Cerita ke -16
Love Letter
Hari itu pagi yang biasa, tapi entah bagaimana suasana mendung menyelimuti Maruko hingga tidak ada yang berani menyapanya pagi itu. Dan hal ini berlanjut hingga pulang sekolah. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Mari kita memundurkan waktu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi…
Tujuh jam sebelum bel pulang sekolah berbunyi.
.
.
Pagi itu Maruko tidak datang terlambat ke sekolah. Dia segera menuju lokernya untuk mengganti sepatu. Dia tahu ketika dia membuka lokernya pasti akan banyak surat cinta di dalamnya. Tapi itu jelas bukan untuknya, yah siapa lagi jika bukan surat cinta untuk Hanawa. Pacarnya.
Awalnya dia biasa saja. Tapi setelah mereka naik ke kelas dua, entah mengapa jumlah surat itu semakin banyak dan bahkan hampir tidak bisa ditolerir lagi.
‘Bagaimana bisa semua perempuan itu memasukkan suratnya ke dalam lokerku?! aku tahu itu melalui celah… tapi kenapa semakin hari semakin banyak?!’
Tiap pagi rutinitasnya akan membawakan surat Hanawa di tangannya tapi semakin lama surat-surat itu bahkan tidak cukup dalam genggamannya. Akhirnya dia membawa tas khusus membawa surat-surat itu. Tapi puncaknya adalah hari ini!
Dia baru saja membuka pintu lokernya dan kemudian tumpukan surat berjatuhan di kakinya…
Maruko, “……!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Dia menangkan dirinya dan mengolah napasnya. Tarik napas, buang napas, tarik napas, buang napas…
Dia terpaksa harus mengganti tas khusus itu dengan plastik sampah yang dia minta dari penjaga sekolah.
Baru saja dia memasuki kelas. Ketua kelas menghentikannya.
“Sakura-san? Kau tidak bisa membawa sampah ke dalam kelas.”
Maruko yang sudah kesal, “Ini milik Hanawa-kun!”
Mendengar bahwa itu milik Hanawa, ketua kelas langsung menyingkir. Maruko yang melihat hal itu mencibir.
Keributan itu menarik perhatian Hanawa yang tenggelam dalam bukunya. Dia melihat Maruko dan tersenyum.
“Apa yang Nona manis ini bawa?”
“Kau masih bertanya?!”
“Wah Nona jangan begitu galak. Bagaimana jika aku semakin menyukaimu?”
Kalimat terakhir dikatakan Hanawa dengan suara yang rendah yang hanya bisa mereka dengar. Tapi hal ini tidak membuat kemarahan Maruko menjadi surut. Hanawa bisa melihat jika Maruko marah, dia masih ingin menggodanya tapi dia tidak ingin mengambil resiko. Jadi dia hanya mengambil alih kantong plastik itu dan melihat isinya. Banyak sekali surat cinta.
Dia melihat Maruko yang sedang sibuk dengan smartphonenya. Dia tidak ingin membuat Maruko lebih marah jadi dia mulai melihat surat-surat itu. Sebelumnya dia tidak pernah membaca surat-surat itu dia hanya akan melihatnya sekilas dan menyimpannya untuk menghargai gadis-gadis itu. Semua surat itu berwarna pink, Hanawa bukannya tidak menyukai warna merah muda tapi tidak ada yang spesial jika semuanya merah muda. Kecuali jika surat itu berasal dari Maruko maka dia akan sangat senang dan merasa surat itu sangat amat spesial dan tidak tertandingi. Kemudian dia melihat surat berwarna putih yang sebenarnya tidak akan terlihat jika dia tidak menggoncang plastik itu.
Dia mengeluarkan surat itu, alisnya sedikit menekuk. Lalu tanpa ragu dia membukanya. Dia membacanya sebentar dan ada perubahan emosi sekilas di mata Hanawa. Kemudian dia menyimpan surat itu, yang dia tidak sadari bahwa tindakannya itu terlihat oleh Maruko.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen Maruko dan Hanawa
Short StoryHanya sebuah fanfiction dari kartun Chibi Maruko Chan. Terutama kisah Maruko dan Hanawa yang memiliki romansa tersendiri. Bisa jadi ooc. Aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter yang aku pahami dan kemungkinan besar karakter baru akan dihadirkan...
