udah sampe chapter 30 yaaa wkwkwk
aku merasa harus segera melakukan sesuatu :)
anyway happy reading!
"Gue lihat ada yang saling follow sama mantan, nih???"
Gue tuh nggak tau manusia macam apa si Doyeon ini tapi perasaan tau mulu gue ngapain aja. Jangan-jangan kerabatnya Dilan ini suka meramal??
Mana posisinya ini lagi video call berempat -gue, Yeri, Doyeon sama Xiaojun. Xiaojun tau kok kalo gue pernah jadian sama adek tingkat, dan kayaknya dia nggak suka sama Haehan.
Bukan karena cemburu, tapi karena gimana perjalanan gue sama Haechan dulu. Berbeda dari Doyeon dan Yeri selaku penganut aliran yang lalu biarlah berlalu, gue nggak berpikiran kalo Xiaojun juga gitu.
Buktinya sekarang mukanya asem -tapi ya emang masih kusut sih kayaknya baru bangun tidur rambutnya masih jebrak-jebrak.
"Iyaa, dia follow gue masa gue nggak mau follow back?"
"Pertanda, tuh," kata Doyeon lagi.
"Iya, emang di sini mendung mau ujan," sahut gue males, kemudian ngambil sisir lanjut catokan.
"Lu kerja?" tanya Xiaojun yang akhirnya nongol lagi.
"Iya, ini kan gue udah pake seragam. Nggak kelihatan?"
"Sekarang?"
"Besok."
"Haha, lucu." Xiaojun ketawa garing. "Ini monyet berdua nggak kerja juga nih, Yer, Doy?"
"AAAPA ITU KERJA??" sahut Doyeon, Yeri ketawa.
"Awas aja lu ye," tuding Xiaojun.
"Nyenyenye~ Lu kalo mau kerja sana deh, biarkan ini para wanita bercengkerama."
"Yang nelepon gue tadi siapa ya bangsat??"
"Gue," sahut Doyeon. "Makanya gue nyuruh lo buat caw aja. Sana."
Xiaojun rolling eyes. Tapi karena kayaknya dia mau kerja, dia akhirnya pamitan. Begitu juga gue. Tadi bilangnya mendung, sekarang udah hujan beneran.
Masih jam 7 sih (kerja gue masuk jam 8), tapi mempertimbangkan betapa jalanan macet waktu jam berangkat kerja apalagi ini hujan, jadi gue segera beres-beres sebelum berangkat.
Baru aja ngebuka pintu, pas banget di luar Mark mau mencet bel.
"Oh, udah mau berangkat?" tanyanya kikuk.
"Lo ngapain di sini?" tanya gue balik.
"Hujan."
"Ha?"
"Hujan -lo udah dapet driver?" tanyanya waktu ngelihat layar hp gue yang lagi nampilin aplikasi ojek online.
"Belum," kata gue.
"Ya udah tutup aja, cancel. Berangkat sama gue."
Dengan senang hati gue nutup aplikasi ojek online ini kemudian ngunci pintu. Setelah mastiin semua aman, gue sama Mark segera turun ke parkiran.
"Lo kok ke sini nggak bilang-bilang? Kalo gue udah berangkat kecele lu tadi," kata gue.
"Somehow my intuition is sharper than my logic," sahut Mark sambil senyum tengil.
KAMU SEDANG MEMBACA
[3] Puzzle Piece ✔
Fanfiction[ bahasa | completed ] "Where's the missing puzzle piece?" » sequel of INEFFABLE « better read INEFFABLE and SUNSET first winterwoops ©2020
![[3] Puzzle Piece ✔](https://img.wattpad.com/cover/245528193-64-k17687.jpg)