Bab 23 Tak Disangka

566 74 4
                                        

"Apa aku sudah gila?"

Sebuah kalimat tanya itu terus meluncur bebas dari kedua belah bibir Jeno tanpa henti. Berharap kejadian semalam hanyalah mimpi belaka. Tapi, rasa bibir Karina terus melekat di sel otak miliknya yang tentu saja itu membuat dirinya yakin bahwa ia sudah keluar dari garis normalnya. Bahkan ia sama sekali belum pernah berciuman dengan Winter yang notabene adalah kekasihnya.

"Ya benar. Kau gila, Jeno." balasnya pada dirinya sendiri. Ia dapat merasakan ada ribuan kupu-kupu yang terbang di perutnya.

Kemudian, ia menatap kaca di hadapannya dan kedua tangannya memegang dadanya yang berdenyut kencang entah kenapa.

Tidak mungkin!, batinnya sesaat kemudian. Tidak mungkin kan ia jatuh cinta dengan Karina, gadis yang bahkan belum ia kenal lama.

.





















.

"Ada perlu apa Anda kemari? Apakah Anda ingin meminta cuti tahunan?" tanya Xiaojun pada laki-laki yang duduk di hadapannya.

"Bukan tentang itu Tuan."

Alis Xiaojun menukik bingung. Lalu, untuk apa Jaemin datang padanya di pagi buta seperti ini?

"Saya bersedia menerima tawaran Anda tempo hari yang lalu asalkan keselamatan diri saya dan istri saya terjamin,"

Xiaojun tersenyum senang. Ia pikir Jaemin akan menolak tawarannya mengingat istri Jaemin sendiri adalah bawahan kepercayaan Karina.

"Baiklah. Saya bisa menjamin hal itu. Ah iya, tugas pertamamu disini adalah sebarkan isi flashdisk ini." ucap Xiaojun.

Jaemin mengambil flashdisk itu ragu-ragu. Ia berharap keputusan ini benar dan tidak akan membawanya ke masalah yang lebih besar lagi.

"Waktumu hanya sampai pukul 8 pagi. Ingat itu Tuan Jaemin jika Anda tidak ingin saya menyebarkan video mengenai Anda yang telah menjebak Hendery dan Karina 11 tahun yang lalu,"

Jaemin mengepalkan tangannya marah. Sebelumnya, ia berpikir Xiaojun adalah orang hangat dan penuh welas kasih. Ternyata, dia adalah perwujudan sang Lucifer.

.
































.

"Renjun mau kita apakan, Der?" tanya Rowoon di samping Hendery.

"Biarkan saja dia terbaring disana dengan tangan terikat dan juga mata yang ditutup sampai dia memberitahukan siapa boss nya," balas Hendery.

Rowoon mengangguk paham. Ia melirik sang boss yang terlihat tidak dalam mood yang baik. "Ada masalah Der? " tanyanya pada akhirnya.

"Yeonjun kembali dan kupikir aku akan kalah untuk mendapatkan Karina,"

"Siapa Yeonjun?" tanya Rowoon penasaran. Baru kali ini ia mendengar nama pria itu.

"Dia cinta pertama Karina dan dia pernah berjanji untuk menikahi Karina jika hak asuh Yangyang kembali pada Karina," jawab Hendery pasrah yang dibalas tatapan kasihan oleh Rowoon.

.































.

"Yangyang mama akan memberitahukan sesuatu padamu," ucap Yerim sambil menggenggam tangan kecil Yangyang.

"Mama bukanlah mama kandung Yangyang. Mama kandung Yangyang adalah bibi Karina. Walaupun begitu Yangyang tetaplah domba kesayangan Mama," lanjut Yerim sambil menatap kedua mata Yangyang.

"Yangyang tau hal itu kok. Tapi, kenapa mama dan papa berpisah?" tanya Yangyang.

Yerim tersenyum kecut. "Itu masalah orang dewasa, Yangyang. Tapi, Yangyang mau kan orang tua kandung Yangyang bersatu?" tanya Yerim.

Yangyang mengangguk antuasias.

"Jangan lupa berdoa pada Tuhan agar orang-orang yang berusaha memisahkan kedua orang tua Yangyang itu gagal melaksanakan rencananya,"

"Baik! Yangyang akan berdoa terus. Lalu, kapan Yangyang boleh memanggil mama pada bibi Karina?"

"Sebentar lagi. Mama yakin hal itu," balas Yerim sambil memeluk tubuh Yangyang.

.















































































.

Jeno menatap bingung pada orang-orang yang berkumpul di depan layar LCD yang berada tepat di sebelah meja resepsionis. Ia mendekat pada kerumunan itu. Tangannya menghalau orang-orang yang menutupi pandangannya.

Bibirnya tiba-tiba kelu dan matanya menjadi panas sesaat melihat layar LCD itu. Layar menunjukkan foto Karina yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan Hendery yang sedang melakukan skin to skin pada seorang bayi.

"Ini apa?" tanyanya pelan.

Tanpa semua orang sadari, Jaemin mengigit pelan bibirnya dan berharap tak ada yang tau bahwa dirinyalah orang yang membobol sistem LCD itu.

TBC

Dark LightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang