mina melotot melihat ponsel mahal miliknya yang kini wujudnya tak terbentuk lagi. Mina hendak marah kepada June, tetapi ia takut melihat kondisi June sekarang. Wajah memerah, rambut acak-acakan, dan mata tajam itu ... seperti sebuah pisau yang bisa menancap di mana saja.

"Aku kan udah bilang kalau Rose itu main-main aja sama kamu. Cewek kayak dia itu murahan, banyak kok di diskotik yang kayak gitu," tutur Mina blak-blakan yang membuat June langsung menatapnya tajam.

Walaupun begitu, June tidak akan terima bila kekasih yang sangat ia cintai dihina dengan sarkas oleh orang yang June benci.

"Mulut lo bisa ditutup nggak? Mau gua jahit sekalian biar nggak sembarangan ngatain cewek gua, ha?" kata June dengan wajah datar.

Mina memundurkan tubuhnya sesaat ketika melihat mata June menatap tajam ke arahnya. Namun, tiba-tiba pintu apartemen terbuka kembali. Sosok anggun dengan wajah senangnya masuk ke dalam.

Seketika ekspresi wajah Rose berubah menjadi panik, ia menatap June yang juga menatapnya.

"Ini kenapa? Ada apa? Mina kok ada di sini, June?" tanya Rose bertubi-tubi.

June mendekat ke arah Rose, ia mencengkram kuat lengan gadis itu.

"Sakit, ih! Lo kenapa?" ringis Rose sambil menatap June bingung.

"Gue tanya, lo dari mana?" tanya June dengan suara penuh penekanan.

Rose hendak melepas paksa cengkraman tangan June pada lengannya. Namun, nihil ia tak berhasil. "Ketemu pacar Jimin sama Jimin," jawab Rose yang sebenarnya.

"BOHONG!" bentak June keras.

Gadis yang selalu memamerkan senyumnya itu menatap June tak percaya, ini adalah kali pertama June membentaknya dan memperlakukannya dengan begitu kasar. Bulir bening pun tak kuasa ia tahan. Cengeng memang. Persetan! Ia baru pulang malah langsung dimarahin!

Sedangkan Mina yang melihat pertengkaran mereka hanya menyunggingkan senyum tipis, seakan-akan ia sedang asyik menonton drama kesukaan yang sedang tayang di televisi.

"Gue bela-belain pulang cepet, kirain lo mau ngasih kejutan yang bikin gue seneng. Malah yang gue dapet ini, pembuktian bahwa lo main di belakang gue." June menarik tangan Rose mendekat ke arah pintu masuk apartemen. Dengan paksa cowok itu menarik salah satu foto yang terpasang di sana. "Lo liat! Siapa ini? Kembarannya Roseanna Park dengan Jimin, iya?"

My Boss My Love (Junrose)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang