"Lihatlah Nona Wong sedang berjalan kemari, " ucap Mark sambil menyenggol Jeno. Siang ini, Jeno dengan Mark dan juga Jaemin sedang menikmati makan di pantry kantor.
"Tuan Na! " panggil Karina pada Jaemin yang membuat Mark dan Jeno langsung ikut-ikutan menatap Karina. Mereka bertiga bingung dengan kedatangan Karina tiba-tiba ke kantor.
"Bilang pada istrimu untuk mengunjungi ruanganku besok siang. " ucap Karina.
"Kenapa tidak nona langsung bicara saja padanya? " tanya Jaemin. Ia bingung saja kenapa Karina jauh-jauh dari ruangannya menuju pantry hanya untuk membicarakan ini.
"Aku sedang berselisih pendapat dengannya. Katakan apa yang kukatakan tadi. Ternyata ada Tuan Lee juga. Tuan Lee, aku minta laporan divisimu dan aku ingin ada besok sore di mejaku. " ucap Karina.
"Tidak besok pagi saja. Jika ada kesalahan bisa saya langsung perbaiki, " ucap Mark.
"Aku baru di kantor ini besok malam. Besok agendaku adalah menemui beberapa pemegang saham dan juga client di perusahaanku. Lakukan yang kuminta saja, " titah Karina yang membuat Mark mengangguk saja.
Drtdrtdr
Karina mengangkat ponselnya. "Halo, kau dimana? " tanya Karina.
Jeno memperhatikan raut wajah Karina yang begitu tenang, seperti tak ada masalah sama sekali. Tapi, dari nada bicaranya tadi menunjukkan bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.
"Aku sudah bilang, jangan pakai model itu. Kalian tak pernah mendengarkanku. Persetan dengan popularitas mereka. Yang kita butuhkan ada model yang berkompeten! "
"...... "
Mark langsung mencondongkan tubuhnya ke arah Jeno. "Dia sepertinya dalam banyak masalah, " bisik Mark yang membuat Jeno mengangguk tanpa sadar.
"Aku minta kau mencari model yang kumau dalam 2 hari lagi. Aku su—"
Perkataan Karina terhenti saat sadar Jeno, Jaemin, dan Mark yang mendengarkan. Ia langsung berjalan menjauh dan kembali berbicara.
"Seharusnya sebagai tunangannya, kau ajak dia liburan atau apa gitu. Biar dia tenang, "
Jeno mengalihkan pandangannya pada Jaemin. "Kau gila?! " bentak Jeno yang membuat Jaemin terkekeh geli dan Mark menatap keduanya dalam kebingungan.
"Setidaknya buat dia menyukaimu dalam konteks sebagai kekasih Winter yang baik. Jika dia menyukaimu, maka restu semua keluarga Wong akan kau dapatkan. Apalagi yang kudengar Tuan Wong sangat memanjakan Karina dan semua ucapan Karina langsung diiyakan olehnya, " jawab Jaemin.
"Ah benar juga. Kau masih belum 100% diberi restu kan? Mungkin ini merupakan jalan terbaik agar kau mendapatkan semua restu untuk menikahi Winter, " lanjut Mark.
Jeno yang mendengar ucapan kedua sahabatnya langsung mengulas senyum. Baiklah, mulai hari ini aku akan mendekatkan diri pada Karina sehingga aku mendapatkan semua restu untuk Winter.
.
.
.
"Nona Wong, ada Tuan Lee di depan. " ucap salah satu maid.
Karina yang tadi sibuk menemani Yangyang belajar langsung menatap orang yang mengajaknya bicara. "Baiklah aku akan kesana. Bibi Han bisa menjaga Yangyang untukku kan? "
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Light
FanfictionJeno merasa marah atas fakta bahwa dirinya telah ditunangkan secara paksa dengan Karina. Jika bukan karena sang kekasih terbaring koma, ia tak akan sudi bertunangan dengan gadis kaku sepertinya. Sementara itu, Karina tidak pernah menganggap pertuna...
